
Setelah hampir dua minggu. Akhirnya trio ajaib kembali melakukan aksi-aksi tak terduganya. Target mereka kali ini bukanlah Shion maupun Jordy melainkan Sandora. Ketiganya akan menyebarkan banyak terror untuk wanita iblis tersebut.
"Paket,"
Seorang satpam bertubuh kekar menghampiri sosok pemuda yang merupakan seorang kurir paket. "Paket untuk siapa?" tanya pria memastikan.
"Untuk nyonya Sandora Lim,"
"Baiklah, aku akan menyerahkan paket ini pada nyonya dan kau boleh pergi."
"Baik tuan,"
Kurir tersebut meninggalkan kediaman Sandora dengan senyum misterius yang tercetak dibibir tipisnya. "Hehehe. Selamat menikmati kejutan kecil dariku, ular betina," ujar orang itu yang ternyata adalah Frans di tengah langkahnya. Dan Frans mulai menghitung mundur dalam hati mulai dari angka sepuluh sampai angka satu.
Frans menghentikan langkahnya seraya menutup rapat-rapat telinganya dan....
Duaarrr...
Suara ledakkan terdengar dari salah satu kamar di dalam rumah itu. Bukan sebuah bom yang bisa mengancam banyak nyawa manusia hanya ledakkan kecil hasil karya tangan ajaib Rio. Lagi pula Frans masih waras untuk melakukan tindak kriminal yang bisa merugikan dirinya sendiri.
"KYYAAA!! ADA APA DENGAN WAJAHKU? KENAPA BISA GOSONG BEGINI, DAN RAMBUTKU!! KENAPA JADI MEKAR SEPERTI RAMBUT BADUT? CEPAT TEMUKAN PENGIRIM PAKET ITU DAN SERET DIA KEHADAPANKU!!"
"Baik Nyonya!!"
.
.
.
Tokk.. Tokk... Tokk..
Ketukan pada pintu mengalihkan perhatian semua orang di dalam ruangan tersebut. Salah satu pelayan terlihat berjalan kearah pintu kemudian membukanya. "Apakah Anda adalah dokter yang akan memeriksa keadaan Nyonya besar?"
Pria dalam balutan jas kedokteran itu pun mengangguk membenarkan. Dia berbicara dengan bahasa asing yang sulit untuk diterjemahkan dan diartikan secara nalar. "Dokter, sebenarnya bahasa apa yang Anda gunakan? Bahasa Anda tidak bisa dipahami sama sekali. Apa tidak bisa dengan bahasa yang normal saja?" tanya pelayan tersebut
"Oh. Maaf, maaf. Mungkin karna saya terlalu lama di Inggris, Italia dan Jerman makanya terbawa dalam bahasa di sana," ucapnya dengan logat kebarat-baratan.
Dokter itu memiliki warna dan bentuk rambut yang sangat nyentrik. Matanya berwarna biru dan banyak bintik-bintik hitam diwajahnya yang membuatnya terlihat seperti seorang bule. "Dan ngomong-ngomong mana yang harus saya periksa?"
"Disana, Nyonya besar yang harus Anda periksa,"
"Oh, baiklah. Bisa tolong panggilkan asisten saya? Dia ada di luar, dan setelah ini tinggalkan kami sendiri,"
"Baik Dokter,"
Dokter dan asistennya menghampiri Dora yang sedang membungkus tubuhnya dengan sebuah selimut. Keduanya saling bertukar pandang dan sama-sama mengangguk. Dokter itu mendekati Dora dan berbicara padanya. "Nyonya, bisakah Anda membuka selimut dan biarkan kami melihat keadaan Anda?"
"Apakah kau Dokter dari luar negeri itu?"
__ADS_1
"Ya, itu saya,"
Dengan ragu Dora membuka selimutnya dan.... "Kolor Ijo!!" sang asisten berteriak histeris setelah melihat bagaimana bentuk Dora saat ini.
"Sembarangan. Bukan Kolor Ijo tapi Kolong Wewe,"
"Kolor ijo, kolong wewe. Mahluk jenis apa itu?" tanya Dora penasaran.
