
Riders... Jangan lupa baca dan koment di novel baru Author ya ISTRI CANTIK MAFIA KEJAM tinggalkan like koment juga ya 🙏🙏🤗🤗
-
Viona bangun dengan perasaan yang benar-benar malas. Sekujur tubuhnya terasa lelah setelah pergulatannya semalam bersama Nathan. Wanita itu masih berkutat dibalik selimut tebalnya, sedangkan Nathan sudah bangun sejak 30 menit yang lalu.
Kedua mata hazelnya terbuka kembali saat mendengar derap langkah seseorang yang datang. Sosok Nathan memasuki kamar dengan pakaian yang berbeda. Kemeja hitam lengan panjang yang dibalut vest abu-abu dan celana bahan yang senada dengan vestnya.
"Oppa, kenapa kau sudah rapi. Memangnya kau mau pergi ke mana?" tanya Viona penasaran
"Rumah sakit. Mungkin Luna membutuhkanmu sekarang,"
Viona menepuk jidatnya. "Astaga, bagaimana aku bisa lupa. Kalau begitu aku siap-siap dulu," Viona menyibak selimut tebal dari tubuhnya. "Aahhh," Viona sedikit meringis saat merasakan ngilu dan perih pada paha dalamnya ketika hendak berjalan.
"Kau baik-baik saja?" Nathan memastikan.
Viona tersenyum tiga jari. "Hanya sedikit ngilu, tapi selebihnya.. Aaaahh,," Viona memelik kaget saat tiba-tiba Nathan mengangkat tubuhnya bridal style. "Oppa, apa yang kau lakukan?" kaget Viona.
"Bukankah kau kesulitan, Sayang. Aku hanya sedikit membantumu," jawab Nathan kemudian mengecup singkat bibir Viona.
Viona mengalungkan kedua tangannya pada leher Nathan. "Kau memang yang terbaik, Oppa. Bagaimana kalau kau memandikanku juga?" Viona menatap Nathan penuh harap.
"Aku rasa bukan ide buruk,"
-
"Huhuhu... Eonni, katakan pada mereka kalau aku tidak mau di suntik. Hiks, jauhkan jarum itu dariku."
Luna tak henti-hentinya menangis dan merenggak supaya dirinya tidak di suntik. Wanita itu terus meronta membuat dua suster yang bertugas menjadi sedikit kwalahan.
Zian yang hendak membantu pun kena imbasnya. Luka jahit dipelipisnya kembali robek dan mengeluarkan banyak darah karna terkena lemparan vas bunga.
"Pokoknya aku tidak mau di suntik!!"
Luna melompat turun dari ranjangnya dan bersembunyi di kamar mandi hanya supaya dirinya tidak jadi disuntik. Dan bukan lagi rahasia jika Luna takut pada jarum suntik.
"Luna, buka pintunya. Ini, Eonni,"
"Vio Eonni," seru Luna.
"Iya, Sayang. Ini, Eonni," jawab Viona.
"Huhuhu, Eonni.. Jebal suruh mereka berdua pergi. Pokoknya aku tidak mau di suntik, aku tidak mau di suntik. Aku ingin pulang saja." Isakan kembali terdengar dari bibir Luna.
__ADS_1
Luna tetap tak mau membuka pintu kamar mandi meskipun dia tau jika Viona ada di ruang inapnya.
"Tenanglah, Lun. Jarum itu tidak mungkin menyakitimu. Kalau kau takut, kau tinggal menutup mata saja. Rasanya tidak sakit kok, Eonni berani menjamin. Hanya seperti digigit semut rasanya," Viona berusaha membujuk Luna supaya dia mau di suntik.
"Pokoknya aku tidak mau!!"
"Kalau kau tidak mau, bagaimana kau bisa cepat sembuh, Sayang? Bukanlah kau sendiri yang semalam bilang ingin segera kembali ke Korea," ucap Zian membujuk.
