Istri Kecil MR. Arogant

Istri Kecil MR. Arogant
BAB 132 "Kebahagiaan Yang Sempurna"


__ADS_3

Viona dan Nathan tak bosan-bosannya menikmati wajah mungil sepasang bayi kembar mereka dengan penuh kebahagiaan, rasa sakit bekas melahirkan semalam seolah hilang dan tak lagi Viona rasakan. Rasa sakit itu diganti dengan rasa bahagia akan kehadiran malaikat mungil mereka.


Kkreekk!


Suara pintu dibuka dari luar dan menampilkan pria paruh baya masuk kedalam ruangan.


"Appa," ujar Viona melihat sang ayah yang sudah tiba. Ya, Viona sudah tau jika sebenarnya Hans adalah ayah kandungnya.


Awalnya Viona sangat terkejut dan nyaris tak percaya saat mengetahui jika pria yang selama ini dia kenal sebagai pamannya ternyata adalah ayah kandungnya. Tapi dia juga merasa sangat bahagia karna itu artinya dirinya bukan seorang yatim piatu.


"Vio, apakah mereka cuc-cucu Appa?" tanya Hans dengan pancaran kebahagiaan tidak sabar untuk melihat cucu kembarnya.


Perasaan bahagia itu tidak bisa ia sembunyikan setelah mendengar bahwa Viona telah melahirkan.


Viona menyerahkan Baby Lucas pada Hans. "Ini cucu , Appa," ujar Viona memperlihatkan anaknya pada Hans.


Senyum mengembang diwajah yang kini sudah tidak muda lagi. "Aigoo, betapa menggemaskannya dia. Nathan, lihatlah, bukankah dia mirip seperti dirimu? Siapa namanya?"


"Namanya Xi Lucas, sedangkan yang perempuan Xi Laurent. Kau ingin menggendongnya juga?" tanya Nathan.


"Tentu," Hans mengangguk dengan mantap dengan tawaran Nathan.


Iapun langsung menerima Laurent dalam gendongannya. Dan sikembar kini berada dalam gendongan kakeknya. Viona tersenyum dengan bahagia melihat ayahnya yang tengah menggendong anaknya dengan pancaran kebahagiaan diwajahnya.


"Bukankah ini sangat luar biasa Oppa, akhirnya kita bisa memberikan seorang cucu. Appa, terlihat bahagia " ujar Viona yang kemudian dibalas anggukan oleh Nathan.


"Kau benar, kehadiran mereka membawa warna baru dalam hidupku. Terimakasih, Sayang," Nathan mengecup kening Viona penuh cinta.


"Sama-sama, Oppa. Rasanya aku tidak menyangka bisa melahirkan mereka dengan semangat. Andaikan saja Appa, Eomma dan Senna Eonni masih ada, pasti mereka akan sangat bahagia melihat cucu-cucunya lahir dengan sehat" jawab Viona dengan menggenggam tangan Nathan.


Nathan membalas genggaman itu. "iya mereka pasti bahagia melihat cucunya sudah lahir meskipun mereka tidak ada lahi, tapi aku yakin mereka melihatnya diatas sana," ujar Nathan kemudian memeluk Viona.


"Eemmm"


Tak berapa lama setelah kedatangan Hans, pintu ruangan Viona kembali dibuka dan menampilkan Bima, Henry dan Kakek Xi datang kesana.


"Huaaa... Sobat, aku ucapkan selamat untuk kalian berdua. Rasanya aku sampai ingin menangis saking bahagianya," ujar Bima lalu menyerahkan sebuket bunga pada Viona. Begitupun dengan Henry yang memberikan hadiah perlengkapan bayi pada mereka.


"Rasanya aku masih tidak percaya karna pada akhirnya bisa berkumpul kembali bersama kalian semua. Meskipun keluarga kita sudah tidak lengkap lagi, setidaknya kehadiran mereka berdua bisa mengobati rasa sakit kehilangan Senna Nunna," ujar Henry dengan tatapan sendunya.


"Sebaiknya jangan membahas sesuatu yang bikin menangis dihari yang bahagia ini. Tidak baik terlalu lama larut dalam kesedihan dan duka, karna semua yang terjadi pada kita adalah rencana Tuhan," Kakek Xi menepuk bahu Henry.


"Ya, Kakek memang benar. Oya, Itukah bayi kalian?" Tanya Henry sambil menunjuk pada Hans yang tengah menggendong bayi kembar Viona, Viona mengangguk mengiyakan.


"Paman, bolahkah aku menggendongnya?" Tanya Henry pada Hans.


Hans mengangguk. "Tentu saja boleh" Hans-pun akhirnya menggendong salah satu bayi adiknya tersebut.


"Astaga, betapa menggemaskannya mereka berdua. Baby Laurent lebih banyak mirip Viona, sedangkan Lucas banar-benar seperti Nathan versi kecil,"

__ADS_1


Suasana didalam ruangan terasa hangat mereka semua ikut merasakan kebahagiaan Nathan dan Viona yang sekarang sudah menjadi ayah dan ibu dari sepasang bayi mungil itu. Mereka juga tahu bagaimana perjuangan pasangan itu dalam memperjuangkan cinta mereka sampai sejauh ini.


