Istri Kecil MR. Arogant

Istri Kecil MR. Arogant
Season 2 (Bab 49" "Soojin Dalam Masalah Besar"


__ADS_3

Riders tersayang, baca juga novel terbaru Author yang judulnya TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM jangan lupa untuk meninggalkan like koment juga ya riders.


-


Sebuah mobil sport mewah terlihat melaju kencang pada jalanan yang sedikit legang. Sepasang mutiara hitam sosok wanita yang duduk di balik kemudi fokus pada jalanan beraspal di depan sana.


Awalnya semua berjalan baik-baik saja dan dia bisa mengemudikan mobilnya dengan tenang sampai akhirnya muncul mobil lain yang di tumpangi sedikitnya empat orang perempuan muda.


Soojin menambah kecepatan pada laju mobilnya dan bermaksud untuk menyalip mobil didepannya, tapi tiba-tiba muncul mobil lain dari arah samping dan menyalip.


Hingga mau tidak mau Soojin mengurangi kecepatan pada laju mobilnya karna dia tidak ingin mengalami insiden yang nantinya akan merugikan dirinya sendiri.


Dan kesabaran Soojin benar-benar di uji saat salah satu dari kedua mobil yang ditimpangi oleh para perempuan tiba-tiba saja berhenti hingga nyaris membuat Soojin celaka.


Tiga orang gadis terlihat keluar dari mobil tersebut dan menghampiri mobil Soojin. Salah satu dari ketiga perempuan itu mengetuk kaca mobil Soojin membuat wanita itu mau tidak mau membuka kaca mobilnya.


"Bibi, mobil kami tiba-tiba mogok. Bisakah kau memberikan kami tumpangan?" ucap perempuan itu 'Erika'


"Kalian cari tumpangan mobil lain saja, karna aku sedang terburu-buru,"


"Sayangnya kami tidak suka penolakkan!!" sahut sebuah suara dari arah kanan Soojin. Tampak sosok Zifanya duduk dengan nyawan di sana.


"Kau!! Apa yang kau lakukan? Memangnya siapa yang memberimu ijin untuk masuk dan menumpang ke dalam mobilku? Turun!!" perintah Soojin seolah-olah peritahnya mutlak dan tak ingin di bantah.


Ctrekk..


Kedua mata Soojin membelalak saat dia merasakan sesuatu yang keras menempel pada kepala belakangnya."Jalankan saja mobilnya dan jangan banyak bicara!!" hardir Kaira dengan nada tajam.


"Ba-baik,"


Dengan gemetar. Soojin menghidupkan mesin mobilnya. Mobil mewah keluaran terbaru itu mulai berjalan dan melaju di jalan raya yang tampak sedikit legang. Sesekali Soojin menoleh dan menatap tiga perempuan asing yang saat ini membajak mobilnya.


"Perhatikan jalannya. Apa kau ingin membuat kami celaka?" sinis Erika yang duduk di belakang bersama Kaira.


Tiba-tiba mobil yang tadi ditumpangi oleh ketiga perempuan itu menyalip dari samping kanannya. Tiga perempuan yang menjadi penumpang mobil tersebut terlihat melambaikan tangannya pada Soojin.


"BIBI!! KAMI PERINGATKAN PADAMU. SEBAIKNYA KAU BERHATI-HATI DENGAN KETIGA GADIS ITU. MEREKA ADALAH PSYCHO GILA YANG SUKA MEMUTILASI TUBUH MANUSIA!! JADI BERDOA SAJA SUPAYA PENYAKIT GILA MEREKA TIDAK KAMBUH. HAHAHA!!" teriak salah satu dari ketiga perempuan itu sambil melambaikan tangannya pada Soojin.


"Apa?" sontak saja Soojin menoleh dan menatap ketiganya bergantian.


Glukk..!!


Susah payah Soojin menelan salivanya. Tiba-tiba bulu kuduknya berdiri. Jika memang benar apa yang ketiga perempuan itu katakan, maka itu artinya hidupnya sedang berada dalam bahaya. Tidak,, tidak,, tidak,, Soojin menggeleng.


"Berfikir, Lee Soojin, berfikir," ucap Soojin membatin.