"Tapi jarumnya sangat mengerikan, Oppa. Coba saja kau lihat jarumnya yang runcing dan panjang itu, bukankah itu sangat mengerikan. Bagaimana kalau kau saja yang masuk kemari dan menyuntikku dengan jarummu? Aku tidak akan menolak kok, bagaimana?"
"HAHAHA...!! Sepertinya jarum milik suamimu memang lebih nikmat ya, Lun. Makanya kau sangat menyukainya," sahut Reno yang kebetulan juga berada di ruang rawat Luna. Tawa Reno meledak setelah mendengar ucapan Luna. Dan buru-buru Reno menutup mulutnya ketika melihat tatapan tajam dan nyalang Zian. "Upss, aku hanya bercanda kok. Piss," Reno mengangkat tangannya, jarinya membentuk huruf V.
"Gaji bulan ini aku potong lagi sepuluh persen. Dan bulan depan gagal naik gaji,"
Sontak saja kedua mata Reno membelalak mendengar ucapan Zian. "A-apa? Gagal naik gaji dan gajiku bulan ini dipotong lagi? Huaaa.... TIDAK!!"
.
.
Setelah membuat kehebohan dan membuat drama yang sangat panjang. Akhirnya Luna menyerah dan mau dibujuk juga. Tentu tidak secara cuma-cuma. L
una meminta supaya Zian menciumnya sebagai pengalihan dan agar dia tidak merasa kesakitan.
Dan apa yang dilakukan oleh pasangan itu membuat dua suster yang bertugas menyuntik Luna menjadi merona. Karna melihat pasien yang sedang berciuman di depan mata ketika mereka sedang bertugas itu baru yang pertama.
Pria itu mimisan saat melihat Luna dan Zian berciuman. Sedangkan Viona dan Nathan hanya bisa mendengus dan menggelengkan kepala melihat kelakukan Luna yang sangat ajaib itu.
Meskipun mereka berdua terlahir sebagai perempuan kembar, tapi sifat Viona dan Luna sangatlah bertolak belakang. Viona adalah sosok wanita hangat yang berkepribadian lembut, sedangkan Luna memiliki sifat yang sedikit barbar.
Viona menghampiri pasangan suami-istri itu yang masih asik berciuman. "Sudah lepaskan, susternya juga sudah pergi,"
Sontak saja Luna melepaskan ciuman Zian dan menatap Viona tak percaya."Benarkah? Jadi aku sudah selesai disuntik? Tapi kenapa aku tidak merasakan apa-apa ya? Ahhh, pasti karna ciuman Zian Oppa yang ajaib itu ya? Hahaha. Aku sudah menduganya," ujar Luna yang langsung mendapatkan sebuah jitakkan dari Viona.
"Dasar kau ini. Bukankah, Eonni sudah bilang kalau disuntik itu memang tidak sakit. Dasar kaunya saja yang terlalu parno,"
Luna menggaruk tengkuknya yang tidak gatal."Hahaha, mungkin saja. Ngomong-ngomong, Oppa ciuman itu tadi sangat manis,"
Nathan menempelkan punggung tangannya pada kening Luna. "Aku rasa setelah tertembak otakmu jadi sedikit meleset. Zian, aku sarankan supaya kau lebih sabar lagi menghadapi istri seperti ini," ujar Nathan yang langsung mendapatkan delikan tajam dari Luna.
"Dasar menyebalkan. Eonni, sebenarnya kau memunggut dari mana suami menyebalkan seperti, Nathan Oppa?"
"Sembarangan. Mana ada, Eonni memunggut Nathan Oppa. Dan berhentilah menyebut suami Eonni yang tampan ini menyebalkan!!" tegas Viona
"Astaga, sepertinya Eonni sangat cinta mati pada, Nathan Oppa. Sampai-sampai Eonni tidak terima aku mengetainya," Luna rerkekeh.
__ADS_1
"Tentu saja. Karna pria seperti, Nathan Oppa itu langkah dan satu-satunya yang ada di dunia!!"
