Istri Kecil MR. Arogant

Istri Kecil MR. Arogant
BAB 24 "Sah Menjadi Suami-Istri"


__ADS_3

Nathan membuka pintu mobilnya tidak sabaran setelah menghentikan mobil sport mewahnya di halaman rumah Viona. Nathan segera turun dan bergegas masuk kedalam rumah milik gadis itu untuk memastikan keadaannya. Nathan takut jika Leo menyakitinya lebih dari yang dia bayangkan.


"Viona,"


Suaranya mengalihkan perhatian tiga orang gadis yang sedang berkumpul diruang tamu. Sunny dan Kirana langsung bangkit dari duduknya melihat kedatangan Nathan. Mereka tidak mungkin salah ingat, dia adalah pria yang sama seperti yang mereka lihat malam itu "Kiran... dia 'kan??"


"Sunny, apakah aku bermimpi bisa bertemu Mr.Ice super tampan ini."


"Bumi memanggil kita, Kirana."


Viona mendengus geli, kemudian gadis itu mencipratkan air kewajah Kirana dan Sunny agar kedua sahabatnya itu bisa segera sadar dari lamunannya. "Jaga mata dan bibir kalian, dia itu calon suamiku, jadi jangan coba-coba untuk melirik apalagi mengganggunya." ujar Viona. Viona sangat mengenal kedua sahabatnya itu. Mereka adalah playgirl kelas kakap jadi tidak bisa melihat yang bening sedikit.


"Apa bajingan itu menyakitimu?" tanya Nathan memastikan, kecemasan terlihat jelas dari raut wajah dan sorot matanya. Viona menggeleng.


"Hanya pergelangan tanganku yang sedikit membiru," Viona mengangkat tangan kanannya dan menunjukkan pada Nathan.


"Bajing** itu, berani-beraninya dia!!" geram Nathan penuh amarah. Melihat sorot mata Nathan membuat Kirana dan Sunny merinding, mereka merasa seperti sedang uji nyali.


"Oppa, aku sudah mengakhiri hubunganku dan pria itu," ucap Viona dengan semyum mengembang di sudut bibirnya.


Nathan langsung mengangkat wajahnya dan menatap Viona tidak percaya. "Aku mengatakan yang sebenarnya,Oppa. Aku sudah tidak tahan dengan sikapnya. Dan mulai sekarang kita tidak perlu bersembunyi-sembunyi dengan hubungan ini." Ujarnya tersenyum.


Nathan meraih tengkuk Viona dan melum** bibirnya. Nathan tidak dapat menyembunyikan kebahagiannya mengetahui jika hubungan Viona dan Leo sudah berakhir, dan artinya jika gadis itu kini hanya miliknya. Sementara itu, Sunny dan Kirana hanya bisa terdiam melihat apa yang mereka lakukan sampai akhirnya..... "KKKYYYAAAAA!! MEREKA MESUM." jerit Sunny dan Kirana lalu melesat pergi. Mereka berdua tidak ingin menjadi obat nyamuk bagi Nathan dan Viona.


Nathan melepaskan tautan bibirnya dan menatap Viona yang juga menatapnya. Nathan tersenyum kemudian membawa gadis itu ke dalam pelukkannya. Dia merasa sangat bahagia karna sekarang Viona hanya miliknya, dan Nathan berencana akan menikahinya dalam waktu dekat.


-


Hari ini adalah hari Viona libur bekerja dan waktu liburnya itu dia manfaatkan untuk bersantai di rumahnya dan bersih-bersih. Karna setelah satu minggu bekerja, hanya akhir pekan ia memiliki waktu untuk beristirahat dan merawat rumahnya.


Gadis itu memandang ponselnya dan mendesah berat, sudah lebih dari tiga hari Nathan tidak ada kabar sama sekali. Ponselnya tidak pernah aktif ketika Viona mencoba untuk menghubunginya. Dia tau jika Nathan adalah orang yang sangat sibuk dan Viona mencoba untuk memakluminya. Meletakkan kembali ponselnya di atas meja, Viona melanjutkan kegiatan bersih-bersihnya.


Tokk!! Tokk!! Tokk!!


Ketukan pada pintu mengalihkan perhatian Viona yang sedang sibuk bersih-bersih, Gadis itu beranjak dan berjalan menuju pintu untuk melihat siapa tamunya yang datangl "Oppa." Sebuah pelukan hangat langsung menyambutnya, Viona tersenyum dan membalas pelukan orang itu yang pastinya adalah Nathan.


"Aku merindukanmu, Sayang." ucap Nathan sambil mengecup singkat bibir Viona.


"Aku juga sangat merindukanmu, dan apakah kau sesibuk itu sampai-sampai kau tidak memiliki waktu untuk menghubungiku?" Viona mengangkat wajahnya dan menatap lurus mata coklat Nathan. "Kau tau? Aku hampir gila karna merindukanmu."


Nathan terkekeh. "Maaf, Sayang," Nathan kembali mengecup singkat bibir Viona sebagai permintaan maafnya. "Banyak sekali masalah yang terjadi akhir-akhir ini. Jangankan untuk menghubungimu, memegangng ponsel saja aku tidak bisa, aku sungguh-sungguh minta maaf untuk itu," ucap Nathan penuh sesal.


