Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Semua Tentangmu


__ADS_3

Rangga menghempaskan tubuhnya di atas kursi ruang tamu, tubuhnya terasa begitu penah, setelah menjemput sang ibu dari kampung untuk melaksanakan lamaran, lalu mengantarkannya kembali pulang, waktu yang berjalan terasa begitu cepat.


Syukurlah Danu dan Dika tak menghubunginya, berarti tak ada kendala berat selama Rangga ijin beberapa hari.


Rangga membaringkan tubuhnya di kasur, istirahat sebentar mungkin cukup untuk memulihkan tenaganya, karena malam nanti Shanum mengajaknya bertemu dengan seseorang.


Sementara itu, di kantor CEO perusahaan Wijaya Corp, Shanum tengah sibuk memeriksa beberapa email yang masuk, meeting tahunan yang akan di laksanakan sebentar lagi, sungguh membuat otaknya berfikir lebih keras lagi agar tak ada kesalahan yang akan mengakibatkan perusahaan yang di pimpinya kembali mengalami keterpurukan, untung saja asisten Harun ikut banyak membantunya, sehingga pekerjaanya sedikit berkurang.


Shanum menghabiskan makan siang yang bahkan sudah lewat lebih dari tiga jam, untunglah Harun tak bosan mengingatkannya, setelah melihat bungkusan berisi makan siang yang di pesannya belum juga terbuka.


Meski nafsu makannya kali ini sungguh sangat berkurang, namun Shanum akhirnya memakan meski hanya separuh porsi yang masuk ke perutnya.


Asisten Harun hanya dapat menggelengkan kepalanya melihat Shanum yang kembali fokus ke pekerjaan tanpa menghabiskan makan siangnya.


Waktu beranjak mulai petang, Shanum pun segera membereskan map dan berkas-berkas di atas meja kerjanya.


Langkah Shanum tertahan saat di lobi perusahaan yang sudah lengang, tampak sosok pemuda tampan berwajah baby face sedang asik dengan ponselnya.


Mendengar suara langkah mendekat ke arahnya, sontak pemuda yang tak lain adalah Joyandra Sabastian, pemuda yang begitu jatuh hati pada Shanum, kini tersenyum ceria, melihat kedatangan sang pujaan hati mendekatinya.


"Hai Sha, selamat sore"sapa Joy ramah.


Shanum hanya membalas dengan anggukan kepala dan senyum ringan ke arah Joy.


"Maaf aku tidak menghubungimu terlebih dahulu, ada sesuatu yang harus kita bicarakan"ucap Joy dengan wajah sungguh-sungguh.


Shanum hanya menautkan kedua alisnya, sebenarnya ia ingin cepat pulang ke apartemen dan berendam air hangat agar badannya terasa segar, namun untuk menolak ajakan Joy iapun tak tega, karena tatapan mata penuh harap itu membuat hatinya luluh, dan kini Shanum pun akhirnya berjalan mengikuti Joy.


Di sebuah Cafe bernuansa modern kini mereka berada, rupanya Joy sudah mempersiapkan tempat VIP agar rencananya berjalan mulus.


Sambutan hangat dari para pelayan yang menyambut kedatangan sang tamu istimewa dengan sang pemilik Cafe, rupanya Cafe megah yang terletak di pusat kota itu ternyata adalah salah satu cafe yang dimiliki Joy.


Shanum menyantap makanan dengan lahap, perut yang hanya di isi beberapa suap saat makan siang tadi kini seakan berdemo minta di isi segera.

__ADS_1


Dan hidangan yang begitu menggugah selera membuat Shanum tak ingat bahwa ada sosok pemuda tampan sedang mengamatinya dengan senyum manis di bibirnya.


Sungguh senang Joy melihat Shanum dengan lahap menyantap hidangan yang telah ia siapkan.


Seakan tak ingin kehilangan moment berharga, bahkan Joy tak menyentuh hidangannya sendiri.


Dengan gerakan lembut Joy mengusap bibir Shanum karena noda saos coklat yang tersisa di sudut bibirnya.


"Uhukk uhukk".


Shanum tersentak kaget saat menyadari apa yang Joy lakukan padanya, dengan cepat ia memundurkan kepalannya sehingga tangan Joy tak sempat menyentuh bibirnya.


