
Hai riders, jangan lupa baca juga ya, novel Author yang judulnya ISTRI CANTIK MAFIA KEJAM selalu tinggalkan like komentnya juga. 🙏🙏🤗🤗🤗
-
Di malam yang dingin. Terlihat sepasang suam-istri sedang berjalan beriringan menyusuri jalanan kota sambil bergandeng tangan. Di tangan si wanita memegang sebuah cup ice cream berukuran sedang. Wanita itu berjalan sambil menikmati ice cream kesukaannya itu.
"Oppa, kau ingin mencobanya? Ini tidak terlalu manis kok," wanita itu menyodorkan sendok kecil berisi ice cream itu pada pria disampingnya.
Pria itu menggeleng. "Aku tidak menyukai ice cream, jadi kau makan sendiri saja," jawabnya datar. Wanita itu 'Luna' mencerutkan bibirnya dan mendecih sebal.
"Dasar manusia aneh. Di tawarin makanan enak malah menolak. Ya sudah, aku makan sendiri saja," Luna terus saja menggerutu, dia kesal karena Zian menolak tawarannya.
Zian mendesah berat. Jika dia tetap bersikeras menolaknya. Pasti sampai nanti besok pagi Luna tidak akan berhenti menggerutu dan terus mengeluarkan berbagai sumpah serapahnya."Baiklah, aku akan mencobanya," dengan terpaksa Zian mengambil ice cream itu dari tangan Luna kemudian mencobanya sedikit.
Luna tidak berbohong, ice cream itu memang tidak terlalu manis. Tapi tetap saja Zian tidak menyukainya. Dia memang tidak menyukai makanan dan minuman manis, ice cream dan kue terutama.
"Bagaimana? Aku tidak berbohong kan," ucap Luna dengan sudut bibir tertarik ke atas.
"Hn,"
Sekali lagi wanita itu mendecih. Dia paling benci jika Zian sudah menggunakan bahasa planetnya yang penuh ambigu itu. Tapi Luna tak ingin terlalu ambil pusing. "Oppa, bagaimana kalau kita pergi ke Namsan Tower? Aku ingin pergi ke sana. Mau ya, ya..." rengek Luna memohon. Wanita itu mengedipkan matanya dan menatap Zian dengan tatapan memohon.
Zian mendengus geli. Sebuah jitakan mendarat mulus pada kening wanita itu. "Tapi tidak usah memasang wajah menggelikan seperti itu juga," sinis Zian dengan tatapan datarnya. "Aku ambil mobil dulu, kau tunggu di sini sebentar," ucap Zian yang kemudian di balas anggukan oleh Luna.
Seperti pasangan yang lainnya. Luna juga ingin menggembok cintanya dengan Zian di sana.
Tak berselang lama setelah kepergian Zian. Sebuah mobil mewah berwarna hitam tiba-tiba berhenti di depan Luna. Seorang pria yang duduk di jok penumpang terlihat turun dari mobil itu kemudian menghampiri Luna. Dan kedatangannya membuat mood Luna hancur seketika.
"Kau lagi!!"
"Sepertinya kita ditakdirkan untuk berjodoh, Nona. Lihatlah, kita di pertemukan lagi oleh takdir yang tidak terduga. Bukankah begitu?"
Luna mendecih sambil menatap pria itu tidak suka. "Cih. Dalam mimpimu!!" sinis Luna dan pergi begitu saja. Tapi sepertinya pria itu yang tak lain dan tak bukan adalah Derby tak membiarkannya. Pria itu menahan lengan Luna ketika dia hendak pergi.
"Nona, kau mau kemana? Kenapa buru-buru sekali?" tanya Derby. Luna mendengus berat. Luna berbalik dan....
Bugghh...
"Uugghhh,"
"TUAN DERBY!!"
Luna mengangkat kakinya dan menendang junior Derby dengan lututnya. Derby jatuh terduduk sambil memegangi *********** yang terasa ingin pecah. "YAKK!! BETINA, APA YANG KAU LAKUKAN PADA TUAN DERBY, EO?" amuk Eric karena tidak terima atas apa yang Luna lakukan pada Derby.
Luna menghampiri Eric kemudian menarik kasar pakaian yang dia pakai. "Apa? Kau ingin menantangku? Apa kau ingin aku pecahkan telurmu itu," ucap Luna dengan nada tajam. Buru-buru Eric menggeleng. Dia tidak ingin sampai kehilangan telurnya. "Dan ini peringatan untukmu, sebaiknya kau jangan pernah menggangguku lagi. Atau kau akan menanggung akibatnya," ucap Luna dan pergi begitu saja.
