
Rangga kini dapat bernafas lega, karena Kevin kini sudah pergi keluar bersama Rara kekasihnya.
Ada tugas yang harus Rangga selesaikan nanti, yaitu menjelaskan hubungan antara dirinya dengan sang Shanum, yang merupakan CEO kesayangan bagi sebagian besar karyawan laki-laki.
Rangga hanya dapat menelan salivanya, setelah satu saingan terberat telah mengambil langkah undur diri, kini bukannya perjuangannya menjadi mudah namun ia pun harus bersiap-siap menghadapi barisan para lelaki yang akan menjadi rivalnya untuk mendapatkan Shanum.
Bukan hanya dari kalangan atas saja para pesaing Rangga berasal, Kevin yang telah memiliki kekasih pun seakan tak rela jika CEO kesayanganya menjadi hak milik Rangga.
"Bu,aku rindu..."ucap Shanum berlari ke arah Hana yang baru saja keluar dari kamarnya dan memeluk erat wanita paruh baya yang sudah di anggapanya sebagai ibu sendiri.
Hana tersenyum sambil mengusap rambut hitam gadis yang berada dalam pelukannya, Rangga yang menyaksikan adegan itu hanya dapat ber andai-andai.
Berada dalam dekapan gadis jelita seperti Shanum adalah impian semua pria di luar sana, dan andai saja ia di beri kesempatan untuk memeluknya pasti ia tak akan melepaskannya kembali.
"Bagaimana kabarmu neng, ibu ogeh kangen sama neng Shanum, kamu sehat kan, kenapa tubuhmu kini semakin menyusut atuh neng"pertanyaan dengan bahasa campur aduk kini memberondong Shanum.
"Aku baik bu "jawab Shanum dengan tatapan penuh haru mendapat perhatian begitu besar dari wanita paruh baya di hadapannya itu.
Rangga pun beranjak dari tempatnya, tak ingin mengganggu moment temu kangen antara ibunya dan Shanum, yang sudah menganggap sebagai putrinya sendiri itu.
Ardi yang tengah asik menata meja makan pun telah selesai, beberapa hidangan yang kini telah tersaji di atas meja makan sudah siap di santap.
"Bu,Sha..ayo kita makan dulu,selagi hangat"ajak Rangga,sementara Ardi masih menyiapkan gelas.
"Ayo neng,kita makan sama-sama, neng pasti belum makan kan?"Hana menuntun tangan Shanum menuju ke ruang makan.
__ADS_1
"Waahhh ,ini semua kau yang masak Di "tanya Shanum pada Ardi, matanya berbinar melihat hidangan yang begitu menggugah selera.
"Ehmm bukan mba, ini ibu semua yang masak tadi, aku cuma nyiapin aja"jawab Ardi tersipu.
"Ku kira kau yang masak, padahal cita-citaku ingin memiliki seorang suami yang pandai memasak"ujar Shanum dengan tatapan sedih, sebagai wanita ia merasa gagal karena ia sangatlah buta ilmu dalam memasak.
"Waah kalau mba ingin mempunyai seorang suami yang pandai memasak nggak usah jauh-jauh mba, kakak ku juga masakannya lezat ".ujar Ardi terlihat bangga pada sosok sang kakak satu-satunya itu.
"Uhukk uhukkk"tiba-tiba tenggorokan Rangga bagai tersedak daun jendela, mendengar kalimat yang keluar dari mulut sang adik.
"Waaah benar kah itu bu, Rangga pintar memasak, berarti bukan hanya membuat ramuan herbal saja ia bisanya"tanya Shanum lagi.
"Ehmm neng Shanum tahu dari mana kalau anak ibu ini bisa bikin ramuan herbal?"
Hana seolah tak percaya jika putra sulungnya pernah membuat ramuan yang berasal dari dedaunan dan rempah alami itu, karena yang ia tahu Rangga paling tidak suka jika harus memarud tumbuhan rimpang untuk sebuah minuman herbal, Hana hanya akan meminta Ardi untuk membuat minuman yang di konsumsinya jika badannya terasa kirang vit.
"Waaaahhh, sungguh beruntung orang yang pernah minum ramuan buatan kakaku ini"Ardi seakan tak percaya jika tak mendengar langsung mulut dari Shanum.
"Jadi kalau begitu,aku gadis beruntung itu Ar"teriak Shanum girang.
"Uhukk uhukkk"Rangga kembali terbatuk,kali ini dengan cepat ia mengambil gelas yang berisi jus buah dan segera meminumnya.
Hana hanya tersenyum melihat kagugupan putra sulungnya itu.
"Semoga cintamu berbalas nak"harap Hana dengan rasa Haru.
__ADS_1
Makan malam kali ini berjalan dengan kehangatan dan penuh canda tawa.
Drrtt drrrt
Getaran terdengar dari ponsel Shanum,lalu gadis itu membaca pesan yang masuk.
"Bu ayo kita selfie ber empat"ajak Shanum lalu merangkul bu Hana dan menyerahkan ponselnya pada Rangga untuk memfotonya.
Rangga memandang hasil jepretannya, dadanya berdesir saat Shanum merangkulnya erat, berharap jika poto itu suatu saat akan menjadi kenyataan, orang-orang tercinta berada dalam satu frame, ...aamiin .harapan Rangga.
Shanum memandang ponselnya, wajahnya tersenyum manis lalu mengetik beberapa kalimat sebelum mengirimkan pesan itu pada ayahnya.
Tak berapa lama, kembali ponsel itu bergetar.
"Bu, aku mau ajak ibu ke rumahku, ayah ingin bertemu dengan bu Hana"ucap Shanum setelah membaca pesan dari sang ayah.
"Ketemu sama ibu?"Hana bertanya Heran dan saling pandang dengan Rangga.
"Sudah bu berangkat sama kak Rangga aja, biar aku tunggu rumah ,takut bang Kevin bingung kalau pulang tak ada orang.
*
*
Hardy tampak tertegun setelah melihat balasan pesan yang di kirim putrinya
__ADS_1
Rupanya ia sedang makan malam dengan keluarga Rangga yang sedang datang dari kampung,satu wajah yang sangat menyita perhatiannya dalam foto itu.
"Satria..."