Istri Kecil MR. Arogant

Istri Kecil MR. Arogant
Season 2 (Bab 6) "Jurus Ajaib Trio Kadal"


__ADS_3

Hinggar bingar kehidupan malam yang begitu kental membuat orang-orang terhayut dan terjerumus kedalam suasana yang begitu memabukkan, kehidupan yang di tawarkan memang sangat mengiurkan.


Hingga banyak sekali orang yang berbondong-bondong mendatangi tempat yang menjadi pusat utama kehidupan surga dunia itu berada. Termasuk Zian dan para sahabatnya.


Club malam bagaikan rumah kedua bagi mereka ber 5, karna setiap malamnya mereka selalu berada di sana untuk melewati malam panjangnya bersama para wanita malam yang sangat mengairahkan.


Tak jarang mereka menyewa beberapa wanita hanya untuk memuaskan hasratnya saja. Dan dari ke 5 pria tampan itu. Hanya Zian yang belum pernah merasakan bagaimana nikmatnya surga dunia, padahal dia yang paling menonjol di antara para wanita.


Bahkan tanpa iming-iming lembaran won sekali pun. Pemuda itu mampu membuat mereka membuka lebar-lebar kedua kakinya, tapi sayangnya Zian selalu menolaknya.


" Emmppp.." Desahan panjang meluncur begitu saja dari bibir seorang wanita malam yang sedang memadu cinta bersama Adrian.


Wanita itu memagut kasar bibir Adrian dengan posisi berada di atas pangkuan pria itu. Tak ada penolakan dari Adrian, dia justru begitu menikmati ciuman tersebut, tak ingin di anggurkan. Kedua tangan Adrian itu meremas gemas gundukan milik wanita yang saat ini tengah berciuman panas dengannya itu.


Sementara Reno dan Simon hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat apa yang di lakukan oleh Adrian.


Dari kejauhan terlihat seorang wanita berpakaian super ketat dan mini, berjalan menuju tempat kedua pria itu berada.


Tanpa ragu sedikit pun, wanita itu menggalungkan tangannya pada leher Reno dan langsung mencium bibirnya singkat.


"Kau jahat Ren, mentang-mentang sudah mendapatkan yang baru. Aku kau lupakan." Ujar wanita itu manja.


Reno mengangkat dagu wanita itu menggunakan jarinya kemudian mencium dan ******* singkat bibir merahnya."Maaf, Sayang, aku lihat kau begitu asik dengan pelanggan-pelangganmu itu. Jadi aku tidak sampai hati jika harus mengganggumu." Tutur Reno sesaat setelah mengakhiri tautan bibirnya.


"Alasan."


"Ini." Reno memberikan segepok uang pada wanita itu membuat senyumnya merekah seketika.


"Banyak sekali? Apa semua ini untukku?" wanita itu menatap Reno tak percaya.


"Jadilah milikku malam ini , Sayang, kau bersedia bukan jika aku memintamu untuk memuaskanku?" Tanya Reno.


"Tentu saja, 7 ronde pun aku siap." Balasnya cepat.


Reno mendekatkan telinganya dan membisikan sesuatu di telinganya. "Aku sudah menyiapkan kamar untuk kita."


wanita itu tersenyum lebar dan mengangguk tipis.


"Baiklah, kaja."


Keduanya pun berjalan beriringan meninggalkan konter bar dan bergegas menuju kamar yang telah di sewa oleh Reno.


"Mau kemana bocah itu?" Tanya Zian yang baru saja tiba di sana bersama Luna.


"Kemana lagi, pasti menghabiskan malamnya bersama wanita itu." Balas Simon. Kedua mata Simon lantas membulat melihat siapa gerangan yang datang bersama Zian. "Omo, Nunna cantik, kau di sini juga. Kyyaaa. Aku senang melihatmu di sini," seru Simon dan langsung memeluk Luna dengan erat.


"Yakk!! Kau membuatku tidak bisa bernafas. Bocah aneh!! Lepaskan aku!!" teriak Luna histeris.


Zian mendengus berat. "Apa kau ingin membuat anak orang kehabisan nafas karna ulahmu ini? Lepaskan dia bodoh!!" tegas Zian. "Oya. Aku tidak melihat Seho Hyung, apa dia belum datang?" Tanya Zian lagi.