__ADS_1
Derby menyeringai tajam. "Benar-benar wanita yang menarik. Aku semakin bernafsu untuk mendapatkanmu." Ucap Derby sambil menatap kepergian Luna dengan tatapan yang sulit di jelaskan.
"Tuan," seru Eric.
Susah payah Eric membantu Derby untuk berdiri. Badan Derby yang lumayan besar membuat Eric yang dasarnya berbadan kecil sedikit kesulitan. "Tuan, apa barangmu baik-baik saja? Bagaimana kalau setelah ini kita langsung ke rumah sakit? Aku cemas kalau barangmu sampai bermasalah, bengkok contohnya."
Derby menatap sinis asistennya itu. "Dasar sinting," ucapnya dan berlalu.
"Tuan, tunggu!!"
.
.
.
Zian menghentikan mobilnya saat melihat kedatangan Luna. Wanita itu berjalan kearahnya. Bibirnya terus saja berkomat-kamit tidak jelas. Wajahnya ditekuk. Zian turun dari mobilnya dan menghampiri Luna.
"Oppa," seru Luna dan berhambur ke dalam pelukan Zian. Wanita itu terisak dan membuat Zian kebingungan.
"Ada apa? Kenapa kau menangis? Apakah seseorang menyakitimu? Dan bukankah aku memintamu untuk menunggu di sana."
Luna mengangkat wajahnya yang penuh air mata dan menatap Zian yang juga menatap padanya. "Aku bertemu dengan manusia menyebalkan itu lagi. Dia mencoba untuk mengganggu dan menggodaku, jadinya saja aku tendang barangnya. Aku sangat kesal, Oppa. Aku benar-benar kesal." adu Luna pada Zian.
Zian memicingkan matanya. "Maksudmu, Derby?" Luna mengangguk. "Lalu di mana dia sekarang?" tanya Zian sekali lagi.
Luna mengangkat bahunya. "Entah, mungkin sudah pergi. Aku ingin pulang. Moodku benar-benar berantakan karena manusia menyebalkan itu. Oppa, ayo pulang" rengek Luna dengan mata berkaca-kaca. Wanita itu menangis karena kesal.
Zian menoleh dan iris matanya tanpa sengaja bertemu pandang dengan sosok pria yang duduk dijok belakang sebuah mobil yang baru saja melintas di sampingnya. Mata Luna membelalak. "Oppa, itu mobilnya. Mobil manusia menyebalkan itu."
"Sudah biarkan saja, ayo kita pulang," Luna mengangguk.
-
"TURUN DARI TEMPAT TIDURKU SEKARANG JUGA!!"
Soojin berteriak dan menuntut supaya Rio dan kedua paman kecilnya turun dari tempat tidurnya. Hari ini menjadi hari paling buruk untuk Soojin. Bagaimana tidak, dia kedatangan tiga tamu yang kedatangannya sama sekali tak pernah diharapakan olehnya.
Rio, Satya dan Frans tidak hanya membuat buruk harinya. Tapi mereka juga menguji mentalnya. Mereka melakukan sesuatu yang membuat Soojin sangat emosi. Seperti memesan makanan tanpa sepengetahuan Soojin, mengotori rumahnya, membuat berantakan kamarnya dan masih banyak lagi.
Soojin sudah mencoba mengusir mereka bertiga, tapi tidak berhasil. Mereka tetap tidak kau pergi. Soojin sampai memanggil polisi dan menyewa preman untuk mengusir mereka bertiga. Tapi mereka menyerah dan mengatakan tak ingin lagi berurusan dengan trio kadal. Mereka sudah trauma, karena mereka sudah pernah menjadi korban dari ketiganya.
"Bibi,berhentilah marah-marah. Apa kau tidak melihat keriput di wajahmu yang semakin terlihat itu. Dan kalau kau kebanyakan marah-marah, aku berani menjamin kau akan tua sebelum waktunya."
"Diam kau!! Siapa yang menyuruhmu untuk menjawab. Keluar sekarang atau-"
"Atau apa, Nunna!" Satya menyela cepat.
__ADS_1
Frans terlihat mengeluarkan ponsel dari dalam saku celananya lalu membawanya pada Soojin. Frans membuka sebuah video dan lalu menunjukkan kepada wanita itu. Kedua mata Soojin membelalak melihat isi di dalam video tersebut.