"Oppa ini?" Viona terkejut melihat perban melilit kening Nathan dengan bercak darah tepat di atas alis kanannya yang menandakan jika luka itu masih sangat baru. "Kenapa kau bisa terluka begini?"

__ADS_1


"Aku mengalami kecelakaan kecil saat dalam perjalanan kesini, mobilku dihadang oleh beberapa perampok yang mencoba mengambil harta bendaku dan kami terlibat perkelahiaan. Tapi kau tidak perlu cemas, Sayang. Sungguh aku baik-baik saja." Katanya meyakinkan.


Dan bukan hanya kening kanan Nathan saja yang terluka tapi juga lengan kiri atasnya dan itu lengan kemejanya yang robek. Darah segar tampak menodai kemeja dan vestnya.


"Oppa, pakaianmu kotor. Sebaiknya kau ganti dengan kemejamu yang masih tersimpan di rumah ini, aku akan mencuci kemeja dan vest-mu yang kotor ini."


Nathan menggeleng. "Tidak perlu, hanya sedikit saja nodanya. Kau sudah sarapan? Aku membawakan makanan untukmu." Nathan mengangkat tangan kirinya menunjuk bingkisan yang dia bawa.


"Baiklah, kita sarapan sama-sama." Ucap Viona yang kemudian di balas anggukan oleh Nathan.


Setelah sarapan, Nathan membawa Viona untuk menemui kakaknya dan memperkenalkan dia sebagai calon menantu keluarga Lu. Nathan tidak merasa ragu meskipun pada kenyataannya dia masih memiliki ikatan dengan Cherly. Wanita itu begitu keras kepala dan menolak meskipun sudah berkali-kali Nathan memutuskan hubungan mereka.


Viona tak berkedip sedikit pun saat Nathan menghentikan mobil mewahnya dihalaman luas sebuah mansion mewah yang berdiri kokoh beberapa meter di depan sana. Viona segera keluar dari mobil Nathan dan menghampiri laki-laki itu.


"Oppa, rumah siapa ini? Dan untuk apa kita datang kemari?" bingung gadis itu bertanya. Viona menggulirkan pandangannya pada Nathan yang tengah mengulum senyum tipis..


"Milik keluargaku dan aku akan memperkenalkanmu sebagai calon menantu keluarga Lu,"


"Apa!!"


-


Kedatangan Viona disambut hangat oleh kakak Nathan. Dan Viona tidak menyangka jika Senna dan Nathan adalah kakak beradik. Dan artinya saudara bungsu yang akan Senna kenalkan padanya hari itu adalah Nathan. Viona menutup wajahnya yang memerah karna malu saat Senna mengungkit tentang tawarannya pada hari itu.


"Kakak, cukup!! Jangan menggodanya lagi." seru Nathan seraya mendaratkan pantatnya disamping Henry.


"Oya, Paman. Ngomong-ngomong apa yang terjadi pada kening dan lengan kirimu? Kenapa sampai diperban seperti itu?" tunjuk Rio pada lengan dan kening Nathan yang tertutup perban.


Rupanya Nathan masih belum menceritakan insiden kecil yang ia alami pagi ini pada keluarganya. Jadi pantas jika mereka merasa bingung sekaligus cemas. Mewakili Nathan, Viona-lah yang akhirnya menceritakan insiden kecil yang Nathan alami. Meskipun sempat merasa cemas, tapi mereka bernafas lega karna Nathan baik-baik saja.


Melihat kepribadian Viona yang hangat dan lembah lembut membuat Henry berfikir jika hanya gadis itulah yang pantas bersanding dengan Nathan yang memiliki hati sedingin es, selama ini hidupnya hampir didedikasikan untuk membalaskan dendam kedua orang tuanya yang dibantai ketika dia masih kecil. Tidak ada sisi hangat lagi di dalam diri Nathan.


Trakk!!


Henry meletakkan cangkir tehnya diatas meja lalu mengulirkan pandangannya pada Nathan dan Viona. "Jika kalian memang saling mencintai dan sudah merasa cocok kenapa tidak langsung menikah saja?"


Senna mengangkat wajahnya setelah mendengar ucapan Henry. "Aku sependapat dengan Henry, dan aku rasa usia kalian juga sudah sama-sama matang untuk membina rumah tangga." ujarnya menimpali. "Bagaimana menurutmu?" Senna menatap Nathan dengan serius.


"Aku sih tidak ada masalah, bila Viona juga setuju kenapa tidak?"


"Aku-"


"Vio, dengarkan Kakak. Kakak rasanya ini saatnya kau mengakhiri kesendirianmu. Selama ini kau selalu hidup dalam kesepian dan kau selalu bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupmu. Kau membutuhkan seseorang sebagai sandaran dan yang bisa melindungimu, kau membutuhkan kehangatan sebuah keluarga. Kakak tau jika hubunganmu dan Nathan baru saja berjalan, dan kalian belum saling mengenal satu sama lain.