.


Viona dan Nathan sekarang sudah tiba dirumah, dokter mengijinkan Viona untuk pulang mengingat kondisinya juga yang sudah hampir pulih. Laurent dan Lucas sama-sama tertidur lelap dalam gendongan kedua orang tua mereka.


"Selamat datang dirumah, Sayang" bisik Viona ketika akan menidurkan Laurent dibox bayi. Lalu beralih pada Lucas, sebuah kecupan hangat mendarat pada kening sang putra.


Setelah menidurkan si kembar, Viona membereskan barang-barang yang dibawanya kerumah sakit. Sedangkan Nathan terlihat kelelahan di sofa setelah beberapa hari ini menjaga mereka bertiga dirumah sakit ditambah lagi dengan pekerjaannya di kantor yang lumayan menumpuk.


"Oppa, sebaiknya kau tidur dikamar saja," ucap Viona menghampiri suaminya.


Nathan membuka kembali matanya yang sebelumnya terpejam. "Tidak apa-apa, Sayang. Sebaiknya aku membantumu beres-beres dulu. Kau terlihat sangat lelah,"


"Tidak perlu Oppa. Lagi pula bukan pekerjaan yang berat dan aku bisa melakukannya. Sebaiknya sekarang Oppa istirahatlah, sekaligus jaga Baby Xi," pinta Viona memohon.


Nathan mendesah berat. "Baiklah aku akan tidur sebentar. Kalau ada apa-apa bangunkan aku" Viona mengangguk.


"Pasti," jawabnya. Kecupan singkat itu Nathan layangkan pada kening Viona sebelum beranjak dan meninggalkannya.


Viona tersenyum melihat punggung Nathan yang semakin menjauh, ia begitu bahagia bisa mendapatkan suami sepertnya. Baik dan juga penuh dengan perhatian. Meskipun dari luar Nathan terlihat dingin dan kejam, tapi sebenarnya dia adalah sosok suami yang begitu hangat dan penuh dengan perhatian.


"Terima kasih Tuhan, Kau sudah memberikanku sebuah keluarga kecil yang bahagia. Semoga keluarga ini selalu berada dalam lindunganmu," gumam Viona.


.


"Kemari kalian, kalian harus menemaniku!!"


"KKYYYAA!! SETAN!!"


Satya, Rio dan Frans berteriak histeris ketika melihat sosok wanita berpenampilan mengerikan keluar dari sebuah kamar yang ada di kediaman Cherly sambil ngesot di lantai. Keringat dingin langsung mengucur deras dari kening ketiga pemuda tersebut.


Suasana yang sebelumnya sudah horror kian terasa horror saat penerang dalam ruangan tersebut tiba-tiba dimatikan, dan tak lama setelahnya, lagu Lengser Wengi terdengar menggema. Mereka tidak tau bagaimana lagu asal Indonesia yang terkenal sangat menyeram tersebut karna bisa memanggil hantu, tiba-tiba terdengar di rumah ini.


"Huaa.. Hahaha... Nenek hantu yang baik hati dan cantik meskipun sebenarnya wajahmu jelek. Kami ini anak-anak baik hati dan suka menabung. Tidak sombong meskipun sedikit nakal. Huhuhu. Jadi jangan makan kami," mohon Rio sambil menggosok-gosokkan kedua tangannya di depan hantu wanita tersebut.


Suasana horror langsung hilang begitu saja setelah penerangan dalam ruangan itu kembali di nyalakan. Sosok menyeramkan itu membuka wig panjangnya dan mendengus berat. "Dasar kalian ini, jelas-jelas ini aku!! Malah di kira hantu,"


Kedua mata ketiga pemuda itu membelalak saking kagetnya. "CHERLY NUNNA!!" dan mereka memekik sekecang-kencangnya. Bahkan Rio sampai terkencing di celana saking takutnya dia tadi.


"Apakah penampilan dan caraku ngesot sudah sangat meyakinkan?" tanya Cherly dengan mata berbinar-binar.


"Nunna!! Apa-apaan itu tadi? Kenapa kau berdandan mengerikan seperti itu? Apa kau tau, jika kami bertiga nyaris saja terkena serangan jantung dadakan karna ulahmu!!"


"HAHAHA!!" Cherly tertawa terbahak-bahak, entah kenapa dia begitu bahagia melihat mereka bertiga terlihat begitu ketakutan. Jika biasanya mereka yang menjahili, maka hari ini giliran mereka-lah yang dijahili. "Aku berdandan seperti ini tentu bukan tanpa alasan, malam ini kita akan beraksi. Ayo kita beri pelajaran pada sibrengsek itu,"


"SETUJU!!"