__ADS_1


Soojin sedang memutar otaknya supaya dirinya bisa segera terbebas dari ketiga perempuan tak jelas ini. Soojin tidak ingin terjebak dan berurusan dengan mereka bertiga.


"Jangan coba-coba bermain konspirasi dengan kami jika kau tidak ingin tangan dan kakimu terpisah dari tubuhmu. Sebaiknya menurut saja dan ikuti arahan jika kau ingin selamat!!" tegas Zifanya seraya menodongkan senjatanya pada Soojin yang sedang gemetar ketakutan


"Oke,, oke... Tapi jangan sakiti aku, aku mohon!!" Soojin terlihat tak berlutik dihadapan ketiga perempuan itum


"Maka dari ini jadilah kelinci yang menis dan penurut!!" Erika menepuk bahu Soojin seraya menyeringai tajam.


"Oya, aku akan menelfon ketua dan memberitaunya jika ulat betina ini sudah berada di tangan kita," lanjut Zifanya dan kemudian menghubungi Luna.


Dan mereka bertiga sangat yakin jika Luna akan sangat senang mendengar kabar menggembirakan ini.


-


Ting...


Luna yang sedang asik berbincang dengan Zian terlonjak kaget setelah satu pesan masuk ke dalam ponselnya. Buru-buru Luna membuka pesan tersebut. Matanya membelalak dan dia nyaris berteriak kegirangan. Tapi untungnya dia masih bisa mengontrol diri.


"Pesan dari siapa? Kenapa kau terlihat begitu girang?" Zian memicingkan matanya dan menatap Luna penasaran.


Luna menunjukkan ponselnya pada Zian, bermaksud supaya Zian membaca sendiri pesan tersebut. Dahi Zian menyernyit hingga muncul perempat siku-siku. "Apa sebenarnya maksud dari pesan tersebut?" tanya Zian masih tidak mengerti.


Luna menarik nafas panjang dan menghelanya."Sebelum aku menjawab pertanyaanmu. Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan dan aku ingin kau menjawab dengan jujur," Zian semakin penasaran. Dia tidak pernah melihat Luna seserius ini sebelumnya.


"Tentang apa?"


"Aku masih tidak mengerti apa yang kau bicarakan?"


"Black Lady. Aku yakin kau pasti pernah mendengarnya. Sekumpulan wanita yang mendapatkan julukan Queen Of Mafia. Satu-satunya kelompok Mafia wanita yang berhasil mencetak rekor dalam sejarah dunia bawah."


"Mereka berhasil menghilangkan tiga ratus nyawa selama beberapa bulan saja dan lima diantaranya adalah boss besar Mafia yang paling berkuasa dan ditakuti di daratan Inggris. Dan aku adalah Leader dari Black Lady!!"


Dan Zian hanya mampu terbungkam setelah mendengar apa yang baru saja Luna sampaikan. Otaknya mencoba mencerna dan memahami apa yang wanita itu sampaikan.


"Dan saat ini mantan istrimu itu ada di tangan mereka!!"


Zian tersentak. Pemuda itu mengangkat wajahnya dan menatap Luna penasaran."Apa kau bilang?" Luna mengangkat bahunya acuh.


Wanita itu berjalan kearah jendela terbuka yang ada di sisi kanan tempat tidur Zian."Aku tidak tau bagaimana nasib wanita itu jika saja penyakit Psychopath-nya sampai kambuh. Mungkin dia akan berakhir mengenaskan,"


"Lalu kenapa kau bertindak sampai sejauh ini, Lun?"


"KARNA AKU TIDAK INGIN ADA ORANG KETIGA DALAM PERNIKAHAN KITA!!" tegas Luna dengan suara sedikit meninggi. Wanita itu menundukkan wajahnya.


"Jujur saja, Zian. Aku merasa sangat takut. Aku takut jika kemunculan wanita itu akan membuatmu goyah. Bagaimanapun juga dia adalah bagian dari masalalumu. Wanita yang pernah mengisi hari-harimu."

__ADS_1


"Aku takut jika keberadaanku disisimu lambat laun akan terkikis oleh keberadaannya. Aku takut jika akhirnya kau akan berubah haluan padanya. Aku sungguh takut kehilangan dirimu, Zian Qin! Dan katakan saja jika aku ini sudah gila, tapi aku akan menyingkirkan siapapun yang berani mengusik rumah tangga kita. Termasuk mantan istrimu!!"


