Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Wanita beruntung


__ADS_3

Beberapa menit telah berlalu namun sosok dokter yang di tunggunya belum juga menampakan batang hidungnya.


"Tunggu sepuluh menit lagi"satu pesan dari dokter Reza.


Satu gelas minuman sari buah, sudah hampir habis di teguknya .


Sialan tuh dokter bilangnya sepuluh menit ini sudah sampai berakar pantat ,belum juga nongol ,umpat Rangga dalam hati.


Karena memang di kantin rumah sakit itu masih ada beberapa pengunjung yang sedang menikmati makan,rata-rata mereka adalah para dokter karena mengenakan seragam jas putih.


Kembali pandangannya beralih ke arah pintu kantin,hanya ada seorang dokter wanita muda yang mungkin berusia tak jauh berbeda dengan Dokter Reza sedang memasuki ruang kantin.


Rambut hitam tergerai,wajah ayu nan lembut,bibir tipis dengan mata indah, langkahnya teratur berjalan ke arah sudut kantin,sepintas Rangga melirik lewat sudut matanya.


"Heii sorry dah nunggu lama yah,sorry gue nyari dokter Vina,ternyata nggak ketemu"Reza datang dengan langkah cepat menuju ke meja Rangga.


"Huh kebiasaan lu bang"jawab Rangga dengan sedikit kesal.


Reza melepaskan jas putihnya lalu menaruhnya di sandaran kursi.

__ADS_1


"Vin,waah ternyata di sini ,gue cari-cari sampe ke kolong langit nggak ketemu juga,bilang kek kalo kamu nunggu di sini"celoteh Reza saat melihat dokter berwajah ayu yang tak lain adalah dokter Vina tengah duduk di sudut kantin.


Wanita yang menurut rekomendasinya adalah seorang dokter Obgyn yang sudah berpengalaman.


Dokter Vina hanya tersenyum lembut mendengar sahabatnya berceloteh panjang.


"Ayo Ngga kita gabung di meja dia "ajak Reza lalu membawa jas dan tas dokternya,Rangga pun mengekor di belakang.


Vina menyambut uluran tangan Rangga dengan menyebut namanya,rupanya dia lah dokter yang Reza rekomendasikan untuk menangani Shanum.


Rangga hanya dapat menelan salivanya,kalimat yang sudah tersusun rapi di otaknya kini bagai menguap tak berbekas.


"Maaf sebelumnya dok,saya ...ehhm"lidah Rangga seakan kelu untuk mengucapkan kalimat pembatalan janji temu dengan Shanum ,karena ternyata Devon telah mengajaknya lebih dahulu berkonsultasi ke dokter untuk menangani masalah yang sedang di alaminya.


"Bukan calon bini nya Vin"sanggah Reza saat dokter Vina menyangka bahwa sang wanita beruntung tersebut adalah calon istri Rangga.


Mulutnya membulat sempurna mendengar penuturan Reza,jika sang wanita bukan ibunya bahkan bukan calon istri, maka status apa yang sedang di jalani Rangga saat ini,begitulah pikirnya.


Mengetahui mantan kekasihnya mengajak sang tunangan untuk berkonsultasi tentang kesehatan reproduksinya saja, sudah membuat Vina sangat iri pada tunangan Devon, kini ada seorang pria yang begitu memperhatikan kesehatan wanita yang bahkan tak memiliki status dengannya, membuat dokter Vina bertanya-tanya,siapa wanita beruntung itu yang membuat pria tampan di hadapannya itu rela mengesampingkan harga diri nya,bukan hal yang mudah bagi seorang pria bahkan cenderung akan merasa malu, mungkin juga sedikit rasa enggan untuk menanyakan hal yang tampak pribadi bagi seorang wanita.

__ADS_1


Vina pun pamit terlebih dahulu pada keduanya setelah Rangga menjelaskan situasi yang di alaminya.


Berkali-kali ucapan maaf meluncur dari mulutnya karena telah membatalkan pertemuan yang telah ia rencanakan sebelumnya,namum dokter Vina tampak tersenyum dan menerima alasan Rangga dengan bijak.


"Huff....."lega hati yang kini Rangga rasakan.


"Darimana kau tahu gadismu sudah mengkonsultasikan kesehatannya "tanya Reza.


"Dia pergi dengan tunangannya"jawaban singkat Rangga sontak membuat Reza membulatkan mulutnya sempurna.


"What...apa-apaan ini ,jangan bilang kau mencintai gadis yang sudah memiliki ikatan dengan pria lain Ngga"kalimat kaget Reza keluar dengan nada tinggi, hingga Rangga terpaksa membungkam mulut itu agar pengunjung lain tak mendengar apa yang Reza katakan tadi.


Rangga hanya tertunduk lesu karena dugaan Reza benar adanya ,begitu besar rasa cinta itu bahkan ia sampai tak perduli jika saat ini Shanum sudah memiliki ikatan sah dengan pria lain.


"Wah wah wah,sekian lama kita tidak bertemu,ternyata adik tampanku ini terjebak dalam cinta segitiga"ujar Reza seakan tak mempercayai pemuda tampan yang sudah di anggapnya sebagai adik sendiri itu,tengah mencintai gadis milik pria lain.


"Tapi tenang bro,selama janur kuning belum melengkung di depan rumahnya,kau masih bisa berusaha untuk mendapatkannya, dan aku mendukungmu"Reza menepuk bahu pemuda yang tengah galau karena perjalanan cintanya penuh jurang yang menghadang.


Rangga hanya dapat tersenyum masam.

__ADS_1


Andai dokter Reza mengetahui jika rintangan untuk mendapatkan sang gadis bukan hanya telah memiliki ikatan dengan pria lain,namun kedudukan antara dirinya dan sang pujaan di ibaratkan bagai langit dan bumi,bagaimana mungkin seorang karyawan biasa ,mengharap cintanya terbalas dari sang pujaan yang ternyata adalah sang CEO.


Nasiiib nasiib ,apa dosaku di kehidupan yang lalu hingga mendapat cobaan cinta yang begitu berat ini,jerit hati Rangga.


__ADS_2