Istri Kecil MR. Arogant

Istri Kecil MR. Arogant
BAB 118 "Semakin Menggila"


__ADS_3

"Selamat pagi cucu-cucu kesayangan Kakek,"


BYURR..


Viona menyemburkan air putih yang ada di dalam mulutnya saat melihat kedatangan si Kakek dengan penampikan yang lebih gila dan lebih menggelikan dari semalam. Kedua mata Viona melotot tajam sedangkan Nathan hanya mendengus geli.


"Kakek!! Sebenarnya apa yang terjadi padamu? Kenapa kau jadi lebih aneh lagi dari semalam?" pekik Viona masih dengan tatapan tajamnya.


Kakek Xi merentangkan tangannya dan memperhatikan penampilannya sendiri yang menurutnya sangat keren itu. "Aneh bagaimana, Sayang? Jelas-jelas penampilan Kakek sangat luar biasa. Bukanlah begitu, Nathan?" Kakek Xi menggerlingkan matanya.


"Ck, kau sangat menggelikan Pak Tua!!" sinis Nathan dengan tatapan tajamnya.


Kakek Xi mencerutkan bibirnya. "Dasar Cucu durhaka, apa tidak bisa sedikit berbohong untuk membahagiakan Kakekmu sendiri," protes Kakek Xi.


Nathan berdecak lidah. Sepertinya mengundang Rio, Satya dan Frans datang bukanlah pilihan yang tepat. Dan ngomong-ngomong soal ketiga pemuda itu, Viona terlihat celingukan karna tak melihat batang hidung mereka sejak pagi.


"Dimana Rio, Frans dan Satya? Aku tidak melihat mereka sejak pagi," ucapnya sedikit kebingungan.


"Kami di sini Bibi," sahut seseorang dari arah belakang.


Sontak ketiganya menoleh dan mata Viona langsung membelalak. "Ya Tuhan," dan berseru dengan lantang. Penampilan mereka begitu menyilaukan dengan bertumpuk-tumpuk kalung emas yang menggantung dileher serta cincin yang memenuhi jari-jari mereka. Bukannya semakin waras, mereka malah semakin menggila setiap harinya. Viona memijit pelipisnya. "Ada apa dengan kalian? Kenapa kalian ikut-ikutan aneh seperti Kakek?" heran Viona kebingungan.


"Nunna, kau tidak tau ya. Ternyata Kakek memiliki koleksi perhiasan emas dan berlian yang sangat buanyak. Dan Kakek memberikan sebagian pada kami, bukankah kami sangat bersinar?" ujar Frans sambil tersenyum.


Ting...


Kilau emas tampak ketika Frans tersenyum. "Bahkan kalian melapisi gigi kalian dengan emas. Oh astaga, lama-lama kalian semua membuatku gila," seru Viona tak percaya.


"Sepertinya otak mereka mulai bergeser," Nathan bangkit dari duduknya. "Sudah siang, sebaiknya kita pulang. Aku harus menghadiri pertemuan satu jam lagi," Ucap Nathan seraya melihat jam yang melingkari pergelangan tangannya.


Viona mengangguk. "Aku juga mau kerumah sakit. Kakek kami pulang dulu," pamit Viona pada Kakek Xi, sedangkan Nathan langsung melenggos pergi.


"Hati-hati, Sayang. Dan jangan bosan-bosan untuk datang lagi, Oke,"


"Pasti Kakek,"


Tersisa Kakek Xi dan trio ajaib. "Kakek apa kau udah siap untuk memulai sebuah petualangan? Hari ini kami akan membawamu menuju surganya dunia yang sesungguhnya," seru Satya dengan begitu semangat.


"Kalau begitu tunggu apa lagi? Mari kita Lets go,"


-


"Viona,"


Viona menghentikan langkahnya mendengar seseorang memanggilnya. Sudut bibir Viona tertarik ke atas. "Senna Eonni," serunya dan berhambur memeluk Senna. "Aku merindukan, Eonni,"

__ADS_1


"Eonni juga merundukanmu. Oya kau datang dengan siapa?" tanya Senna penasaran.


"Nathan Oppa,"


"Lalu dimana dia?" tanya Senna.


"Dia langsung pergi. Nathan Oppa bilang harus bertemu dengan seseorang," ujar Viona.


"Nathan langsung pergi?" Viona mengangguk.


Mendengar jawaban Viona membuat rasa takut kembali menggerogoti perasaan Senna. Tidak bisanya Nathan datang dan langsung pergi tanpa menyapanya. Sesibuk apapun Nathan, pasti dia akan menyempatkan diri untuk mendarangi ruangannya meskipun hanya satu menit dia singgah disana, tapi hari ini tidak sama sekali.