__ADS_1


"A-a-ku di si-ni,"


Sontak saja ketiga oranb itu menolehkan kepalanya setelah mendengar sahutan dari seseorang yang sangat mereka kenal. Kedua mata Zian membelalak seketika saat melihat kedatanganya.


"OmoHyung, your so beautiful." Puji Simon sedikit terkekeh.


"Yakkk!! Bocah berhentilah menertawakanku dan aku menjadi seperti ini itu semua karna dirimu juga, hilang sudah harga diriku sebagai Mr.Dolar." Sungut Seho kesal.


"Aisss, Nunna kau itu perempuan, jadi tidak patut marah-marah." Ucap Simon sambil menahan tawanya.


"Yakkk!! aku ini pria, kenapa kau memanggilku Nunna?" Pekik Seho dengan nada meninggi, untung saja suasana di sana sangat bising sehingga tidak ada yang mendengar teriakan kesal Seho.


"Kau sangat cantik, Hyung. Jujur, aku menjadi tertarik padamu. Kemarilah dan berfotolah denganku." Simon menarik lengan Seho sambil mengarahkan ponselnya ke atas.


"Terserah, lakukan saja apa yang kau inginkan. Aku tidak peduli lagi." Balas Seho dan berlalu begitu saja. Meninggalkan Zian, Simon dan Luna di sana.


Sedangkan Luna yang melihat sendiri kelakuan teman-teman Zian hanya bisa mendengus geli. Ternyata mereka tak ada bedanya dengan trio kadal, kelakuan mereka 11-12.


"Kau ingin minum apa?" pertanyaan Zian mengalihkan perhatian Luna. Gadis itu menoleh dan membuat kedua pasang mutiara berbeda warna milik mereka saling bersiborok.


"Wine saja," jawabnya.


"Akan ku pesankan untukmu," ucap Zian. Luna mengangguk sebagai jawaban.


Simon mendekati Luna sambil membawa minumannya. "Nunna-ya, melihat Zian Hyung di sini bersama seorang perempuan adalah sebuah keajaiban," Luna memicingkan matanya setelah mendengar apa yang Simon katakan.


"Zian hyung pernah dihianati oleh wanita yang sangat dia cintai. Wanita itu mencampakkan Zian hyung kemudian berkencan dengan sahabatnya sendiri. Parahnya lagi, Zian hyung melihat secara langsung ketika mereka sedang melakukan hubungan intim ketika dia mengunjungi kekasihnya. Zian hyung yang gelap mata langsung membunuh pria itu dan membuat mantan kekasihnya cacat seumur hidupnya," tutur Simon panjang lebar.


"Hah. Dia bisa berbuat segila itu?" Simon mengangguk.


"Ada dua hal yang paling Zian hyung di dunia ini, yakni ibu tirinya dan penghianatan. Zian hyung tidak akan segan-segan membantai siapapun yang berani menghianatinya. Beruntung ibunya mencegahnya, jika tidak.. pasti ayah dan ibu tirinya sudah binasah di tangannya,"


Luna meringis ngilu mendengar cerita Simon. Dia merasa ngeri sendiri setelah mendengar cerita pemuda itu. Ia benar-benar tidak menyangka jika ada sosok Iblis yang bersemayam dalam diri Zian, yang bisa bangkit kapan pun jika seseorang berani mengusik ketenangannya.


Bukan hanya wajah mereka saja yang bak pinang di belah dua. Bahkan sifat Zian dan Nathan pun sama saja, mereka sama-sama kejamnya dan berdarah dingin. "Nunna, diam!! Zian hyung datang, bisa-bisa dia mengurungku di kamar mandi jika dia mendengarkan aku membicarakannya," ujar Simon setengah berbisik.


"Minumanmu," Luna tersenyum kemudian mengambil wine itu dari tangan Zian.


"Gomawo, maaf jadi merepotkanmu," sesal Luna.


Zian menggeleng. "Tidak sama sekali," jawabnya. "Sepertinya kau tidak terusik sedikit pun dengan suasana di club ini, apa kau sudah sering datang ke tempat semacam ini?" tanya Zian.


Luna memainkan gelas wine-nya kemudian mengangguk. "Ketika aku masih berada di luar negeri, hampir setiap malam aku pergi ke club malam bersama teman-temanku untuk sekedar bersenang-senang saja," jawabnya.


Luna meneguk kembali winenya yang tinggal setengah hingga tandas tak tersisa. Tiba-tiba gadis itu bangkit dari duduknya. "Aku ketoilet dulu," Zian mengangguk sebagai jawabannya.


