
[Hallo juga, istrinya Ken ya?]
Loh? Kok ia tahu?
[😁] Aku sungkan mengakui.
Tiwi berbadan tinggi besar, seperti almarhumah kak Kin. Wajahnya manis, tidak cantik. Ia pun berkumis tipis, dengan bulu alis yang tebal dan hampir menyatu di tengah.
Ia terlihat menarik.
[Pernah ketemu Ken, katanya kalian tinggal di Brasil?]
Loh? Iya kah? Kapan ia bertemu bang Ken?
[Iya, Kak. Kapan ya ketemu sama Kakak, Saya lupa.] Aku berpura-pura menguasai keadaan.
[Gak sama kamunya, sama Ken aja. Waktu dia di Cirebon, dia bareng sama mantan istrinya.]
Pasti ini kejadian saat bang Ken rapat dengan pabrik farmasi di Bandung itu.
[Oh, iya-iya. Gimana kabarnya, Kak? Gimana kabar si kecil?] Aku merasa garing betul pura-pura ramah seperti ini.
__ADS_1
[Baik, kamu sendiri sama Ken gimana kabarnya? Si kecil baik, sibuk sekolah mereka. Si bungsu, dulunya teman sekolah Bunga sebelum Bunga diboyong ke Aceh.] Rupanya sedekah itu, pantas saja bang Ken bisa berkomunikasi lagi dengan Tiwi.
[Baik juga, Kak. Iya, Bunga betah di Aceh.] Padahal tidak juga, pas awal ia malah menolak tinggal di bang Givan. Ia hanya suka naik pesawatnya saja.
[Kenapa gak tinggal di Aceh, Dek? Kan dekat bolak-balik ke Malaysianya kalau di Aceh.] Ia nampak ramah juga.
[Lagi ambil pendidikan, Kak. Kakak akrab sama kak Riska?] Aku mulai meluncurkan sedikit demi sedikit rasa penasaranku.
[Akrab setelah sama-sama jadi korban 😁 merasa senasib.]
Kok begitu jawabannya?
[Korban dari ambisi Ken. Kamu harus tau titik lemahnya, biar gak jadi korban kek kita.]
Ambisi?
[Memang dia gimana, Kak? Terus terang aja, kita lagi renggang.] Aku sengaja berkata seperti ini, agar kak Tiwi terbuka dan menceritakan semua tentang bang Ken.
[Jangan kaget ya? Ini sih bukan lagi menjelekkan karena aku merasa jadi korbannya, tapi aku ngomong dari penilaian aku pribadi.]
[Ambisinya besar, egonya besar. Sebelum tujuannya tercapai, dia akan buru terus sampai dapat. Memang semua orang yang lagi jatuh cinta, pasti ambisinya besar. Tapi ini bukan berbicara tentang cinta aja. Dalam pekerjaan, kepemilikan, keinginan, ya harus ia dapatkan. Cerita dari Riska, dia ngejar-ngejar mantannya Givan yang udah punya pasangan. Setelah dapat dan dia dekat sama kamu, dia lepasin mantannya Givan, padahal dia sampai rela diduain mantannya Givan. Entah benar atau gaknya, soalnya aku tau dari Riska nih. Kamu tau, Ken lepasin aku pun setelah dia ketemu Novi? Kamu tau, Ken lepasin Riska tanpa banding di pengadilan, setelah dia dekat sama aku? Dia pernah berada di fase baik-baik, kalau dia tak punya ambisi ke satu titik. Dia bisa baik dan perhatian, bahkan tulus tanpa pamrih ke perempuan yang dikasihinya. Kalau dia tak naksir, tak tertarik, tak cinta dan tak punya tujuan sama perempuan tersebut. Ken bakal berubah drastis, kalau dia udah dalam berada tekanan perasaan ditambah tujuannya untuk memiliki.]
__ADS_1
Aku tidak percaya membaca DM sebanyak ini. Bertambah tidak percayaku, bahwa fakta itu tentang bang Ken.
[Aku jadi kepikiran 😢.] Aku memancing seperti ini, agar kak Tiwi buka lebih tentang bang Ken.
[Riska puas banget sekarang, Ria. Katanya beberapa bulan yang lalu, kau salah paham sama Ken sampai sekarang? Bukan maksud aku jahat ya? Aku juga tak bermaksud adu domba. Aku pun gak disuruh Ken juga untuk ladenin chat kamu, atau kasih info ke kamu. Cuma ada kepuasan kita, lihat Ken sampai frustasi kek gitu. Sebelumnya, dia gak pernah minum sampai tak sadar. Tapi akhir-akhir ini kata Riska, dia sering disusahin karena Ken selalu tak sadar di tempat hiburan malam.]