"Vio, mingkinkah Nathan membenci Eonni karna Eonni adalah putri dari pria yang membunuh Ayah dan Ibunya? Viona, bagaimana jika Nathan tidak mau bertemu lagi dengan Eonni? Bagaimana jika Nathan akan membenci Eonni? Tidak Vi, Eonni tidak akan sanggup," ujar Senna dengan mata berkaca-kaca.


"Eonni, apa yang kau bicarakan? Lagi pula mana mungkin Nathan Oppa membencimu hanya karna kau putra bajingan itu? Lagipula yang bermasalah adalah Ayahmu, bukan dirimu. Jadi tidak mungkin dia akan membencimu. Kau adalah keluarganya, Kakak yang paling dia sayangi,"


"Tapi Vi-"


"Eonni, sebaiknya kau jangan terlalu banyak berfikir. Buang jauh-jauh fikiranmu itu, oke. Eonni istirahat saja dan tenangkan fikiranmu, aku akan mengambil alih pekerjaanmu," Viona beranjak dari hadapan Senna dan pergi begitu saja.


-


Seorang pria terlihat memasuki sebuah restoran berbintang yang berada di pusat kota. Seseorang menghubunginya dan mengundang Nathan untuk datang. Dia begitu tampan dan penampilan sangat menarik, bisa dikatakan nyaris sempurna.


Nathan memiliki kulit yang bagus. Rahang tegas, Bibir tipis kissable. Hidung mancung dan bola mata yang tajam namun menghanyutkan. Meskipun ada benda hitam bertali yang menutup salah satu matanya, tapi hal itu tak mengurangi ketampanan Nathan sedikit pun. Sempurna. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan seorang Nathan Lu atau yang saat ini lebih dikenal dengan Xi Nathan.


Bukan lagi sebuah rahasia jika Nathan adalah seorang raja di dunia bawah tanah Korea Selatan. Dia begitu di segani hampir seluruh makhluk dunia gelap tak hanya di negara itu saja. Bahkan namanya sudah menghantui di tiga benua salah satunya adalah Asia.


Selain itu, Jepang pun sudah mulai mendengar kiprahnya dan Yakuza juga sekarang sedang mencoba untuk menarik kerja sama dengan pria yang dijuluki ‘Iblis Berwajah Malaikat' itu.


Siapapun akan bergidik ngeri jika berhadapan dengan pria yang satu ini. Tak terkecuali bagi wanita cantik bernama Viona Astoria. Dia adalah wanita pertama dan satu-satunya wanita yang berhasil membuat seorang Nathan jatuh cinta pada pandangan pertama.


Nathan membuka sebuah ruangan yang cukup besar. Di dalam sana sudah ada dua orang yang menunggu kedatangannya.


"Apa kalian berdua adalah utusan Tuan Yamamoto?" tanya Nathan pada dua orang yang langsung berdiri dan membungkuk menyambut kedatangannya.


"Apa yang dia inginkannya sekarang?"


"Tuan kami ingin Anda datang untuk membahas mengenai rencana kerja sama diantara kalian, Tuan." Jawab salah seorang diantaranya.


"Untuk apa aku menemuinya? Jika dia memang menginginkan kerjasama itu tetap berjalan, sebaiknya suruh dia sendiri yang datang menemuiku!!"


"Tapi bukankah Anda harus bersikap baik pada orang yang punya itikad baik pada Anda, Tuan Lu? Bahkan Tuan Yamamoto merendah dan mendatangi Anda lebih dulu. Bukankah seharusnya Anda bersikap lebih sopan? Anda adalah tamu kami!" Nathan mendengus pelan mendengarnya. 


Seringai meremehkan tercetak disudut bibirnya. "Apa kau bilang? Aku adalah tamu Yamamoto? Sejak kapan? Memangnya kalian fikir jika Yakuza hanya satu-satunya Organisas brsar yang ada di Jepang? Tidak! Aku tidak akan tunduk apalagi bertekuk lutut pada kekuasaan Bos kalian. Tua Bangka seperti dia yang selalu merasa paling benar dan berkuasa. Aku tidak sudi!!" tegas Nathan dengan seringai yang sama.

__ADS_1


"Tuan Lu!!" geram salah seorang dari kedua pria itu seraya menodongkan senjatanya pada Nathan. Kai dan Tao pun tak tinggal diam. Keduanya mengacungkan senjata pada perwakilan Yakuza tersebut.