"Hahhaa...!! Arraseo(Aku mengerti). Oya, ngomong-ngomong di mana si trio? Kenapa aku tidak melihatnya sama sekali?" tanya Luna penasaran.
"Mereka sedang pergi keliling kota. Katanya mereka ingin mencoba mencari peruntungan di kota ini. Dengan mencari gadis yang bisa mereka bertiga kencani," jelas Viona.
Luna manggut-manggut tanda jika dia sudah paham. "Ahhh, jadi begitu ya,"
Mengabaikan Luna dan Viona yang sedang mengobrol di dalam ruangan. Nathan, Zian dan Reno memutuskan keluar untuk mencari udara segar.
Terlalu lama berada di dalam ruangan membuat mereka bertiga tidak bisa bebas, ketiga pria itu merasakan mulutnya mulai pahit karna sedari pagi tidak merokok. Dan akhirnya mereka memutuskan untuk meninggalkan rumah sakit.
Zian pun tak merasa cemas meskipun harus meninggalkan Luna karna ada Viona yang menemaninya.
-
CKITT....
"Aaahhh..."
Soojin berteriak sekencang-kencangnya dan menjatuhkan tasnya saat tanpa sengaja sebuah mobil hampir menabrak dirinya. Tak lama seorang pemuda berkebangsaan Korea menyembulkan kepalanya keluar.
"Yakk!! Bibi, di mana matadan kakimu saat berjalan? Bagaimana kalau kau tertabrak dan mati di sini? Apa kau mau tanggung jawab," bukannya permintaan maaf, Soojin malah di marahi habis-habisan oleh pemuda itu yang sebenarnya adalah Rio.
"Bocah sialan!! Jangan sembarangan memanggilku, Bibi!! Karna aku tidaklah setua itu!!" amuk Soojin sambil menghentak-hentakkan kakinya.
Amarah Soojin memuncak karna dia tidak terima dipanggil bibi oleh Rio. "Kalau kau tidak ingin di panggil Bibi, lalu kau ingin di panggil dengan sebutan apa? Halmeoni(Nenek)?" sahut Satya nenimpali.
Mata Soojin membulat. "Yakk!! Kalian benar-benar sudah bosan hidup ya? Keluar kalian, biar aku bunuh kalian bertiga!!" teriak Soojin emosi meluap-luap.
Soojin menghampiri mobil yang dikemudikan oleh Satya dan berniat ingin memberikan pelajaran pada ketiga pemuda itu. "Aahhhh " tapi kepala Soojin malah terpentok kaca mobil yang ditutup tiba-tiba oleh Satya. "Sialan kau!!" teriaknya histeris.
"Bibi, kau kenapa? Kenapa kau bisa malah berteriak? Dan.. Omo!! Kenapa jidatmu memar begitu? Ahh pasti karna kena timpuk kotoran sapi ya? Hahaha," Frans tertawa keras membuat amarah Soojin semakin memuncak.
"BOCAH SIALAN!! KAU SUDAH BOSAN HIDUP YA?" Soojin memasukkan tangannya dan bermaksud untuk mencakar wajah Satya tapi yang terjadi malah... "Aaahhhh," tangan Soojin terjepit hingga membuatnya histeris.
"Bibi, kenapa tanganmu malah kau sangkutkan di situ?" tanya Rio dengan polosnya.
"BOCAH SETAN!! MATI SAJA KALIAN!!!"
"Hahahaha...!!" tawa ketiga pemuda itu pecah melihat wajah frustasi Soojin.
Mungkin Soojin memang tidak mengenal siapa mereka bertiga. Tapi mereka tau siapa Soojin, Soojin adalah mantan istri Zian dan wanita yang sudah membuat Luna kesal setengah mati.
Dan Soojin tidak tau mimpi buruk apa yang dia alami semalam, sampai-sampai dia harus bertemu dengan bocah-bocah ajaib seperti mereka bertiga.
__ADS_1
-
Bersambung.