Istri Kecil MR. Arogant

Istri Kecil MR. Arogant
Season 2 (Bab 90) "ATM Berjalan"


__ADS_3


Riders, jangan lupa baca juga ya new novel Author yang judulnya ETERNAL LOVE (CINTA TERLARANG IBLIS DAN PUTRI LANGIT) tinggalkan like koment juga. 🙏🙏🤗🤗


-


"Luna,,,"


Geraman tertahan terdengar keluar dari bibir Zian. Ia memandangi wajah istrinya yang terlihat seolah-olah tidak bersalah itu. Oh jika seandainya situasinya berbeda mungkin ia akan menerkam wajah sok polos istri cantik itu. Tapi, kali ini ia bahkan tidak memiliki niatan sedikitpun karena terlalu kesal.


"Ayolah, Oppa," rengek Luna memohon. Wanita itu terlihat mengedip-ngedipkan kedua matanya, membujuk supaya Zian mau menuruti keibginannya. "Bukan untukku, setidaknya untuk dia?" ucapnya sambil menunjuk perut buncitnya.


Zian mendengus berat. "Sekali tidak tetap tidak, Luna!! Kenapa kau semakin keras kepala sekali, sih?" Zian mulai merasa frustasi karena sikap keras kepala istrinya.


"Tapi bukan aku yang menginginkannya, tapi anak ini. Dia ingin bercengkrama dengan, Papanya dan lebih dekat dengannya."


Zian mengusap kasar wajahnya. Dia benar-benar frustasi setengah mati. Luna begitu keras kepala. "Dan berhentilah menggunakan dia sebagai alasan, Luna Qin. Kita bisa melakukannya kapanpun tapi tidak untuk saat ini. Kondisimu sedang tidak dalam keadaan yang baik dan aku tidak ingin menyakitinya. Sebaiknya kau tidur saja," Zian menyambar bantal miliknya lalu membawanya keluar.


Luna mencerutkan bibirnya. Lagi-lagi Zian menolak untuk melakukannya padahal dia begitu menginginkannya. Lagipula mereka tidak mungkin menyakitinya jika melakukannya secara pelan dan hati-hati, tapi lagi-lagi Zian malah menolak untuk melakukannya.


"Dasar menyebalkan, lihat saja nanti. Oppa, aku pasti akan balas dendam padamu. Aku akan mendiamimu selama tujuh hari tujuh malam," seru Luna dengan suara sedikit meninggi siapa suaranya bisa di dengar oleh Zian.


Namun tak ada respon. "Dasar, Zian Qin menyebalkan!!!" teriak Luna meluapkan kekesalannya, namun lagi tidak ada respon. Zian benar-benar mengabaikan dirinya. "Ya sudah, terserahlah." Kemudian Luna membaringkan tubuhnya lalu menyelimuti sekujur tubuhnya dengan selimut tebal miliknya. Dia terlelap beberapa menit kemudian.


Selang tiga puluh menit. Zian kembali ke kamar dan mendapati Luna sudah tertidur pulas. Zian mendengus geli melihat tubuh istrinya yang terbungkus selimut tebal, dan jika di lihat, Luna mirip ulat raksasa.


Zian mendekati Luna kemudian ikut berbaring di sampingnya. Sebuah kecupan Zian daratkan pada kening sang istri dan menempelkan bibirnya lama-lama di sana. Sebenarnya Zian tidak ingin bersikap keras pada Luna, tapi jika Zian tidak tegas, pasti Luna akan tetap memaksa mengingat bagaimana keras kepalanya wanita itu


Apapun permintaan Luna pasti akan Zian kabulkan, tapi asalkan bukan yang satu itu. Dia tidak ingin menyakiti janin di dalam perut Luna, itulah kenapa Zian menolaknya.


-


Malam sudah semakin larut dan jam dinding sudah menunjuk angka 01.00 dini hari. Di sebuah ruangan yang lampunya telah di matikan sejak satu jam yang lalu. Terlihat seorang pria duduk berhadapan dengan laptopnya yang menyala terang.


Jari-jari besarnya terlihat menari dengan sangat lincah di atas keyboard. Sepasang mutiara abu-abunya fokus pada layar monitor di depannya yang hampir seluruh layarnya di penuhi tulisan super kecil berwarna merah. Dan tanpa di jelaskan lebih dalam lagi,bpasti semua orang juga tau apa yang sedang pria itu kerjakan.


Iris abu-abunya kembali memandang serius ke monitor. Tangannya dengan lincah menari diatas keyboard, sesekali tangan kanannya itu berpindah memegang mouse yang ada di sebelah keyboard.

__ADS_1


Tiba-tiba jari-jarinya berhenti menekan tombol-tombol yang ada di keyboard.


"Finaly," gumamnya.


Detik berikutnya, jarinya itu menekan tombol 'Enter' dengan semangat. Setelah menunggu loading yang cukup lama, monitor komputer itu memperlihatkan dua kata berwarna merah terang.


Hacking Success


Bibirnya pun menyeringai puas. Mematikan laptopnya. Kemudian pria itu bangkit dari kursinya dan melenggang pergi meninggalkan ruangan gelap tersebut. Namun langkahnya terhenti ketika mata abu-abunya melihat siluet seorang wanita dengan perut membuncit keluar dari kamar dan tampak kebingungan seperti mencari sesuatu.


Pria itu yang pastinya adalah Zian menutup pintu di belakangnya kemudian menghampiri Luna. "Kenapa kau bangun?" tanya Zian sesaat setelah dia berhadapan dengan Luna.


