Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Pria Pertama


__ADS_3

"Maafkan jika aku telah membuatmu terluka"Shanum melangkah pergi meninggalkan Joy yang masih terlihat shock.


"Tidak, tidak mungkin, kau bohong padaku Sha"ucap Joy dengan mata nanar, sambil berlari ke arah Shanum yang kini telah pergi meninggalkannya.


"Shanuuuum....kau bohong, aku tahu kau membohongiku kan?"teriak Joy sambil berlari mengejar Shanum, namun ia tak dapat mengejarnya karena Shanum telah pergi bersama asisten Harun yang sudah menunggunya di dalam mobil yang terparkir di depan cafe.


Joy masih terus memberontak dari cengkeraman beberapa pelayan cafe yang menahannya karena mendapati sang Tuan Muda nya hendak masuk ke dalam mobilnya untuk mengejar Shanum.


"Lepass, kurang ajar sekali kalian padaku, akan ku pecat kalian"umpat Joy yang merasa begitu kesal pada pelayan yang menahan tubuhnya.


"Maaf Tuan, ini untuk kebaikan tuan muda sendiri, kami tak ingin tuan celaka"ujar sang pelayan yang terlihat berusia paling matang.


"Kau, apa hakmu melarangku hah!!!" sahutJoy ketus dengan mata merah menyala.


"Maaf Tuan, ini perintah dari Nyonya Besar"sahut pelayan dengan tenang, meski mendapat beberapa pukulan akibat amukan amarah yang begitu besar dari Tuan mudanya, tetapi mereka tetap menahan tubuh pemuda yang tengah hancur hatinya karena cinta itu untuk tetap berada di cafe, karena jika mengendarai mobil dalam suasana hati yang hancur, akan sangat berbahaya.


Joy pun akhirnya terkulai lemas, tenaganya terkuras setelah puas ia lampiaskan pada para pelayannya, nafasnya terengah dengan tatapan kosong kearah menghilangnya mobil Shanum.


Sementara di tempat lain, Shanum keluar dari mobil menuju mansion.


Rangga menyambut dengan sumringah kedatangan sang kekasih hati.


Shanum tersenyum dan berusaha tetap tenang menyembunyikan kegugupannya, melihat Joy yang begitu hancur membuat hatinya kini merasa bersalah.


"Sudah lama Ngga?" sapa Shanum melihat Rangga sudah berada di mansion dan baru keluar dari ruang kerja ayah Hardy.


"Hmm, sudah cukup lama "sahutnya dengan tatapan tajam ke arah Shanum.


Masih teringat dengan jelas saat kiriman vidio dari Kevin, terjadi kegaduhan di sebuah cafe dimana terlihat seseorang tengah meracau tak karuan hendak mengejar seorang wanita yang telah berlalu dengan mobilnya, Rangga dengan jelas hapal siapa pemilik mobil tersebut.


"Bersihkan dulu tubuhmu Sha, ada yang ingin ku bicarakan denganmu"Rangga berucap datar.


"Aku pun ingin mengatakan sesuatu padamu"ucap Shanum dengan tenang.


Rangga menghela nafas berat, tak membutuhkan waktu lama baginya untuk mengetahui siapa pria yang berada dalam vidio tersebut.


Joyandra Sabastian, putra deorang desainer terkenal dan sekaligus pemilik beberapa restoran terkenal yang tersebar di beberapa kota besar di seluruh negeri ini, meski saat ini ia masih tercatat sebagai seorang mahasiswa swasta terkenal di ibukota, namun nama besarnya sebagai pewaris tunggal kekayaan Maharani sang ibu, sudah membuat Rangga tersenyum kecut, rupanya begitu banyak para pejantan tangguh di luar sana yang begitu ingin memiliki calon istrinya itu.


"Tuhan kenapa Kau kirim rival yang begitu berat untukku, sedangkan Engkau tahu sedalam apa rasa cintaku padanya"gumam Rangga lirih.

__ADS_1


Tak tok tak


Rangga segera memasukkan ponselnya ke dalam saku bajunya.


"Maaf sudah menunggu lama"ucap Shanum masih dengan rambut sedikit basah.


Dengan berat Rangga menelan salivanya, tatapan matanya kini terarah ke wajah putih polos tanpa make up di wajahnya, hanya lipgloss pink natural yang menghias bibir mungilnya, rambut yang setengah basah membuatnya semakin terlihat begitu sexy dan menggoda, gelenyar aneh kini menjalar di dadanya.


"Ngga, apa yang kau lamunkan" tanya Shanum jengah karena tatapan Rangga yang begitu tajam ke arahnya.


