Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Tidak Tahu Sopan Santun


__ADS_3

"Ada kepentingan apa kau kesini anak muda ?"tanya pak penjaga gerbang dengan penuh wibawa namun tetap sopan .


"Maaf pak saya mau tanya apakah benar dirumah ini ada yang bernama Shanum ?" tanya Rangga sedikit ragu .


Pandangan ramah penjaga tadi berubah menjadi wajah yang tegang,membuat Rangga terkejut dan merasa heran apakah kalimat yang baru saja ia ucapkan ada yang salah .


"Coba kau ulangi kalimat barusan yang kau ucapkan anak muda "pinta sang penjaga untuk memastikan bahwa yang Rangga katakan tadi tidak salah terdengar di telinganya .


Rangga tersenyum ,ternyata penjaga itu sedikit bolot hingga tak mendengar apa yang Rangga tanyakan ,maka dengan suara sedikit keras kembali Rangga mengulang pertanyaan tadi .


"Saya bertanya ,apakah di rumah ini ada yang bernama Shanum pak ?"tanya Rangga dengan wajah tenang tanpa rasa berdosa,namun raut wajah sang penjaga tersebut pun kembali berubah menjadi merah padam .

__ADS_1


"Kurang ajar kau dasar tidak tahu sopan santun "jawab sang penjaga dengan suara keras dan penuh amarah ,bagaimana bisa nona muda putri pemilik rumah megah dan sekaligus bos nya yang begitu ia hormati dipandang sebelah mata oleh seorang pemuda biasa dengan memanggil nona mudanya tanpa sebutan nona .


"Apa maksud paman kalau saya kurang sopan ,saya hanya ingin memastikan jika benar ini adalah rumah Shanum ,maka saya hanya akan menitipkan oleh-oleh ini untuknya "Rangga pun menjawab Sewot karena pria tegap di hadapannya menyebutnya sebagai pemuda kurang ajar dan tidak tahu sopan santun .


Langkahnya terhenti saat hendak menstater motornya menuju kembali ke rumah kontrakannya, seorang wanita paruh baya dengan bertubuh tambun berjalan ke arahnya .


"Mau cari siapa nak ?"tanya wanita itu dengan senyum ramah pada Rangga denga mata genit karena wajah Rangga yang meski berpenampilan sederhana tapi ketampananya tetap menarik perhatian wanita itu .


"Ehmm ,apa benar di rumah ini ada yang bernama Shanum bu ,jika benar ada ,saya hanya ingin menyerahkan titipan dari ibu saya "kata Rangga Dengan sedikit kesal karena waktunya telah terbuang karena ulah penjaga itu .


"Iya benar rumah ini adalah milik nona Shanum,tapi sekarang nona sedang tidak ada di dalam ,karena nona sedang keluar bersama tuan "jawabnya .

__ADS_1


"Oh kalau begitu saya titipin ini saja sama ibu,dan tolong bilangin ke ...nona Shanum kalau ini oleh-oleh dari ibu Hana"kata Rangga sambil menyerahkan bungkusan ke wanita itu .


"Baiklah nak ...?"


"Rangga ,nama saya Rangga bu "


"Baiklah nak Rangga titipannya pasti akan sampai pada nona Shanum dengan selamat " ucap wanita itu dengan senyum masih merekah dari bibirnya yang merah menyala karena mungkin gincu yang ia poleskan ke bibirnya setebal dua senti .


"Trima kasih bu atas bantuannya ,dan saya mohon pamit "Rangga membungkuk sopan lalu menstater motornya menuju ke arah kontrakanya,sekilas dilihatnya pria penjaga gerbang menatapnya dengan sinis ,namun tak dihiraukan oleh Rangga yang tetap melajukan motornya dengan kecepatan sedang .


"Untung kamu ganteng jadi kau panggil aku ibu atau apapun aku tak akan marah "senyum wanita itu sambil memandang kepergian Rangga.

__ADS_1


"Puihhh dasar nenek genit,sudah tua tapi masih teegoda daun muda "kata penjaga sambil memalingkan muka ke arah lain .


"Eh sesama tua nggak usah sirik ,"jawab wanita itu sambil melangkah kedalam rumah megah itu .


__ADS_2