Soojin mencoba merebut ponsel tersebut namun gagal. "Eit, jangan macam-macam jika kau tidak ingin video ini sampai tersebar. Dan pasti aku akan mendapatkan untung yang sangat besar jika video ini sampai aku jual pada salah satu-"
"Jangan macam-macam, kau!!" Soojin menyela cepat."Berikan ponsel itu padaku sekarang atau aku akan menuntut kalian," ancam Soojin bersungguh-sungguh.
"Kami tidak takut," ketiganya menjawab dengan kompak.
"Kau hapus juga percuma, Nunna. Karena kami memiliki memiliki salinannya," Satya dan Rio berseru dengan kompak.
Soojin tidak tau bagaimana ketiga pemuda itu bisa mendapatkan videonya ketika dirinya sedang mandi. Dan akan sangat berbahaya jika video tersebut sampai tersebar. Harga dirinya, kariernya sebagai seorang model bisa hancur. Dan Soojin harus bisa menemukan cara untuk merebut video itu dari tangan mereka bagaimanapun caranya. Dia tidak boleh gagal.
"Lihat dan tunggu saja, bagaimana aku akan membalas kalian bertiga." Soojin beranjak dan pergi begitu saja.
BLAMM...
"Ayam... Ayam... Ayam..." Mereka terlonjak kaget, bahkan penyakit latah Rio sampai kambuh karena ulah wanita itu. "TAKK!! WANITA SINTING, KAU SUDAH BOSAN HIDUP YA!!" amuk Rio dengan suara meninggi.
Rio mengusap dadanya. Hampir saja jantungnya copot karena ulah Soojin. Dan rasanya dia ingin mengantung wanita itu hidup-hidup.
-
Luna merebahkan tubuhnya yang terasa lelah pada kasur super nyaman di kamarnya. Bukan hanya fisiknya saja yang lelah tapi juga batinya. Dia merasa jika telah dimainkan oleh takdir. Hari ini benar-benar menjadi hari tersial bagi dirinya.
Semua barang belanjaannya rusak karena ulah manusia yang Luna anggap sangat menyebalkan. Dan malam harinya dia malah bertemu lagi dengan orang itu lagi. Rasanya Luna belum puas meskipun sudah menendang *********** dan membuat Derby terguling-guling di tanah.
Zian memasuki kamar dan mendapati Luna duduk di tepi ranjang sambil menekuk wajahnya. Pria itu mendengus berat. Zian melepas jas dan kemejanya, menyisahkan singlet putih yang melekat pas ditubuhnya.
"Sampai kapan kau akan terus menekuk wajahmu itu, Luna Qin," sinis Zian datar.
Luna mengangkat wajahnya dan mendapati Zian berjalan menghampirinya. Luna mendengus berat. "Apa kau tidak tau jika aku sedang kesal setengah hidup," jawabnya tak kalah sinis.
Zian memicingkan matanya. "Setahuku, yang ada itu kesal setengah mati, bukan kesal setengah hidup," balas Zian menimpali.
Luna kembali mendengus. "Ahhh, kenapa kau jadi ikut-ikutan menyebalkan seperti manusia tak tau malu itu, Oppa." Keluh Luna yang terlihat semakin kesal.
"Ahh,"
Luna memekik kencang saat tiba-tiba Zian mendorong tubuhnya hingga terpelanting ke atas tempat tidur. Tubuhnya kini berada di bawah Kungkungan tubuh Zian.Tanpa banyak basa-basi, Zian langsung menyerang bibir Luna dan memagutnya.
Meskipun awalnya Luna merasa terancam dengan perlakuan Zian. Namun detik berikutnya dia menerima ciuman Zian dan bisa mengimbanginya. Sadar Luna membalas ciumannya. Zian semakin memperdalam ciuman itu dan mencoba mendapatkan akses lebih untuk bisa mengobrak-abrik isi dalam mulut istri cantiknya itu.
Dan yang terjadi selanjutnya adalah, bukan hanya bibir mereka saja yang menyatu, tapi juga tubuh dan jiwa mereka. Dan malam yang dingin ini akan menjadi malam yang sangat panjang bagi Luna dan Zian. Mereka akan memadu cinta dan saling menghangatkan.
-
Bersambung.
__ADS_1
Visual Derby Qin...