-

__ADS_1


Sebuah mobil.mewah terlihat memasuki halaman luas sebuah bangunan mewah yang memiliki tiga lantai. Dua orang pria, muda dan setengah baya terlihat melangkahkan kakinya memasuki mansion mewah tersebut. Dan kedatangan mereka langsung disambut hangat oleh sang tuan rumah.


"Paman, Jakson, kalian sudah datang. Masuklah," Nathan mempersilahlan.


Keduanya mengangguk. Mario Wang adalah saudara Nathan dari pihak Ibunya, dan Nathan baru saja mengetahui jila mendiang sang ibu ternyata memiliki seorang Kakak bernama Mario Wang.


Awalnya Mario juga tidak tau jika ternyata keponakannya tersebut masih hidup, karna yang terakhir dia dengar bayi yang dilahirkan oleh adiknya meninggal tak lama setelah kepergian sang Ibunya.


"Maaf, Nathan. Karna kami baru sempat berkunjung hari ini. Paman dan Jaksoon baru saja tiba di Korea pagi tadi,"


"Hn,"


"Oya, Hyung. Di mana sikembar? Aku ingin melihat mereka, apalah boleh?"


"Tentu, mereka ada di kamar utama. Aku akan mengantarkanmu menemui mereka." Jaksoon mengangguk.


Sudah lama Jaksoon merasa penasaran dengan wanita yang bisa meluluhkan hati dingin Nathan. Sebelum tau jika mereka ternyata bersaudara, Jaksoon dan Nathan sudah saling mengenal sebelumnya.


Nathan adalah senior Jaksoon ketika kuliah dulu, dan sedikit banyak Jaksoon mengenal bagaimana sifat pria bermarga Xi tersebut. Dia adalah tipe pria yang dingin dan jarang bersosialisasi. Nathan tidak memiliki banyak teman, dan satu-satunya orang yang bisa berteman manusia kutub itu hanyalah Bima.


Jika boleh jujur. Jaksoon sudah lama mengangumi sosok Nathan. Di saat semua orang menjauhinya karna dulu dirinya sangat cupu dan seorang kutu buku. Nathan justru datang dan mengulurkan tangan padanya. Dan kata-kata Nathan yang paling membekas dalam ingatan Jaksoon adalah


'Jangan pernah membiarkan orang lain terus menindas dirimu!! Karna jika sekali dibiarkan, maka akan ada yang kedua kali, ketiga kali dan seterusnya. Buktikan pada mereka jika kau bukanlah orang yang lemah, karna sesungguhnya hidupmu lebih berharga dari mereka semua'


Nathan-lha yang memberi motifasi pada Jaksoon untuk berubah dan menjadi seperti sekarang ini.


Nathan membuka pintu di depannya. Di dalam sana terlihat seorang wanita yang tengah sibuk mengurus kedua bayi kembarnya. Meskipun ini pertama kalinya, tapi Viona terlihat begitu cekatan seperti seorang profesional.


"Masuklah," Nathan mrmpersilahkan.


"OMO!!" dan nyari saja kedua mata Jaksoon terlepas dari tempatnya setelah melihat bagaimana rupa istri Nathan. Dan nyaris saja kedua mata Jaksoon melompat dari tempatnya saking terkejutnya. Jaksoon menghampiri Viona dan menegurnya. "Kau!! Bukankah kau adalah gadis barbar yang menabrak punggungku pagi tadi?" tuding Jaksoon sambil menunjuk Viona.


Wanita itu memicingkan matanya dan menatap Jaksoon penuh tanya. "Maaf, tapi aku rasa kita belum pernah bertemu sebelumnya. Sepertinya kau salah mengenali orang," terang Viona dan membuat kedua mata Jaksoon kembali membelalak.


"Apa?"


"Mungkin saja yang kau temui pagi ini bukan aku, tapi Luna!! Dia memang memiliki wajah yang sangat mirip denganku." Terang Viona.


"Luna?" sahut seseorang dari arah pintu. Sontak ketiga orang itu menoleh pada asal suara dan Hans berdiri di ambang pintu dengan wajah terkejutnya. "Viona, kau bilang siapa tadi?" tanya Hans, memastikan jika dia tidak salah dengar.


"Luna, Leonil Luna," jawab Viona sambil menatap lurus manik mata Ayahnya.


Tubuh Hans sedikit terhuyung kebelakang. 'Ya Tuhan, itu artinya putri bungsuku masih hidup.Luna, dia masih hidup!!'


-


Bersambung.


Maaf banget ya riders, karna Author up BAB barunya sedikit telat dan partnya juga pendek. Maklum, menjelang hari raya jadi sibuk banget myiapin ini dan itu. Harap dimaklumi, dan selama hari raya..mungkin Author Lusica cuma bisa up satu kali sehari. Sekali lagi maaf ya riders 🙏🙏🙏Semoga gak pada kecewa ya 🤗🤗.

__ADS_1


Oya dan nama Jonas, Author ganti jadi Jaksoon Wang.


Minal Aidzin Wall'faidzin, mohon maaf lahir batin 🙏🙏🙏.


__ADS_2