"Turunkan senjata kalian," pinta Nathan pada Kai dan Tao. "Katakan saja pada Bos kalian jika aku mengundang untuk minum kopi akhir pekan ini,"


Sudah rahasia umum jika Yamamoto sedang berusaha mendekati Nathan dengan cara menyodorkan putrinya padanya. Yurinaka Yamamoto, dia adalah gadis yang baik. Tapi sayangnya dia dilahirkan dari darah kotor ayahnya.


Sekitar enam tahun yang lalu Yurinaka diculik dan di sandera di Korea, dan Nathan-lah yang menyelamatkannya. Dan sebagai ucapan terimakasih, Yamamoto mengusulkan supaya Nathan mau menerima putrinya itu sebagai pendamping hidupnya, tapi sayangnya keinginannya itu ditolak mentah-mentah oleh Nathan.


Karna sudah tidak memiliki urusan lagi di sana, Nathan langsung pergi. Dia sungguh menyesali pertemuan tak berguna itu, hanya membuang waktunya saja.


"Nathan-Kun,"


Langkah ketiga pria itu terhenti. Ketiganya menoleh serempak dan mendapati sosok wanita cantik menghampiri ketiganya.


"Yurinaka,"


Yuri tersenyum dan sedikit tersipu. "Kau masih mengingatku, Nathan-Kun. Aku sangat senang. Yuri mendekati Nathan dan langsung memeluknya. Melihat hal tersebut membuat ide jahil muncul dikepala Tao.


Tao mengambil foto Nathan dan Yuri yang sedang berpelukkan kemudian mengirimkan pada Viona sebagai ajang balas dendam karn viona sudah membuatnya berkeliling kota kemarin malam karna ngidam anehnya.


Tao terkekeh dalam hati ketika membayangkan wajah marah Viona setelah melihat foto tersebut. Tao juga memanas-manasi Viona dengan mengatakan jika mereka sangat dekat dan akrab.


"Nathan-Kun, bagaimana kalau kita makan siang bersama? Disekitar sini ada-"


"Maaf, tapi aku tidak bisa," Nathan melepaskan pelukkan Yurinaka dan pergi begitu saja. Sedangkan Yuri hanya bisa menatap punggung Nathan yang semakin menjauh dengan sendu.


"Nathan-Kun, kenapa begitu sulit untuk menggapai hatimu? Rasanya, aku ingin menyerah saja!!"


-


Red Devil atau orang biasa menyebut mereka Mafia, bukan hal tabu lagi di telinga para kalayak umum. Setiap negara pasti memiliki para sebuah organisasi Mafia yang bersembunyi diantara gelapnya malam, diantara ramainya manusia, berbaur menjadi satu.


Ketika orang-orang pada umumnya memejamkan mata, mereka justru beraktivitas dan bergerak di malam hari. Mencari satu dua orang yang akan mereka kirim ke neraka bersama keluarganya. Melakukan bisnis terlarang yang membuat mereka menjadi incaran para pengabdi hukum bahkan CIA.


Xi Luxian adalah pemimpin golongan mafia terhebat sepanjang masa. Banyak mafia-mafia kecil yang tunduk atas kekuasaannya. Ia menakhlukkan berbagai negara dari mulai America hingga daratan Eropa.


Red Devil sendiri dikenal sebagai kelompok Mafia paling berjaya dimasanya. Dan Luxian adalah boss Mafia Asia pertama yang berhasil berkuasa hingga di lima benua. Semua yang berhubungan dengan dunia kriminal sudah menjadi bagian dari hidup mereka.


Tiga dua tahun yang lalu kepemimpinan Red Devil Luxian serahkan pada putra tunggalnya yang bernama Xi Lucas. Ditangan Lucas Red Devil semakin berjaya, prestasi yang Lucas peroleh ketika menjabat sebagai Boss Mafia yang paling ditakuti tak kalah bersinar dari ayahnya sendiri.


Tapi sayangnya kepemimpinan Lucas hanya berlangsung dua tahun saja karna dia tewas terbunuh dengan dalih sebuah kecelakaan. Dan sejak saat itu kepemimpinan kembali ke tangan tuan Luxian.


Tak ada pergerakkan apapun yang dia lakukan untuk membalas kematian putra serta menantunya. Karna menurutnya ada orang yang lebih layak melakukannya dibandingkan dirinya.


Tuan Luxian harus menunggu selama tiga puluh tahun lamanya. Dan dia bisa memastikan jika kehancuran si pembunuh itu akan segera tiba karna sang pemimpin yang sebenarnya telah kembali sebagai malaikat kematiannya!!

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2