Istri Kecil MR. Arogant

Istri Kecil MR. Arogant
Season 2(Bab 98) "Sangat Beruntung"


__ADS_3


Riders tercinta, jangan lupa baca juga ya new novel Author yang judulnya DIPAKSA MENIKAHI CEO CACAT tinggalkan like koment juga. 🙏🙏🤗🤗


-


Entah sejak kapan Luna dan Zian bagai pasangan kembar siam yang tak bisa terpisahkan. Dimana ada Luna, disitulah sang suami setia berada. Semua mata penduduk Seoul memandang pasangan itu dengan tatapan yang mengandung sejuta makna. Iri, bahagia, senang sampai bingung bercampur menjadi satu


Sebenarnya Luna sangat bahagia dengan perubahan suami tercintanya. Zian menjadi semakin perhatian juga penuh kasih sayang pada dirinya. Hanya saja, tingkah sang Tuan Muda menjadi sangat overprotective, bahkan lebih dari yang sudah-sudah. Dan itu semenjak Luna mengalami keguguran tiga bulan yang lalu.


Saat ini Luna dan Zian sedang berada di cafe yang letaknya tak jauh dari kantor milik CEO muda itu. Luna datang dan mengajak Zian untuk makan siang bersama. Dan Zian menyetujui ajakan Luna.


"Oppa, look... Kenapa mereka semua menatap ke arah kita?" heran Luna tidak suka.


Zian menyapukan pandangannya dan benar apa yang Luna katakan. "Hn, mungkin mereka iri melihat kita. Lagipula mereka memiliki mata. Sudahlah, jangan hiraukan mereka. Sebaiknya cepat makan, sebelum makanannya menjadi dingin," tutur Zian.


"Huft, tau begini lebih baik kita makan siang di kantor saja. Benar-benar menghancurkan moodku saja," Luna terus saja menggerutu, dia paling benci ketika makan dan banyak yang memperhatikan.


"Memangnya siapa tadi yang ngotot ingin makan siang di luar?" ucap Zian menyindir.


"Aku,"


"Lalu kenapa sekarang kau malah kesal?"


"Habisnya mereka terus saja memperhatikan kita, seperti tidak pernah melihat orang cantik dan tampan saja. Huft, benar-benar menyebalkan!!" Luna mendesah untuk yang kesekian kalian.


Dan tingkah Luna membuat Zian menjadi geli sendiri. Di matanya Luna begitu menggemaskan. Jika saja ini bukan tempat umum, pasti Zian sudah menyerang Luna saat ini juga. "Berhentilah menggerutu dan memasang wajah menggelikan seperti itu, Luna Qin!!"


"Ck, berhentilah berkomentar dan membuat moodku semakin buruk, Oppa." Ujar Luna menyahuti.


Zian menghela nafas. "Ya sudah, cepat habiskan makan siangmu. Aku masih ada pertemuan penting satu jam lagi,"


"Huft, baiklah,"


-

__ADS_1


"Selamat datang Tuan," sapa seorang pelayan yang menyambut Derby di pintu.


Derb menanggapi dengan sebuah anggukan sambil menyerahkan tas kerjanya untuk diantarkan ke kamarnya. Pria itu memicingkan matanya ketika netra hitamnya menangkap siluet wanita yang terlihat tidak asing untuknya.


"Lee Soojin," panggilnya ragu.


Merasa terpanggil. Wanita itu yang memang adalah Soojin terlihat bangkit dari duduknya kemudian berjalan menghampiri Derby.


"Apa yang kau lakukan di rumahku?" tanya Derby seraya menatap Soojin tidak suka.


Wanita itu menyeringai sinis. "Lama tidak bertemu. Derby Qin, dan kau tidak banyak berubah... Angkuh dan arogan, tidakkah kau ingin menanyakan bagaimana kabarku? Atau kau memang tidak merindukan diriku? Mantan partner bermainmu,"


Derby menyentak tangan Soojin dan menatapnya tajam. "Jangan seenaknya menyentuhku dengan tangan kotorku itu!! Katakan, apa tujuanmu datang ke mari?"


"Tidak ada, hanya ingin mengunjungimu saja. Kenapa? Apakah salah?"


Derby dan Soojin menang sudah saling mengenal. Mereka bertemu ketika berada di luar negeri. Saling tertarik satu sama lain, akhirnya mereka memutuskan untuk membina sebuah hubungan tanpa status selama kurang lebih dua tahun.


Hampir setiap hari mereka melakukan hubungan ranjang dan akhirnya membuat Soojin hamil. Namun sayangnya janin di dalam rahim Soojin tidak bertahan lama, hanya dua Minggu saja dan Soojin langsung menggugurkannya. Soojin sengaja membunuh janinnya karena dia tidak ingin jika anak itu sampai menyusahkanya di masa depan.


"Jika aku menolak bagaimana? Aku kedinginan dan membutuhkan kehangatan, bagaimana jika malam ini kita bermain dan melewatkan malam yang dingin ini untuk saling menghangatkan? Aku merindukanmu, Baby. Aku benar-benar kesepian dan membutuhkan kehangatan saat ini juga," tuturnya.


