Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Kapan Kamu Datang ke Rumahku


__ADS_3

Shanum dan Rangga terdiam membeku ,langkah mereka tertahan sementara Kevin memandang dengan tatapan tak percaya,bagaimana mungkin sang nona CEO sedang memegang tangan Rangga dan menuntunnya .


Rangga segera melepaskan genggaman tangan Shanum dengan perlahan .


"Eh hmm ...terima kasih nona sebaiknya saya kembali ke kantor sendiri "Rangga salah tingkah karena Kevin masih menatapnya dengan tajam setajam silet .


"Uhhm baiklah ,hati-hati lah Ngga"jawab Shanum dengan tatapan tak rela melepas tuntunan tangannya dan melepas Rangga berjalan tertatih sendiri .


"Ada perlu apa kau Vin ?"tanya Shanum memandang Kevin.


"Ini ada berkas yang sudah saya revisi sesuai permintaan nona Shanum ,dan nona tinggal tanda tangani"Kevin menyerahkan berkas ke atas meja Shanum .


"Taruh berkas itu meja ,nanti akan aku tanda tangani setelah makan siang"


"Baik nona ,terima kasih "Kevin menunduk hormat lalu melangkah pergi dari ruangan itu dengan hati masih diliputi tanda tanya .


Rangga duduk dengan wajah sedikit tegang ,hatinya resah gundah gulana ,bagaimana jika Kevin menyebarkan berita negatif tentang apa yang di lihatnya tadi,apa nanti pendapat para karyawan tentangnya .


Pertanyaan-pertanyaan yang membuat hatinya tak tenang ,hingga sore ini pun hati Rangga masih bimbang apakah ia akan tetap pergi menemui Shanum di tempat yang telah ia janjikan ,bagaimana jika nanti ada yang melihat mereka berada di restoran itu berdua .


Rangga berjalan sedikit tertatih ,ia tersenyum saat matanya bertemu tatap dengan Shanum yang sedang duduk di kursi tempat biasa mereka bertemu dan memandang ke arahnya.


Tangan Rangga bergerak menahan mengisyaratkan agar Shanum tetap di tempat ,karena dilihatnya gadis itu hendak bangun dari kursi dan tampak akan berjalan ke arahnya ,gadis itu pun kembali terdiam lalu duduk di kursinya .


"Apa kakimu masih sakit jika digunakan untuk melangkah Ngga ?"Shanum bertanya cemas .

__ADS_1


"Tidak, hanya tinggal mengeringkan lukanya saja "jawab Rangga sambil menarik kursi di hadapan Shanum .


Shanum melambaikan tangan ke pelayan .


Jus nanas sengaja ia pilih ,sudah menjadi kebiasaanya untuk meminum jus buah setiap sore .


"Ngga aku pesenin jus nanas ,apa kamu suka?"tanya Shanum pada Rangga .


"Hmm iya gak apa-apa"Rangga mengangguk dan tersenyum ke arah Shanum .


"Ngga kapan kamu akan datang ke rumahku ,papah sudah mengundangmu untuk datang "Shanum membuka perbincangan .


"Terserah nona ,aku akan selalu siap datang kapan saja"jawab Rangga.


"Tapi .."


"Tidak ada penolakan "Shanum menyeruput jusnya.


"S sha ..kamu datang ke sini sama sopir kan ?"tanya Rangga ragu ,karena ia tak ingin kejadian kemarin terulang lagi ,ada beberapa orang mengikuti Shanum ,entah apa yang akan mereka lakukan pada gadis itu .


"Ehmm hmm "angguk Shanum ,membuat Rangga tenang .


"Apa kamu menghawatirkan aku Ngga ?"


"Tentu saja aku khawatir ,kau adalah bos ku"senyum Rangga,sementara Shanum mencebikan bibir imutnya ,Rangga ketar-ketir menahan salivanya.

__ADS_1


"Ngga ,gimana kalau sabtu malam besok kau ke rumahku ?"


"Uhukk uhukk "


"Kenapa Ngga,apa kamu ada acara ?"


"Tidak "


"Oke ,kami tunggu kedatanganmu "Shanum tersenyum ceria .


"Hmmm "Rangga tak ingin berharap terlalu jauh ,sudah bisa mengenal Shanum seperti ini pun sudah sangat bersyukur ,jika untuk memasuki kehidupannya lebih dalam , sungguh Rangga tak se lancang itu .


Shanum mengambil benda persegi di tas kecilnya ,dan membalas pesan dari Hardy yang menanyakan keberadaan Shanum saat ini.


Shanum mengarahkan kamera ponselnya dari arah belakang berlatar wajahnya dan Rangga yang sedang duduk.


"Ngga liat ke kamera donk "pinta Shanum membuat Rangga terkejut karena Shanum mengajaknya selfi .


"Ayo senyum donk Ngga"kembali Shanum meminta Rangga memamerkan senyum manis yang jarang ia perlihatkan .


"Ih kamu kaya kanebo kering Ngga , apa kamu tidak pernah selfi sama mantanmu ?"Shanum berjalan mendekat ke arah kursi Rangga,lalu mendekatkan wajahnya agar sejajar dengan Rangga lalu.


"Ceeers "senyum Shanum merekah ,sementara Rangga dengan mata membulat penuh ,memandang lekat ke arah Shanum yang berjarak tak lebih dari lima centi dari wajahnya ,sekilas Rangga dapat mencium nafas dan harum rambut gadis itu .


"Ya tuhan ,semoga jantungku baik-baik saja".Doa Rangga dalam hati .

__ADS_1


__ADS_2