Zian mendesah berat. "Dasar bodoh!! Bagaimana bosa kau berfikir sampai sejauh itu, Luna Qin? Aku tidak mungkin meninggalkanmu hanya demi wanita itu."


"Aku akui, Soojin memang pernah mengisi hari-hariku. Tapi kenyataan tak akan pernah bisa merubah jika dia hanyalah sepenggal kecil dari masalaluku. Sementara dirimu, kau adalah masadepanku. Dan masadepan yang cerah telah menunggu untuk kita raih. Jadi jangan pernah berfikir jika aku akan meninggalkanmu hanya karna masalalumu yang kelam."


"Dengar, Luna. Setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti memiliki masa lalu dan sisi terkelamnya. Dan sebagai orang yang sangat mencintaimu, tentu aku akan menerima apapun yang menjadi kelebihan dan kelemahanmu. Termasuk masalalumu yang kelam!!"


"Zian," gumam Luna dengan mata berkaca-kaca.


"Jadi jangan berfikir aneh-aneh lagi. Kemarilah," Zian mengulurkan tangannya pada Luna. Luna menghapus air matanya dan berhambur ke dalam pelukkan Zian.


"Gomawo, Oppa. Karna sudah mau menerima aku apa adanya. Aku sungguh beruntung memiliki suami seperti dirimu,"


Zian memicingkan mata kanannya. "Kau memanggilku apa? Coba ulangi sekali lagi," pinta Zian. Pemuda itu melonggarkan pelukannya. "Katakan sekali lagi dan panggil aku seperti itu," pinta Zian menuntut.


Luna menggeleng. "Tidak mau, anggap saja kau tadi itu sedang salah dengar, oke!!"


"Kau mencoba memprovokasiku, eh?" ucap Zian menyeringai. "Sepertinya kau memang perlu dihukum, Nyonya,"


Mata Luna membelalak. Dia ngeri sendiri melihat seringai di bibir Zian. "Aaahh," Luna meringis saat tubuhnya terpelanting dan jatuh diatas kasur inap Zian. Matanya berkedip lucu melihat tatapan Zian yang seolah ingin menerkam. "Zi-Zian, Ka-kau mau apa?" panik Luna.


"Melajutkan yang semalam," bisik Zian dan membuat mata Luna membelalak.


"Tapi,, tapi,, tapi,, emmpphhh-" Luna tak melanjutkan ucapannya setelah bibirnya dibungkam lebih dulu oleh Zian. Kedua tangannya membingkai wajah cantik Luna.


Meskipun awalnya sempat terancam dan terkejut oleh tindakan Zian. Tapi pada akhirnya Luna tetap tidak bisa menolaknya. Wanita itu mengalungkan tangannya pada leher Zian.


Dan aksi panas mereka membuat beberapa orang yang berdiri di depan pintu merasa kegerahan. Sadar, datang di waktu yang kurang tepat. Mereka memutuskan untuk pergi.


-


Dahlia terus mondar-mandir dikamarnya. Raut wajahnya menunjukkan kecemasan dan kepanikan yang begitu besar. Bagaimana tidak, Soojin terus mengancamnya setiap detik dan menitnya.


Jika rahasinya sampai terbongkar. Dia bukan hanya akan kehilangan segalanya. Tapi juga akan membusuk dipenjara karna telah melakukan penipuan selama puluhan tahun ditambah lagi dengan dia telah menghilangkan nyawa seseorang. Akan lebih berbahaya lagi jika tuan Qin sampai mengetahui jika dirinya bukanlah ibu kandung dari ketiga anaknya.


"Sial!! Bagaimana caranya aku harus mengatasi masalah ini? Perempuan itu benar-benar sudah mengacaukan hidupku!!"


Dahlia terus mondar-mandir sambil menggigit ujung kukunya. Dia benar-benar dibuat pusing setengah mati oleh Soojin. Wanita itu kini menjadi ancaman baginya.


"Sepertinya tidak ada cara lain lagi supaya rahasia bisa tetap aman, wanita itu... Harus segera di singkirkan!!"


"Memangnya rahasia apa, Ma?"


"Shea?"

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2