Derby berusaha mendorong Soojin namun wanita itu segera membekap bibir Derby dan memasukkan sebuah obat perangsang melalui ciuman tersebut yang tanpa sengaja di telan oleh Derby.


Dan obat itu bereaksi sangat cepat, Derby yang mulai terangsang langsung mengangkat tubuh Soojin bridal style dan membawa wanita itu kekamarnya. Dan apa pasti semua orang tau yang terjadi selanjutnya tanpa di jelaskan sekalipun. Ya, malam ini akan mereka habiskan untuk bercinta dan saling menghangatkan.


-


"Senang bekerjasama dengan Anda, Tuan Qin!!" Pria itu menjabat tangan Zian dengan senyum yang mengembang lebar.


Dua perusahaan besar baru saja membuat kesepakatan kerjasama yang akan saling menguntungkan di masa depan. Satu lagi kolega terbesar Derby berhasil Zian tarik kepihaknya. Dan hal itu tentu saja akan sangat menguntungkan dirinya.


"Senang bekerjasama juga dengan Anda, Tuan Hong,"


Jika proyek itu sampai berhasil. Sudah dapat dipastikan seberapa besar keuntungan yang bisa Zian dapatkan. Dan dia tidak akan menggunakan hatinya mengingat seberapa kejam persaingan di dalam dunia perbisnisan.

__ADS_1


Tidak ada kawan ataupun lawan, semuanya sama saja, dan mereka yang paling kuatlah yang mampu untuk bertahan.


Selepas kepergian koleganya. Reno datang menghampiri Zian. Pria itu membawa sebotol wine dan dua gelas berkaki tinggi. Reno mengangkat keduanya sambil tersenyum lebar.


"Kita harus merayakan keberhasilanmu kali ini, Zian Qin." Ucapnya kemudian meletakkan botol wine dan kedua gelas tersebut di atas meja.


"Tentu, dan tidak baik rasanya jika sebuah keberhasilan tidak dirakayan," ucapnya menyeringai.


"Aku tidak sabar melihat bagaimana reaksi Derby saat dia tau jika salah satu koleganya malah beralih ke pihak kita. Dan mungkin hanya dalam hitungan saja Minggu perusahaannya akan bangkrut, pailit!!" tutur Reno.


"Aku tidak yakin. Karena dia adalah seekor belut yang sangat licin. Dan sebaiknya kita tidak meremehkan dia, karena kita belum tau seberapa besar kekuatan yang bajingan itu miliki!!"


"Aku rasa itu bukan hal yang sulit. Lagipula bukankah kau sudah menempatkan mata-mata untuk mengawasi setiap gerak-geriknya dan menghancurkan Derby dari dalam? Lalu apalagi yang perlu kau ragukan?"


"Percaya diri boleh saja, asal jangan sampai terlena. Kita tidak bisa meremehkan lawan hanya berdasarkan apa yang terlihat oleh mata. Dan sebaiknya persiapkan proposal untuk rapat besok pagi. Kau tidak melupakannya bukan?" Zian menepuk bahu Reno kemudian bangkit dari duduknya. "Aku harus pulang sekarang, mungkin Luna sudah menungguku." Lanjutnya dan pergi begitu saja.


Kedua mata Reno lantas membelalak saat Zian membahas tentang proposal. Bagaimana dia bisa melupakannya? Tak ingin terkena masalah dari Bossnya dan pulang larut malam. Reno pun melesat keluar dan kembali ke ruangannya. Dia harus menyelesaikan proposal itu dengan segera.


-


Deru suara mobil yang memasuki halaman mengalihkan perhatian Luna yang sedang berkutat di dapur. Wanita itu mencoba menyiapkan makan malam untuk Zian meskipun dia tak yakin jika hasilnya akan menjanjikan.


Dua piring nasi goreng dan telor mata sapi tersaji di atas meja. "Sayang, apa yang kau lakukan?" teguran itu membuat Luna mau tidak mau mengangkat wajahnya. Wanita itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Aku mencoba menyiapkan makan malam untukmu, dan hasilnya malah seperti ini." Wanita itu meringis ngilu.


Zian menatap dua piring nasi goreng yang ada di atas meja dan tersenyum bangga. "Kau yang membuatnya?" Luna mengangguk. "Kelihatannya enak, bagaimana kalau kita makan sekarang?"


"Tapi kenapa aku merasa tidak yakin dengan rasanya. Oppa, sebaiknya kita pesan dari luar saja ya. Aku tidak ingin kalau masakanku sampai meracunimu," ujarnya.


"Kita tidak tau sebelum mencobanya. Dan akan sangat sayang jika aku menyia-nyiakan makanan yang telah kau persiapkan dengan sepenuh hati. Aku akan memakan ini sekarang," tutur Zian dan membuat kedua mata Luna langsung berkaca-kaca.


"Oppa," lirih Luna. Dia merasa terharu dengan kata-kata Zian. Sungguh betapa Luna sangat beruntung memiliki suami seperti dirinya.


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2