
"Sha,maaf aku datang terlambat ,sungguh situasi mendesak membuatku harus menunda keberangkatan kesini "ucap Firdaus dengan nada penuh sesal ,rupanya sengaja ia telah menyiapkan kado cantik mungil untuk di persembahkan pada Shanum ,namun ternyata kado itu tertinggal di hotel dan terpaksa ia harus menunggu asistennya untuk mengantarnya kembali .
"Ah tidak apa-apa kak ,tidak terlalu lama kok "jawab Shanum mencoba tersenyum meski hatinya dongkol .
Firdaus pun memanggil pelayan caffe dan memesan minuman dan beberapa makanan kecil ,matanya sekilas memandang gadis cantik di hadapannya ,dress warna krem selutut dengan lengan panjang bermotif bunga sakura ,sangat serasi dengan warna kulitnya ,dengan bibir warna pink natural terlihat begitu mempesona .
"Sha ,maafkan aku sebelumnya jika perkataanku akan membuatmu tersinggung atau tidak berkenan "Firdaus berucap pelan mengawali pembicaraan namun penuh diplomatis ,membuat Shanum memandangnya penuh tanda tanya .
"Aku siap mendengarkan apa yang kak Daus akan katakan "jawab Shanum tenang .
Firdaus menghela nafas panjang ,setelah sekian lama memendam perasaan kini saatnya ia harus mengungkapkan semua agar hatinya tak lagi tersiksa .
"Sha ,aku menyukaimu sudah lama aku memendam perasaan ini ,bahkan sejak pertama kali aku melihatmu ,aku tahu,aku salah karena baru mengungkapkan isi hatiku padamu "akhirnya panjang lebar Firdaus mengungkapkan curahan hatinya ,perasaan yang selama ini ia pendam dan perjuangannya mencari keberadaan Shanum ,yang ternyata tak lagi di negara x.
__ADS_1
"Se....."kalimat Shanum tertahan saat Firdaus menggerakan tangannya dan menahan ucapan Shanum .
"Aku tidak ingin kau menjawabnya sekarang Sha ,aku tahu mungkin kau pun tidak menduga kalau aku mengatakan hal itu saat ini ,tapi aku ingin agar kau tahu ,aku sungguh menyukaimu perasaan ini tulus dari dasar hatiku dan aku ingin kau pertimbangkan jawabannya tanpa tergesa-gesa,aku akan sabar menunggumu Sha,sampai kau siap "
Firdaus menatap manik mata Shanum ada kejujuran di sana dan ketulisan yang terpancar dari senyum hangat dari bibirnya .
Bukan hanya tak memiliki perasaan,tapi Shanum kini telah mempunyai seorang tunangan yang kelak akan menjadi pendamping hidupnya,ia juga tak ingin memberi harapan palsu pada Firdaus,yang nantinya hanya akan membuat hatinya terluka ,di sisi lain ada hati yang Shanum jaga,meski ia belum pasti tentang perasaannya, ia tah tahu dermaga mana yang akan menjadi pelabuhan hatinya.
Malam kian larut ,namun Rangga masih enggan beranjak dari kursi kesayangannya di teras ,sementara Kevin mungkin sudah jauh terbang ke alam mimpinya karena sudah satu jam ia telah beranjak pergi ke kamarnya .
Tiba-tiba entah kenapa perasaan rindu yang begitu menggebu menyerang hatinya .
"Salahkah jika aku merindukanmu Sha".
__ADS_1
*
*
Sementara itu ,nan jauh di di sebrang ,Kevin tengah sibuk dengan berbagai barang yang akan di bawa nya ke indonesia,situasi perusahaannya yang mulai stabil mambuatnya dapat kembali lagi ke indonesia dengan tenang ,sampai perusahaan yang saat ini Shanum kelola telah pulih dari keterpurukan dan dapat tetap berjalan dan semakin berkembang.
Tak sabar rasanya ia bertemu dengan sahabat masa kecil yang kini telah menjadi tunangannya ,ingin hatinya meminta kedua orangtuanya untuk meminta pada Hardy untuk segera meresmikan hubungan mereka ke jenjang yang lebih resmi yaitu sebuah pernikahan ,namun hati kecil Devon pun tak dapat memungkiri jika hubungannya dengan Shanum masih sama seperti dulu yaitu hubungan sebagai teman ,dan Devon menyadari hal itu ,di hati Shanum hanya ada status teman meski tali pertunangan telah mengikatnya sejak dua tahun lalu .
Devon sadari tatapan sama dan tak pernah berubah dari Shanum ,membuatnya tak ingin berharap lebih dengan hubungan itu .
Namun tatapan lain pernah ia lihat di mata gadisnya ,tatapan penuh kekaguman dan rasa suka pada seorang pria ,terasa sesak dadanya saat pertama kali Devon melihat kedekatan,kehangatan dan kelembutan sikap Shanum pada pria lain selain dirinya .
"Apakah dia sang pemiliki hatimu Sha".
__ADS_1