
Shanum berjalan menuju pintu masuk lobi perusahaan ,beberapa karyawan yang berpapasan menunduk memberi hormat padanya, begitupun satpam penjaga dan HRD menunduk sopan pada sang CEO.
Sementara sepasang mata memandang tajam dengan penuh kebencian dari jauh ,tangannya mengepal kencang hingga buku jarinya memutih .
"Dasar gadis bodoh,sekarang nikmatilah waktumu di kursi empuk itu ,sebentar lagi aku tak akan memberi kesempatan padamu untuk duduk dengan tenang ,bahkan bernafaspun kau tak akan menderita" ucap hati yang penuh dengki itu ,lalu melangkah memasuki gedung yang sama dengan Shanum .
Di lain tempat, Rangga tak sedetikpun melepas pandangannya dari sosok yang telah mengawasi Shanum sejak kedatangannya di gedung ini.
Ia pun ikut melangkah masuk namun masih dengan jarak agak jauh agar dapat memantau gerak pria tersebut dengan leluasa ,dari pakaian yang di kenakannya dapat di lihat jika pria tersebut memiliki kedudukan tinggi karena setelan jas yang tidak murah dan mobil yang di kendarai adalah barang yang tak dapat di miliki oleh karyawan biasa.
"Rang,tunggu ..."Kevin berlari mengejar langkah Rangga .
"Hmm ada apa vin "Rangga masih dapat mencuri pandang kemana pria itu pergi ,Rangga mempercepat langkahnya saat melihat pria itu memasuki lift yang hendak tertutup .
Meski gerakan Rangga cepat namun karena jarak yang jauh membuatnya tertinggal dan tak dapat menyusul pria tersebut .
__ADS_1
"Sh**..."umpat Rangga kesal,membuat Kevin sontak memandang sobatnya itu heran ,tak biasanya Rangga marah hanya karena masalah sepele .
Kevin bergegas mengikuti langkah Rangga yang kian di percepat "Sebenarnya ada apa Ngga?"Kevin semakin penasaran pada sahabatnya .
Rangga celingak celinguk saat keluar dari lift dan tak mendapati orang yang dicarinya.
Dengan muka kecewa Rangga memindai ruangan divisi keuangan namum sosok pria misterius itu tak berada di lantai itu .
"Vin tadi kau mau tanya apa?"Rangga menoleh ke arah Kevin baru teringat jika sahabatnya itu akan bertanya sesuatu padanya ,sementara Kevin menggaruk kepalanya yang tak gatal karena lupa akan suatu hal yang hendak ia tanyakan pada Rangga .
"He he heee sory Ngga".
"Hufffs "Rangga menghembuskan nafas panjang ,waktu makan siang telah tiba namun Rangga tak bersemangat saat Danu mengajaknya ke kantin .
"Berangkatlah dulu Nu ,aku akan menyusul "
__ADS_1
"Oke ,jangan lama-lama "sahut Danu sambil melangkah ke kantin ,dari pagi Danu tak berani mengganggu Rangga ,entah apa yang membuat wajahnya begitu mengerikan .
Rangga melangkah perlahan menuju kantin sementara waktu hanya tinggal beberapa menit lagi .
"Wah kukira kau puasa Ngga,ditunggu dari tadi nggak muncul-muncul"sapa Danu yang baru datang dari kantin ,Rangga hanya melihat sekilas ke arah Danu .
Beberapa suap makan siang tersisa di piring Rangga kareba hari ini nafsu makannya sangat buruk hingga meski porsi nasi yang hanya sedikitpun tak di habiskan oleh Rangga .
Kembali ke ruangannya Rangga mendapati si kembar songong sedang asyik memakan kwaci .
"Eh Ngga sini ,ada kwaci nih oleh-oleh dari Bali "tawar Dika.
"Ogah ngapain makan cemilan asin jauh-jauh dari Bali,nih upil gue gratis kalau lu mau "jawab Rangga santai .
"Huh dasar gesrek, gue juga ogah makan upil elu Ngga,ini oleh-oleh dari Monik "Dika menjawab ketus? karena Monik adalah gadis cantik bagian Personalia yang telah lama naksir pada Rangga namun tak sedikitpun Rangga menanggapi perasaan wanita itu .
__ADS_1