
Beberapa hari semenjak kejadian pak Santo yang tertangkap basah kini Shanum mulai membuat satu tim rahasia untuk mengawasi seluruh pergerakan Santo yang kini beralih haluan untuk melindungi Shanum ,meski hidupnya sebagai taruhan .
Agar Hardy dapat selalu memantau Shanum dan menjaga keselamatan putrinya sepanjang waktu, maka ia meminta putrinya itu untuk sementara tinggal bersamanya di mansion .
Sore hari Devon mengendarai lambo hitam kesayangannya menuju ke mansion Shanum ,selain Hardy memanggilnya tentu ia juga merasa kesepian di apartemen miliknya karena kedua orang tuanya tinggal di negara x ,sedangkan Devon sebagai anak tunggal yang terpaksa harus bolak-balik untuk mengelola beberapa anak cabang perusahaan milik papahnya ,Dirga sanjaya.
Apartemen yang hanya ia tinggali jika sedang berada di indonesia selama beberapa minggu tentu terasa dingin dan sepi karena hanya pembantu yang bertugas secara rutin untuk merawat kebersihan apartemennya .
Devon membalas anggukan hormat dari para penjaga mansion yang sudah kenal dengannya ,begitupun para pelayan pun mengangguk dengan senyum manis melihat calon suami sang nona Shanum .
Meski berasal dari keluarga the have tapi Devon sangat ramah dan menghormati siapapun baik itu pelayan maupun para penjaga yang bertugas di apartemen maupun di mansion calon istrinya itu .
Keramahan Devon membuat mereka tak merasa canggung untuk menyapa maupun bersenda gurau .
__ADS_1
"Selamat pagi bi ,wah hari ini senyummu begitu manis ,kalau saja bibi masih single pasti aku mau jadi pacar bibi " sapa Devon meski hanya sekedar basa-basi tapi membuat sang bibi tambun pengasuh Shanum, merasa terbang naik ke awang-awang saking bahagia mendengar gombalan dari Devon .
"Selamat pagi juga tuan Dev,selamat datang kembali ke mansion ini semoga tuan selalu di beri kesehatan dan umur panjang "sontak ucapan sang bibi tambun membuat Devon memalingkan muka dan memandang bahagia padanya .
"Wah aamiin terima kasih atas do'a nya bi "sahut Devon lalu menunjukan jari mode hati pada pelayang tambun sambil berlalu dengan tersenyum hangat .
Kedatangan Devon di mansion membuat para pelayan yang sebagian adalah para wanita menjadi gaduh ,wajah rupawan Devon dapat membuat hati yang melihat bagai mendapat suatu keberuntungan apalagi dengan bonus senyum yang begitu mempesona .
Shanum yang tengah menikmati waktu santainya bersama Hardy menoleh kearah suara langkah kaki yang menuju kearah mereka ,Hardy tersenyum melihat kedatangan putra sahabatnya .
"Apa kabar om "sapa Devon sambil memeluk Hardy erat ,karena dia sudah menganggap pria itu seperti ayahnya sendiri .
"Om baik-baik Dev,bagaimana kabar ayah dan ibumu ?" Hardy balik bertanya karena baru sekarang ia dapat bertemu kembali dengan calon mantunya .
__ADS_1
"Ayah dan ibu baik om " jawab Devon .
"Sha .."sapa Devon pada Shanum yang duduk di sebelah Hardy .
"Hmmm "Shanum hanya mengangguk seraya memamerkan senyum manisnya ,membuat Devon bergetar ,sekian lama mereka menjalin persahabatan tanpa rasa lain tapi sekarang terasa berbeda dengan yang Devon rasakan ,kini perasaan aneh mendadak muncul di saat kebersamaannya dengan Shanum .
Tawa cerianya ,canda manjanya dan senyum manis yang selalu menghias bibir mungilnya membuat debar hati Devon tak karuan .
Jika dulu ia menerima pertunangan dengan Shanum tanpa mempunyai perasaan lain namun kini benih-benih aneh tumbuh di hatinya .
"Apakah aku salah jika mencintai tunanganku sendiri,Sha ....apa di hatimu masih ada tempat tersisa untuku ?".
Devon menatap intens mata Shanum ,binar mata itu masih sama saat terakhir mereka berpisah ,tatapan mata yang hangat tapi bukan tatapan seperti itu yang Devon mau ,Shanum masih menganggapnya sebagai teman biasa bahkan mungkin menganggap sebagai seorang kakak .
__ADS_1