"Oh itu ya. Itu adalah mahluk paling cantik dan molek dari indonesia, asisten saya berteriak karna dia menganggap Anda mirip dengan Kolor Ijo, padahal Anda lebih mirip Kolong Wewe," ujar Dokter tersebut. "Baiklah, saya akan mulai memeriksa keadaan wajah Anda. Astaga, kenapa muka Anda bisa hitam seperti pantat panci? Apakah Anda baru saja jatuh di atas pantat panci?"
"Sembarangan. Mukaku gosong karna ulah manusia biadab dan tak bertanggung jawab yang sudah mengirimkan paket misterius padaku. Bukankah kau dokter yang sangat hebat, pasti kau memiliki cara untuk mengembalikan keadaan mukaku menjadi seperti sedia kala,"
"Tentu saja bisa. Tapi harga pengobatannya tidaklah murah, sangat mahal karna kami bisa membuat wajah Anda kembali kinclong dalam waktu lima menit saja,"
"Tidak masalah. Aku berani membayar berapa pun asal wajahku bisa kembali seperti semula."
"Baiklah bisa kita mulai saja. Sebaiknya saya menutup mata Anda karna jika tidak sinar dari alat yang akan saya gunakan bisa membutahkan mata Anda,"
"Terserah kau saja, bagaimana baiknya."
"Oke,"
Di saat Satya membersihkan wajah Dora. Rio malah sibuk mengobrak-abrik isi dalam lemari Dora. Pemuda itu menemukan banyak sekali perhiasan dan berlian di sana. Dan sebuah ide muncul dikepalanya.
Rio mengambil semua emas dan berlian tersebut kemudian menggantinya dengan yang palsu dengan model dan jenis yang sama. Bukan hanya perhiasan saja, tapi Rio juga merampok beberapa juta won milik Dora. Merampok memanglah sebuah tindak kriminal, tapi karna yang dirampok adalah orang jahat, maka itu tidak bisa disebut dengan kriminal.
Rio menunjukkan semua hasil rampokkannya pada Satya dan pemuda itu mengacungkan jompol padanya. Rio juga mengambil beberapa koleksi parfum dora yang memiliki harga selangit dan rolex juga. Dan jika dikisarkan dengan uang. Hasil rampokkan Ria senilai 100 milyar won. Dan dia berani bertaruh jika Dora akan gila setelah ini karna jatuh miskin.
"Sudah selesai. Anda bisa membuka mata Anda sekarang Nyonya dan lihat hasilnya,"
Dora membuka matanya dan tersenyum puas. "Wow, ini sangat luar biasa. Tunggu sebentar, aku ambilkan bayaran untukmu." Dora mengambil dompetnya kemudian memberikan sebuah cek pada Satya. "Apakah ini cukup?"
"Lebih dari cukup Nyonya, karna urusan kami sudah selesai. Kama kami permisi dulu. Dan ini adalah shampo untuk mengatasi rambut Anda yang mengerikan itu. Dan ini gratis,"
"Kalian boleh pergi,".
"Terimakasih Nyonya, senang bekerjasama dengan Anda," Satya menjabat tangan Dora dan pergi begitu saja dari sana.
-
Dugghh...
"Aahhh,"
Viona memegangi jidatnya yang baru saja terpentok pintu. Dan karna insiden tersebut jidat Viona menjadi sedikit memar. Wanita itu melupakan kaca matanya dan dia juga lupa di mana tadi meletakkannya.
"Kau mencari ini," seru seseorang dari arah belakang. Sontak Viona menoleh dan mendapati Nathan berjalan menghampirinya sambil membawa kaca matanya. "Apa yang sebenarnya terjadi dengan matamu. Vi?" tanya Nathan.
"Mataku? Mataku tidak apa-apa, hanya sedikit lelah saja," jawabnya meyakinkan.
__ADS_1
"Bohong," Nathan menyela cepat. "Sampai kapan kau akan terus menyembunyikan banyak hal dariku, Viona Lu?"
"Oppa, sebenarnya-"
"Matamu bermasalah," Nathan menyela cepat.
"O-Oppa, dari mana kau tau jika mataku bermasalah?"