Aku tidak mengerti dengan kepuasan untuk mereka, maksudnya mereka senang melihat bang Ken frustasi? Memang bang Ken frustasi karena apa?
[Oh, memang dia kenapa?] Aku benar-benar tidak tahu keadaan bang Ken.
[Riska bilang, kamu salah paham sama Ken dan dia dari beberapa bulan yang lalu sampai sekarang. Hal itu, buat Ken jadi frustasi setengah mati. Ya bisa dibilang, itu masa-masa terburuknya dia. Mungkin ya, karena dari titik dia naruh rasa, ke konflik terberatnya sama kamu ini waktunya cepat. Jadi ibarat kata, dia belum bosan sama kamu, tapi kamu buang dia. Kesannya kek ditinggal pas lagi sayang-sayangnya 🤭]
Artinya, kak Riska dan kak Tiwi itu tahu jika bang Ken sudah bersamaku dan berumah tangga denganku.
[Maaf ya, Kak? Satu pertanyaan aku nih. Memang kalian dekat sama bang Ken? Kalian kan bisa dibilang orang di masa lalunya, kenapa masih ada hubungan dengan bang Ken?] Aku khawatir pertanyaanku tajam melukainya.
Lama dia tidak membalas, sampai balasan yang amat panjang aku dapatkan.
[Pertanyaan yang sama dari Riska, masa waktu Ken dekati aku kembali. Bisa lepas dari Ken itu, kek anugerah. Aku bukannya buka aib, cuma pengen berbagi cerita aja biar pembaca tau cerita versi aku. Aku cinta pertamanya dan dia cinta pertama aku, di masa SMP. Hal terbodoh dalam hidup adalah, mengembangkan cinta bersama dia. Kamu tau, Ria? S**s dini kami lakukan, dari dada aku belum berbentuk, bulu halus aku belum tumbuh. Sekitar kelas dua SMP kalau gak salah, masa kami lagi ikut studi tour di Jawa Tengah. Aku dulu amat feminim, rambut anti dipotong dan panjang terawat. Sampai aku benar-benar dia rusak di kelas tiga SMP, karena terlalu sering berhubungan badan. Ada satu guru aku bilang, dia guru olahraga. Dia bilang, tekstur badan kamu beda, kamu kek terlalu banyak disentuh laki-laki. Orang gemuk aja, dia jalan itu part belakang gak bergerak, tapi aku kek gitu. Ditambah lagi masa kelulusan, dia naksir perempuan sekolah sebelah, ya si Riska itu. Aku benar-benar nutup diri, aku ubah gaya penampilan aku, karena gak cuma guru olahraga yang bilang bahwa aku berbeda, beberapa teman aku dan sepupu aku pun bilang demikian. Aku berubah jadi tomboi, dengan baju dan celana yang selalu longgar, berharap agar aib gak terlihat, begitupun dengan rambut yang aku potong pendek, berharap Ken benar-benar lepasin aku karena aku jelek, karena aku udah rugi banyak, ternyata dia belum ada keinginan mau menikah di kemudian hari. Alasannya, dia mau kejar cita-citanya dulu. Aku rubah diri aku yang dulunya terbuka dan ceria, sejak saat itu aku jadi pendiam dan tertutup. Aku malu dapat komentar tentang tubuh aku begini-begitu, aku minder dan aku tertekan dengan keadaan. Di fase bosannya dia karena perubahan aku, dia limpahkan semua kesalahan ke aku, begini salah, begitu salah, aku terima karena niat untuk ninggalin dia. Sampai akhirnya SMA, aku benar-benar ambil sekolah yang jauh, biar gak terjangkau sama dia, kami gak pernah ada ucapan putus, tapi aku langsung putuskan semua kontak dan apapun tentang dia. Aku trauma dengan laki-laki, Ria. Tapi bukan berarti aku tomboi murni, aku mengidolakan artis laki-laki bahkan. Cuma, aku takut untuk kenal laki-laki. Karena keadaan aku udah begini, karena takut dia komplain dengan keadaan aku. Sampai lulus SMA, aku aktif gym untuk memperbaiki keadaan tubuh aku yang kendor sana-sini katanya. Sambil fokus kuliah dan jadi guru, terus dijodohkan sama laki-laki yang sepuluh tahun lebih tua. Jangan dikira rumah tangga aku baik-baik aja, karena efek perusakan Ken dan beberapa jamu dan obat yang dia kasih, aku sampai…….
...****************...
__ADS_1