Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Jaga Jarak Hati


__ADS_3

Rangga terus melangkah keluar dari ruang CEO,panggilan Shanum tak di hiraukannya .


"Ngga tunggu aku ,apa kau masih marah padaku Ngga"Shanum dengan langkah cepat menyusul Rangga namun tetap saja pemuda itu acuh pada Shanum .


Dengan cepat Shanum masuk ke dalam lift di mana Rangga berada sebelum panel itu tertutup .


Nafasnya memburu cepat,butir-butir kecil keringat keluar dari pelipis Shanum .


Rangga menatap gusar ke arah Shanum ,sebenarnya Rangga bukan marah pada Shanum namun ia hanya risau jika ada karyawan yang melihat mereka berdua di dalam lift itu .


"Sha,apa yang kamu lakukan ,apa pandangan para karyawan jika melihat kita satu lift hanya berdua "Rangga berucap dengan nada sedikit gusar karena sebentar lagi lift sampai di lobi dan saat pintu terbuka tentu akan banyak yang melihat keberadaan mereka berdua .


"Apa salahnya kita berada dalam satu lift sedangkan kita tak melakukan apapun "jawab Shanum tenang .

__ADS_1


Dan apa yang Rangga takutkan pun terjadi .


Pintu lift terbuka saat beberapa karyawan telah pulang dari kantin untuk makan siang ,pandangan mereka serentak menatap kearah panel lift yang terlihat Shanum dan Rangga dengan wajah tegang bibir terkatup rapat .


Rangga segera memberi ruang agar Shanum melangkah terlebih dahulu ,kepalanya menunduk hormat saat Shanum dengan langkah tenang melaluinya menuju mobil yang sudah terparkir di depan lobi perusahaan .


Rangga menatap kepergian Shanum ,rupanya Devon telah menunggunya untuk mengajak makan siang .


"Ehmm hmmm ,sudahlah lupakan dia biarkan mereka bahagia Ngga"Senyum Kevin tersungging di sudut bibirnya kala melihat sahabatnya hanya bisa menatap kepergian Shanum dan Devon.


Bahkan Kevin melihat tatapan Rangga pada Shanum berbeda jika ia menatap para gadis lain ,Monik yang jelas-jelas menyukainya tapi tak pernah Rangga membalas perhatiannya bahkan terkesan mengacuhkan gadis itu .


Berbeda jika Rangga sedang menatap ke arah Shanum ,tatapan hangat penuh cinta akan jelas terlihat dari sinar mata tajamnya .

__ADS_1


"Sudahlah jangan kau berpikiran macam-macam "elak Rangga sambil berlalu ke arah kantin untuk mengisi perutnya yang kosong .


Hanya beberapa orang yang masih berada di kantin ,lainnya sudah kembali ke ruang masing-masing ,Rangga hanya mengisi perutnya setengah porsi ,entah kenapa hari ini nafsu makannya hilang entah kemana .


Perhatian Rangga hanya pada pak Hendy ,kenapa dengan sesama saudara kandung mereka begitu saling menjatuhkan ,kehidupan para kalangan atas memang sangat kejam ,mereka saling berebut harta tahta dan kekayaan hanya untuk kehidupan pribadi ,hubungan darah pun tak mampu memisahkan perselisihan di antara mereka ,bahkan nyawa pun serasa tak ada artinya lagi ,semua hanya karena kesenangan dunia yang ingin mereka miliki secara utuh .


Kelicikan para saudaranya membuat Hardy bahkan memilih memberikan kepercayaan pada adik iparnya untuk menjaga Shanum dan mendidiknya agar mengenal dunia bisnis ,kini Shanum telah menjadi sosok yang tangguh dan cerdas namun kelembutan hatinya mampu membuat orang jatuh hati padanya .


*


*


Devon melihat Shanum tengah menghabiskan makan siang dengan lahap ,meski badannya mungil namun padat berisi ,tak heran bentuk badannya selalu terjaga karena secara rutin Shanum selalu menyempatkan waktu untuk nge gym .

__ADS_1


Devon mengelap lelehan saos di bibir Shanum dengan lembut ,jika orang melihat adegan itu tentu mereka berpendapat jika keduanya adalah pasangan yang sangat serasi dan membuat iri bagi orang lain yang melihat kemesraan mereka .


Tak ada yang tahu jika mereka meski berstatus tunangan namun di hati masing-masing memiliki sosok lain yang membuat mereka tetap menjaga jarak .


__ADS_2