"Wanita yang menolongmu. Aku menemuinya kemarin dan dia mengatakan semuanya padaku, jadi kebenaran apalagi lagi tentangmu yang akan kau sembunyikan dariku?"
Viona menundukkan wajahnya. "Maaf," dan berkata lirih. Nathan mendesah berat. Pria itu maju dua langkah kedepan lalu menarik Viona ke dalam pelukkannya.
"Aku tidak ingin menyembunyikan tentang masalah ini darimu, hanya saja aku masih menunggu waktu yang tepat untuk mengatakannya. Tapi ternyata kau sudah mengetahuinya sebelum aku mengatakannya. Sekali lagi aku minta maaf, Oppa,"
Nathan meletkkan dagunya diatas kepala coklat Viona dan mendesah berat. "Aku tau kenapa kau melakukan hal ini, Sayang. Tapi setidaknya pandang aku sebagai suamimu, karna tidak semua hal dan masalah bisa kau atasi sendiri. Kita adalah suami-istri. Jadi sudah selayaknya jika kita berdua saling terbuka," tutur Nathan.
"Aku janji, Oppa. Ini terakhir kalinya aku menyembunyikan rahasia darimu. Aku tidak akan mengulanginya lagi, aku berjanji,"
"Ya sudah kita lupakan masalah ini. Dan aku berjanji padamu, aku pasti akan menemukan pendonor mata untukmu secepatnya. Aku tidak akan membiarkanmu menjadi buta," Nathan menutup mata kanannya dan semakin mengeratkan pelukkannya.
Viona tersenyum tipis. Sungguh betapa beruntung dirinya karna memiliki suami seperti Nathan, Yang begitu mencintai dan memahami dirinya. Dan Nathan adalag anugerah yang Tuhan berikan untuknya.
-
" Tuan, terjadi masalah di perusahaan."
Seorang pria menghampiri Jordy di ruangannya. Pria itu sedang duduk sanai di ruang kerjanya sambil menikmati secangkir kopi. "Masalah apa?" Tanyanya begitu acuh.
"Saham kita terus menurun, banyak perusahaan yang mengundurkan diri dan membatalkan kerjasamanya dengan perusahaan kita. Mereka bergabung dengan perusahaan asing milik pengusaha muda dari China."
"APA!!" Seketika Jordy memekik sekencang-kencangnya setelah Ia mendengar penuturan pria di hadapannya "Bagaimana bisa? Dan perusahaan itu, adalah perusahaan raksasa seperti QL Corp?" Tanya Siwon.
"Benar Tuan, dan bahkan perusahaan itu jauh lebih besar dari perusahaan ini. Mereka tidak hanya cerdik dan tau bagaimana menarik parusahaan lain untuk bergabung dengan perusahaan mereka, namun mereka juga sangat licik,"
BRAKKK .. !! ..
"CUKUP AKU TIDAK INGIN DENGAR OMONG KOSONG LAGI TENTANG PERUSAHAAN ITU, AKU TIDAK MAU TAU BAGAIMANA PUN DAN DENGAN CARA APA PUN. SEMUA PERUSAHAAN ITU HARUS KEMBALI PADA KITA."
Pria itu tidak melanjutkan kalimatnya setelah mendengar gebrakan keras pada meja di depannya karna ulah Jordy. Pria iti menunduk seketika dan tidak berani membalas tatapan mematikan yang di berikan oleh Jordy. Keringat dingin mulai membasahi keningnya, tangannya gemetar menandakan jika Ia sedang ketakutan.
"YAKKKK APA YANG MASIH KAU TUNGGU??? CEPAT PERGI DAN KERJAKAN TUGASMU." Bentak Jordy penuh emosi.
"Ba-baik Tuan." Balas pria itu dan berlalu begitu saja.
"AAARRRKKKKHHHHHHH," Jordy menggeram keras dan menghancurkan apa pun yang ada di mejanya. Ia marah, Ia tidak terima dengan apa yang menimpa perusahaan yang selama ini di kelolah olehnya.
"Siapa pun kau, aku tidak akan pernah melepaskanmu."
-
__ADS_1
Bersambung.