Luna mengucek matanya dan rasa kantuk masih terlihat jelas pada raut wajahnya. "Aku haus dan ingin mengambil minum. Oppa, kenapa kau belum tidur?" tanya Luna penasaran .


"Aku baru saja menyelesaikan pekerjaanku. Tunggulah di dalam dan aku akan mengambilkan air putih untukmu," ucapnya. Luna mengangguk.


Tak sampai lima menit Zian sudah kembali sambil membaca segelas air putih yang kemudian dia berikan pada Luna. "Setelah ini tidurlah lagi, ini masih malam," pinta Zian.


"Oppa, jadi kau sudah tidak marah lagi padaku?" tanya Luna memastikan.


Luna menutup matanya begitupula dengan Zian. Dan dalam hitungan detik saja keduanya sudah terlelap dalam mimpinya.


-


Enam bulan sudah Zian menghilang tanpa jejak dan hal itu membuat Soojin menjadi sangat frustasi. Soojin sudah berusaha menemukan keberadaannya tapi mantan suaminya itu bak lenyap di telan bumi. Tak ada yang tau keberadaan Zian saat ini.


Dan bukan Soojin namanya jika dia menyerah begitu saja. Saat ini wanita itu tengah bersama trio kadal. Darinya dia mencoba mengorek informasi mengenai keberadaan Zian saat ini, karena Soojin sangat yakin jika mereka pasti tau di mana Zian saat ini berada.


"Bukankah kami sudah bilang kalau kami tidak tau!! Kenapa, Bibi masih tidak percaya juga. Sampai ayam beranak katak, seandainya tau pun kami tidak mungkin memberitahumu!!" tegas Rio.


"Aku akan memberi kalian uang yang sangat banyak jika kalian mau memberitahuku di mana, Zian berada saat ini," Soojin menyeringai. Menatap ketiganya bergantian.


Dan Soojin berani bersumpah jika mereka akan membuka mulut setelah diiming-imingi dengan uang yang banyak mengingat bagaimana mata duitannya mereka bertiga.


"Uang?" kedua mata Rio langsung berbinar ketika mendengar kata uang.


Soojin mengangguk. "100 juta dolar, aku akan memberi kalian 100 juta dolar jika kalian mau memberitahuku di mana Zian dan istrinya saat ini mereka berada."

__ADS_1


"Baik, kami akan memberitahumu," seru Rio dan sontak membuat kedua mata Frans dan Satya membelalak sempurna.


"RIO!!"


"Bagus sekali. Cepat katakan di mana mereka sekarang?" tanya Soojin sekali lagi.


"Aku akan memberitahumu setelah kau berikan uang itu padaku. Karena jika tidak maka kesepakatan kita aku anggap batal!"


"Rio, aku dan Frans akan mengantungmu hidup-hidup jika kau sampai memberi tau perempuan ini kemana sebenarnya mereka pergi," ancam Satya bersungguh-sungguh.


"Jangan dengarkan mereka, sebaiknya segera beritahu aku jika kau memang menginginkan uang yang sangat banyak," seru Soojin.


"Aku-"


"Ini uangnya. Sekarang katakan di mana mereka sekarang?"


Rio menatap Soojin dengan seringai misterius. Sedangkan Frans dan Satya ketar-ketir, mereka takut jika Rio benar-benar akan memberitahu Soojin dimana Zian dan Luna saat ini."Belanda, saat ini paman Zian dan bibi Luna berada di Belanda. Jika kau ingin menemukan mereka pergilah ke Amsterdam, aku akan memberikan alamat tempat tinggal mereka padamu,"


Rio mengerlikan mata pada kedua paman kecilnya. Lagipula Rio tidaklah sebodoh itu yang akan menjerumuskan Zian dan Luna ke dalam masalah karena wanita ular yang bernama Lee Soojin tersebut.


"Rio, kau membuatku hampir mengalami serangan jantung dadakan saja. Aku pikir kau benar-benar akan memberi tau wanita ular itu di mana Zian Hyung dan Luna Nunna sekarang berada,"


"Hahaha. Aku tidaklah segila itu, Paman. Lagipula mana mungkin aku memberi tau wanita itu di mana mereka saat ini berada Biarkan saja ular betina itu berkeliling Amsterdam mencari keberadaan mereka," tutur Rio.


"Ngomong-ngomong, mengenai alamat yang kau berikan itu tadi dari mana kau mendapatkannya? Dan jika kami boleh tau memangnya alamat siapa itu? Jangan bilang kau hanya mengarang saja?"


Rio menggeleng. "Tentu saja tidak. Itu adalah alamat rumah sakit jiwa. Dan apa kalian tau? Setiap orang yang datang ke sana pasti akan di kira gila, dan pasti kalian mengerti apa yang akan terjadi selanjutnya? Paman, sebaiknya kita lupakan tentang betina itu. Bagaimana kalau sekarang kita pergi dan menggunakan uang-uang ini untuk bersenang-senang?" usul Rio dan menatap keduanya bergantian.


Frans dan Satya saling bertukar pandang dan kemudian keduanya mengangguk dengan sangat kompak. "SETUJU!!!"


"Yeeee.... Tunggu apa lagi, ayo kita berangkat," seru Rio begitu bersemangat.


Mereka akan memakai uang-uang itu untuk bersenang-senang. Masa bodoh dengan Nathan yang mencabut semua fasilitas mewahnya dan belum di kembalikan sampai sekarang. Karena mereka selalu memiliki seseorang yang bisa mereka gunakan sebagai ATM berjalan.


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2