"Duh bagaimana bisa fokus kalau kau begitu menggoda Sha".


"Ehmm, kau..apa yang ingin kau katakan Sha"tanya Rangga berusaha menutupi kegugupannya.


Shanum lalu duduk di sisi Rangga, tercium aroma shampo dari rambut hitamnya yang tergerai, Rangga menghirup nafas panjang menikmati wangi yang terasa begitu memabukan baginya.


"Sebelumnya aku mau minta maaf padamu Ngga"ucap Shanum dengan wajah serius, ia merasa bersalah setelah melihat berita yang kini ternyata sudah tersebar di jagad maya, dimana kekacauan yang di lakukan oleh Joy di cafe miliinya, dan ia pun memiliki andil besar sebagai sumber pembuat masalah itu terjadi.


Dengan lembut dan penuh ke hati-hatian, Shanum menceritakan semua kejadian dari awal sampai akhir tanpa menambah maupun mengurangi deretan kejadian di cafe saat itu.


Rangga menatap dengan penuh rasa bahagia di hatinya, rupanya Shanum tidak bermaksud menyembunyikan semua itu darinya, bahkan sebelum ia bertanya tentang hal itu pun ia lebih dahulu telah menceritakan semua padanya.


Sreeeettt


Rangga merengkuh tubuh Shanum ke dalam pelukannya.


Shanum bagai membeku dalam pelukan tubuh kekar calon suaminya itu, punggungnya merasakan gerakan lembut tangan Rangga yang mengusapnya dengan perlahan.


Cupp


Kecupan lembut mendarat di puncak kepala Shanum, lalu Rangga melerai pelukannya perlahan.


"Bagaimana aku marah dan kecewa, sedangkan cintaku begitu dalam padamu Sha"ujar Rangga dengan tatapan sayu ke arah netra Shanum.


"Aku percaya padamu"Kembali Rangga berucap dengan lirih.


"Tetap lihat aku Sha, meski banyak pria dengan sejuta pesona lebih dariku ingin mendapatkanmu, yakinlah, aku yang paling mencintaimu"ujar Rangga, membuat Shanum kini berwajah merona.


"Terima kasih telah mencintaiku sedalam itu"Shanum kini memeluk Rangga erat, ia tak kuasa menyembunyukan wajahnya yang penuh bahagia.

__ADS_1


Rangga meraih wajah Shanum agar tengadah ke arahnya, di raihnya dagu lancip itu hingga jarak keduanya pun terkikis, di kecupnya bibir mungil Shanum dengan lembut, bibir yang begitu manis dan selalu menggodanya untuk mencicipinya.


Untuk beberapa saat, mereka hanyut dalam c***** hangat penuh cinta.


Rangga merasakan debaran jantungnya begitu cepat, hatinya penuh bunga warna warni, c***** yang masih terasa kaku jika di bandingkan dengan c**** saat masih bersama kekasihnya dulu, ini terasa begitu indah dan debaran jantungnya melebihi c***** pertamannya.


Dengan lembut Rangga mengusap sisa saliva di bibir mungil Shanum, kedua mata indah berbulu lentik itu masih terpejam.


"Ehm hmm, kau begitu menikmatinya Sha, apa kita perlu memperpanjang durasinya?"bisik Rangga lirih di telinga shanum, sontak kedua mata indah itu membuka dan kedua tangannya dengan cepat menutup mulutnya.


Plakk


"Akkhh, kenapa kau memukulku Sha" teriak Rangga saat bahunya menjadi sasaran pukukan Shanum.


Rangga tersenyum senang, melihat kini wajah putih itu berubah menjadi bagai udang rebus.


Dengan perlahan Rangga menarik kedua tangan Shanum agar tak lagi menutupi wajahnya.


"Sha kenapa kau tutup wajahmu?" tanyanya.


"Aku malu Ngga"sahut Shanum lirih, sungguh Shanum merasa kesal pada dirinya yang begitu menikmati c***** Rangga hingga membuatnya terlena dan memejamkan mata.


"Kenapa harus malu, aku kan calon suamimu , lelaki yang kelak memilikimu seutuhnya".


"Iya aku tahu, tapi kaulah yang ..."ucapan Shanum terputus saat Rangga kembali memeluknya.


"Jangan bilang, akulah pria pertama yang m***** bibirmu?" tanya Rangga pelan.


Tak ada jawaban dari Shanum.


"Sha...benarkah aku pria pertama"tanya Rangga antusias.


Shanum hanya mengangguk pelan tanpa berani menunjukan wajahnya.


💥💥💥


Setor lebih awal agar jika tidak lolos, masih ada waktu buat revisi.


Semoga lulus review 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2