__ADS_1


Kau belum mengenal Nathan secara keseluruhan dan begitu pun sebaliknya. Meskipun Nathan adalah pria berdarah dingin namun sebenarnya dia adalah pria yang baik, bukan maksud Kakak ingin memuji nya. Kakak hanya mengatakan sebuah kenyataan. Jadi fikirkan baik-baik, kami akan memberimu waktu dan Kakak sangat berharap kau mau menjadi bagian keluarga ini." tutur Senna panjang lebar.


Viona terdiam untuk beberapa saat setelah mendengar ucapan Senna. Memang benar apa yang Senna katakan, ia membutuhkan pendamping yang bisa selalu menjaga dan melindunginya setiap saat. Meskipun ia dan Nathan belum lama saling mengenal dan hubungan mereka baru berjalan seumur jagung, tapi Viona tidak merasa ragu dan yakin jika Nathan adalah pilihan terakhir yang Tuhan berikan untuknya.


Viona menarik nafas panjang dan menghelanya. "Aku mau menikah dengan Nathan Oppa,"


.


.


Malam sudah semakin larut namun Viona masih saja terjaga. Karna tidak bisa tidur, Viona memutuskan untuk pergi kebalkon untuk melihat bintang.


Hawa dingin membuat Viona sedikit menggigil, ia menyesal karna tidak membawa mantel hangatnya. ia terlalu malas untuk kembali kedalam hanya untuk mengambil mengambil mantel hangatnya. Cuaca malam ini sangat bersahabat. Langit terlihat bersih tanpa awan, bintang bertaburan dan berkerlip indah diatas sana dengan bulan yang berpendar di atas tahtanya.


Gadis itu terlonjak kaget saat merasakan sepasang tangan memeluknya dari belakang. Tanpa melihatnya pun tentu Viona pasti tau siapakah gerangan yang memeluknya itu. "Oppa, kenapa bangun?"


"Bagaimana aku bisa tidur jika pengantinku saja tiba-tiba menghilang." Viona terkekeh.


Gadis itu menurunkan tangan Nathan dari perutnya kemudian berbalik dan posisi mereka kini saling berhadapa. "Begitukah?" Nathan mengangguk. Laki-laki itu meraih dagu Viona dan melum** singkat bibirnya.


"Jangan pernah menghilang lagi dari jangkauan mataku walaupun hanya satu detik saja." pintanya kemudian mencium kembali bibir Viona dan sedikit melum**nya.


Viona tidak menyangka jika Nathan menikahinya beberapa jam setelah mendengar jawaban darinya. Meskipun mereka menikah secara sah, namun pernikahan mereka dilakukan dengan sangat sederhana tanpa ada pesta dan tamu undangan. Yang menyaksikan pernikahan mereka hanyalah keluarga dan orang-orang terdekat saja. Nathan juga menghadirkan kedua sahabat Viona.


Mungkin terdengar aneh mengingat jika keluarga Nathan adalah keluarga berada. Seharusnya pernikahannya di lakukan secara megah dan meriah dengan dihadiri ribuan tamu undangan. Tapi menurut Nathan itu terlalu lama dan terlalu banyak memakan banyak waktu untuk mempersiapkannya. Sedangkan Nathan sudah tidak bisa menunggu lebih lama untuk hidup bersama dengan wanita tercintanya.


Viona tidak merasa sedih ataupun menyesal meskipun pernikahannya tanpa pesta yang meriah, baginya itu semua tidaklah penting. Gaun pengantin yang cantik, cincin berlian yang super mewah dan mahal, Baginya semua itu hanyalah sebuah simbol. Viona tidak membutuhkan itu semua, yang ia butuhkan hanyalah kehadiran Nathan disisinya. Karna tanpa mempelai pria, maka apa artinya sebuah pernikahan.


Nathan melepaskan tautan bibirnya lalu menarik Viona kedalam pelukannya , membiarkan gadis itu bersandar padanya. "Oppa." panggil Viona tanpa merubah posisinya.


"Hm."


"Bagaimana dengan gadis bernama Cherly itu? Pasti dia akan sangat sakit hati jika mengetahui kau sudah menikahiku!" Viona mengangakat wajahnya dari pelukan Nathan dan menatap lurus mata coklat laki-laki yang sejak beberapa jam lalu telah resmi menjadi suaminya.


"Kau tidak perlu memikirkan hal itu, aku yang akan mengurus dia. Ini sudah hampir tengah malam, sebaiknya kita masuk dan tidur. Aku sangat lelah, Sayang." Viona mengangguk tanpa perlawanan.


Viona merasa beruntung di miliki laki-laki seperti Nathan. Bahkan Nathan tidak memaksa untuk melakukannya meskipun mereka kini telah resmi menjadi suami-istri. Nathan berkata akan sabar menunggu sampai Viona benar-benar merasa siap dan itu membuatnya terharu.


Seperti Nathan yang bersumpah akan selalu menjaga cinta mereka, Viona pun akan melakukan hal yang sama. Menjaga cintanya dan Nathan, dan tidak akan membiarkan seorang pun berusaha untuk menghancurkan kehangatan cinta mereka.


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2