Luna menghentikan langkahnya saat iris coklatnya tanpa sengaja melihat keberadaan seorang wanita yang sangat-sangat familiar baginya. Wanita itu tengah bercumbu mesra dengan beberapa priadi sudut ruangan yang gelap.


Luna yang tidak tahan melihat kelakuan wanita itu pun memutuskan untuk menegurnya. "Oh!!Jadi begini ya kelakuanmu ketika di belakang kakakku?" ucap Luna yang sontak membuat kedua mata Miranda membelalak melihat keberadaan Luna di sana.

__ADS_1


"Lu-Luna?" serunya terbata.


"Bagus, Miranda!! Sungguh, aku sangat-sangat kagum padamu. Kau begitu hebat karna berhasil mengelabuhi Dean dan papa. Aku tidak akan tinggal diam. Aku akan melaporkan perbuatanmu ini pada Dean supaya dia memutuskanmu!!"


"Luna tunggu!!"seru Miranda dan bergegas mengejar Luna. "Aku mohon jangan, kau tau bukan, jika aku dan kakakmu saling mencintai. Kami berdua-"


"Persetan dengan cinta kalian. Kau... penghianat!!" Luna menunjuk Miranda tepat di depan wajahnya. "Tunggu saja bagaimana Dean akan meninggalkanmu!!"


"Jangan biarkan gadis ini pergi!!" teriak Miranda yang membuat beberapa orang langsung menghalangi langkah Luna. Miranda menyeringai. "Aku serahkan gadis ini pada kalian, dia masih perawan dan kalian bisa memilikinya," Miranda menyeringai.


Brakk..


Tubuh Luna terbanting ke atas meja karna dorongan keras seorang pria. Tapi Luna tak tinggal diam, Luna menendang pria itu tepat di juniornya. Pria itu berteriak dan menggerang kesakitan, dan satu tendangan lagi Luna layangkan pada uluh hatinya.


Tak terima teman-temannya di tumbangkan oleh Luna. Kelima rekannya yang lain maju bersama-sama untuk menyerang Luna. Kedua mata Luna membelalak.


Melihat jumlah dan postur tubuh mereka membuat Luna ragu jika dirinya akan menang, apalagi ruang geraknya sangatlah terbatas. Selain itu, sebagian tenaganya juga sudah setengah terkuras dalam perkelahian setengah jam yang lalu ketika membantu Zian.


Dan satu-satunya yang bisa dia harapkan adalah Zian. Luna hanya bisa berharap pada pemuda bermarga Qin tersebut.


BRUGG...


Dua diantara kelima pria itu itu tersungkur ke depan setelah mendapatkan tendangan pada punggungnya. Luna mengangkat wajahnya dan tersenyum lega. "Zian," serunya senang.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Zian memastikan. Luna mengangguk, meyakinkan jika dirinya baik-baik saja. Zian menarik Luna untuk berdiri di belakangnya. "Mundurlah, biar aku yang membereskan mereka," Luna mengangguk.


"TUNGGU!!" teriak tiga orang dari arah belakang. Sontak Zian menoleh dan mendapati tiga pemuda menghampirinya.


"Hyung, jangan habiskan mereka sendirian, biarkan kami membantumu," seru salah satu dari ketiga pemuda itu yang tak lain dan tak bukan adalah trio kadal.


"Rio, Satya, Frans, bagaimana mungkin kalian ada di sini?" tanya Luna pada ketiga pemuda itu. "Tunggu, apakah Nathan oppa tau?"


"Tentu saja tidak, jika dia sampai tau bisa-bisa kami di gantung hidup-hidup." Jawab Frans.


"Jurus monyet mencakar pohon kelapa,"


"Jurus bangau mencaplok ikan,"


"Jurus kerbau menyeruduk banteng,"


Zian menatap geli ketiga pemuda itu. Sedangkan Luna hanya bisa menepok jidatnya melihat kelakuan mereka bertiga. Bukannya bangga, Luna malah merasa malu dengan tingkah dan kelakuan mereka bertiga yang super aneh bin ajaib tersebut.


Tidak dapat di pungkiri bila mereka sangat unik dan langkah. Karna hanya ada satu di dunia pastinya.


"Hyung, Paman, kalian siap? SERANGGGG!!!"


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2