Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Aku Rindu


__ADS_3

Rangga melangkah mengikuti Devon ,sebuah ruangan berukuran luas dimana terdapat beberapa meja yang masing-masing meja terdapat laptop dan peralatan canggih .


Tampak dua pria yang tak lain anggota tim Devon yang sedang fokus bekerja .


"Ngga kenalin si tampan hitam manis Saka namanya "Devon menepuk pemuda yang bernama Saka dan di balas anggukan dan senyum ramah ,dan Ranggapun membalas senyum Saka.


"Dan satu lagi si kulkas jenius Nico "Devon melirik kearah anggota timnya yang lain namun tampak sambutan dingin karena hanya dengan lirikan sekilas ke arah Rangga.


Sebutan kulkas nampaknya cocok di sematkan pada Nico ,meski wajahnya imut putih mulus dan kaca mata tebal bertengger di atas hidungnya yang mancung namun wajahnya datar dan tenang .


Rangga duduk di salah satu kursi yang telah di sediakan .


Meski sudah cukup lama menjadi seorang hacker baru kali ini Rangga merasa takjub pada canggihnya peralatan yang Devon punyai .


Peralatan yang selama ini ia impikan ,kini berada di depannya dan siap untuk di gunakan .

__ADS_1


*


*


Hardy tampak melihat sekilas wajah putrinya yang terlihat murung ,sudah beberapa hari ini bibir indah itu tak pernah ia lihat sedang tersenyum ,entah apa yang membuat hari-hari Shanum yang biasanya ceria kini berubah muram .


Semenjak Paramitha sang istri meninggal, tak pernah Hardy sekalipun bermaksud menggantikan posisinya dengan wanita lain .


Luka hati dan kesedihan yang seakan tak pernah hilang membuat Hardy memaklumi sikap Shanum ,kurangnya perhatian dan kasih sayang dari seorang ibu ,membuat nya tumbuh menjadi gadis yang selalu tegar dan berusaha mengatasi masalahnya sendiri .


Meski beberapa teman lelaki pernah mengajaknya namun Shanum selalu menolak dengan halus meski di antara mereka ada yang merasa tak logis dengan alasan yang di berikan Shanum untuk menolak mereka yaitu ingin fokus belajar dunia bisnis .


Bagi mereka seorang gadis kurang pantas jika harus meneruskan usaha bisnis ayahnya karena dunia bisnis identik dengan sosok seorang lelaki .


Namun Shanum tak perduli dengan semua pandangan mereka ,yang ia inginkan adalah membahagiakan sang ayah yang begitu menyayanginya .

__ADS_1


Saat ini yang Shanum pikirkan adalah kelangsungan perusahaan Wijaya Corp.


Perusahaan kecil yang di rintis oleh kakeknya yang kini tumbuh besar namun di ambang kehancuran akibat dari perebutan harta dan keluasaan yang di lakukan oleh para cucu nya sendiri .


Hardy yang mati-matian berusaha untuk menjaga agar Wijaya Corp tetap berdiri setelah berbagai rintangan yang mencoba menjatuhkan perusahaanya itu .


Seperti saat ini ,setumpuk map berada di atas meja siap untuk ia cek dengan teliti ,sShanum tak ingin kecolongan lagi .


Para investor yang akan menanamkan modalnya , tak semua ia terima ,ada beberapa tahapan seleksi yang harus di lalui bagi para investor yang ingin bergabung dengan perusahaannya.


Langkah sang asisten tengah memasuki ruangan setelah Shanum memintanya untuk mengambil makanan yang telah ia pesan .


Waktu yang tak ingin terbuang sia-sia terlalu lama untuk makan siang di restoran karena Shanum kini selalu memesan makan siangnya lewat sang asisten ,dan tentu saja hal ini membuat Rangga menjadi bertanya-tanya karena tak pernah berjumpa dengannya ,apa yang terjadi setelah ia mengungkapkan isi hatinya pada Shanum ,apakah ia memang sengaja menjauh darinya .


Sudah beberapa hari ini Rangga berusaha mencari kesempatan agar dapat ke ruang sang CEO namun sama sekali tak satu kesempatan pun menghampirinya .

__ADS_1


__ADS_2