"Maaf, ada noda di bibirmu"Joy berucap gugup, karena merasa bersalah telah lancang hendak menyentuh bibir Shanum.


"Ehm, biar aku sendiri yang akan membersihkan"sahut Shanum cepat.


"Maafkan aku Sha"ucap Joy dengan wajah penuh sesal, kini perasaan bersalah menyelimuti hatinya, memang tak seharusnya ia tak selancang itu.


Apalagi kini statusnya sudah memiliki calon pasangan, tentu saja Shanum tak akan membiarkan lelaki lain menyentuh tubuhnya.


"Ehmm hmm, Sha aku ingin mengatakan sesuatu padamu"ucap Joy dengan sedikit ragu.


Shanum mengerutkan kedua alisnya.


"Apa yang ingin kau katakan Joy"


Dengan tajam Joy menatap mata indah gadis yang telah mencuri hatinya.


"Aku menyayangimu Sha, maaf jika aku terlalu dini mengungkapkan isi hatiku, memang kita baru berapa kali bertemu, namun sejak pertaman itulah aku sudah jatuh hati padamu, Sha aku mencintaimu"kalimat Joy terucap dengan cepat, terlihat nafasnya memburu tak beraturan.


Joy kini bernafas lega, beban yang menekan dadanya seakan sirna, perasaan yang mengganjal di hati dan membuat tidurnya tak pernah nyenyak kini telah terucap, meski kalimat yang keluar dari mulutnya tak se romantis kalimat yang sudah di rangkainya dengan matang di dalam otak kepalanya.


Shanum hanya dapat memandang Joy dengan tajam, tak pernah ia duga jika pemuda yang beberapa tahun lebih muda darinya kini mengungkapkan isi hatinya dengan lantang.

__ADS_1


"Maaf jika aku mengatakannya tiba-tiba dan kau pun tak harus segera menjawab perasaanku, aku akan sabar menunggu jawaban darimu"ujarnya lagi.


"Tapi ..."ucapan Shanum terpotong, saat Joy kembali meneruskan kalimatnya.


"Aku akan sabar menunggu kau menerima perasaanku Sha, aku tahu kau pasti terkejut dengan apa yang ku katakan, tapi ...percayalah Sha, aku sungguh telah jatuh hati padamu"


Shanum menghela nafas, memorinya kembali berputar saat Firdaus mengungkapkan perasaanya dan....


Shanum memalingkan mukanya dengan ceoat dan pandangannya memindai ke seluruh cafe, Shanum tak ingin kejadian itu terulang, jika saat itu Devon melihat Firdaus tengah mengungkapkan isi hatinya, maka kali ini ia tak ingin Rangga pun melihat kejadian serupa.


"Apa yang membuatmu menyukaiku Joy, kau tahu aku beberapa tahun lebih tua darimu, ada banyak gadis di luar sana yang lebih cantik dan sesuai dengan usiamu dan pasti akan menerima cintamu"Shanum tak ingin memberi harapan pada Joy, karena di hatinya memang hanya ada Rangga calon suaminya.


"Sha, kau tahu kenapa aku mencintaimu, karena cintaku tanpa syarat, aku tak perduli kau lebih tua beberapa tahun dariku bahkan jika kau pantas menjadi bibi ku pun aku tak perduli" Joy tetap bersikeras.


"Tapi aku tak bisa menerima cintamu Joy"ujar Shanum dengan tenang.


"Aku akan tetap menunggu hingga kau mau menerima cintaku"Joy menjawab dengan penuh percaya diri.


"Aku tahu kau mungkin saat ini sedang terluka karena penghianatan mantan tunanganmu"kalimat Joy membuat Shanum membulatkan mulutnya sempurna.


Darimana Joy mengetahui tentang kisah perjalanan cintanya.


"Darimana kau tahu berita itu"tanya Shanum.


"Aku tahu apapun tentangmu Sha"ujar Joy penuh percaya diri.


"Tentang kisah hubunganmu dengan keluarga besarmu, bahkan kisah tentang penghianatan calon suamimu Devon Sanjaya" Joy memandang Shanum tajam.


Shanum menghela nafas panjang.


"Lalu apa kau juga tahu jika beberapa hari lagi aku akan menikah dengan seorang pria yang mencintaiku dan akupun mencintainya dengan segenap jiwa ragaku".


Deg

__ADS_1


__ADS_2