Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part_18


__ADS_3

Rey membawa Rara ke sebuah taman yang sangat indah. Rey membiarkan Rara duduk sejenak disana sedangkan dirinya mencari penjual minuman untuk mereka berdua.


Rey menghampiri Rara yang sedang duduk menutupi mukanya dengan kedua tangannya.


Rey menempelkan minuman dingin ke tangan rara.


"Eh "Rara mendongkak melihat Rey yang sedang menatap ke arahnya.


"Minumlah" sambil menyodorkan botol aqua dingin lalu Rara menerimanya.


"Terimakasih "ucap Rara lalu membuka botol aqua itu dan meminumnya.


"Untuk?"tanya Rey


"Untuk semuanya, setidaknya sekarang perasaanku lumayan tenang."


"Ceritalah jika kamu ada masalah serius."


"Tidak perlu, ini tidak terlalu penting. aku hanya sedang memikirkan bagaimana cara mencari pekerjaan baru."


"Jadi kamu sudah tidak kerja di toko bunga itu?" tanya Rey


"Tidak, tepatnya mulai hari ini aku sudah resmi menjadi pengangguran."


"Ya sudah jangan di pikirkan lagi, nanti saya bantu mencarikan pekerjaan baru untuk kamu."

__ADS_1


Rey hanya berbicara seperlunya saja.


Rey melihat Rara yang sepertinya sedang mendapatkan masalah serius apalagi dia baru saja kehilangan pekerjaannya, dan itu membuat dia mengurungkan niatnya untuk bertanya lebih. mengingat moodnya juga sedang kurang baik.


Saat sudah lebih tenang, Rey mengajak Rara pulang.


°°°°°°°°


Juna melihat sebuah mobil berhenti di depan gerbang masuk daerah kontrakan miliknya.


dia melihat istrinya yang baru saja keluar dari dalam mobil. dia tahu jika mobil itu milik Rey, karena sudah tidak asing lagi baginya. apalagi mereka satu kantor dan juga bersaudara. jadi semua barang yang sering digunakan Rey pasti dia mengetahuinya. karena dia sering melihatnya.


"Terimakasih "ucap Rara sambil melambaikan tangannya sampai mobil milik Rey sudah tidak terlihat lagi.


"Ekhm" Juna menghampiri istrinya yang hendak elangkah memasuki gerbang.


"Kenapa kaget? seperti orang sedang terpergok selingkuh saja." selidik Juna


"Ti tidak..."Rara gugup saat menjawab perkataan suaminya.


"Kenapa gugup? sepertinya memang benar yang saya katakan." lalu Juna melangkah terlebih dulu meninggalkan Rara.


Rara mengejar suaminya yang sudah melangkah terlebih dahulu. dia akan memberitahukan yang sebenarnya. dia tidak ingin suaminya bertambah membeci dirinya karena melihat kejadian tadi.


"Mas" teriak Rara yang baru memasuki kotrakannya.

__ADS_1


Rara menuju kamar suaminya, dia mengetuk pintu terlebih dahulu karena tidak berani jika masuk begitu saja.


Tok tok


"Mas boleh Rara masuk?" ucap Rara sambil mengetuk pintu kamar Juna namun tidak ada sahutan dari dalam sana.


Rara menunggu untuk beberapa saat tapi tetap saja Juna tidak membukakan pintunya.


Rara pergi dari depan kamar Juna, dia memilih membersihkan kontrakan dan memasak untuk makan malam nanti.


°°°°°


Dari arah kamar, Juna mencium bau masakan yang sangat harum. sungguh mencium baunya saja sudah menggugah seleranya. apalagi dirinya memang belum makan.


Juna membuka pintu kamarnya dan berjalan ke arah dapur. dia melihat istrinya yang sedang memasak. karena merasa ada yang memperhatikan, Rara menoleh ke belakang. ternyata suaminya sedang menatap ke arahnya. sepertinya sudah merasa lapar.


"Duduklah dulu! sebentar lagi selesai. "ucap Rara


"Hm" Juna hanya menjawab cuek.


Rara merasa senang karena untuk pertama kali, suaminya mau makan bersama dengannya. Rara menata masakannya di meja makan. dia mengambilkan nasi dan lauk untuk suaminya. Juna menerima saja perlakuan dari istrinya. dia tidak mau ada keributan disaat makan. Juna memakan makanannya tanpa bersuara. Rara yang melihatnya merasa senang, karena suaminya makan dengan lahap walaupun hanya dengan menu sederhana.


Sebelum beranjak pergi Juna menatap ke arah Rara dan berkata. "Lain kali tidak usah so perhatian, saya bisa mengambil makanan saya sendiri." lalu pergi meninggalkan Rara yang sedang membereskan piring kotor bekas mereka makan.


Rara menatap kepergian Juna dengan senyum mengembang diwajahnya.

__ADS_1


Tidak apa-apa Mas, aku yakin perlahan-lahan aku bisa membuatmu menerima semua perlakuanku *M*as.


__ADS_2