
Rangga melajukan motornya perlahan ,ingin rasanya ia menghentikan waktu saat itu juga .
Pelukan erat Shanum yang berada di belakangnya membuat gelenyar indah kembali terasa ,udara dinginnya malam seakan tak terasa di kulit Rangga saat ini ,dekapan kedua tangan yang memeluknya erat seakan membutakan hati dan pikirannya ,ingin rasanya ia hilang ingatan bahwa gadis yang sedang memeluknya saat ini adalah milik orang lain.
Entah karena tubuhnya yang terasa letih ataupun waktu yang telah larut hingga membuat Shanum akhirnya terpejam karena merasa begitu nyaman mendekap badan atletis dengan dada bidang yang kokoh di depannya .
Matanya rapat terpejam menikmati aroma maskulin yang beberapa hari ini kian akrab dengan indra penciumannya .
Meski tak ingin menyudahi perjalanan namun motornya kini telah berada di area parkir apartemen Shanum .
Getaran suara motor yang terhenti membuat Shanum terbangun .
"Sudah bangun Sha ?" tanya Rangga saat merasa gerakan tubuh Shanum melerai pelukannya ,ada rasa tak rela saat tangan halus itu terlepas dari pinggangnya .
"Hmmmm"sambil mengerjap mata dan memindai tempatnya berdiri ,akhirnya Shanum mulai kembali sadar dari tudurnya.
"Ah rupanya sudah sampai "ujarnya masih dengan wajah polos .
__ADS_1
Rangga segera melepas helm dari kepala Shanum dan meletakannya di atas jok motor.
Memandang mahluk cantik di hadapannya membuat hayalannya membumbung tinggi, Rangga ingin memeluk erat tubuh mungil itu mendekapnya dan tak akan melepasnya walau sedetik ,namun akal dan fikirannya tersadar bahwa ia tak akan mungkin dapat memilikinya .
"Istirahatlah ,besok kau harus kembali tegar "ucapan Rangga sontak menyadarkan Shanum untuk kembali mengingat bahwa hari esok telah siap menyongsongnya untuk kembali bergelut dengan kejamnya dunia ,sadar akan beban berat di pundak kecilnya yang terbiasa memikul meski letih dan penat menyerangnya .
Lambaian tangan dan senyum manis Shanum mengembang saat melangkah pergi .
Sebesar apapun rasa cinta yang ia miliki tak akan mampu merubah kenyataan pahit yang harus di terima,dan Rangga sadar akan hal itu.
"Sadarlah dirimu Ngga,bangunlah dari hayalan indahmu yang konyol "gumam hati Rangga perih .
"Ehmm ehmm cieee cieee ,yang habis kencan ,sumringah amat tuh muka "sapa Kevin yang berpapasan dari kamar mandi saat melihat kepulangan Rangga .
"Darimana kau tahu kalau aku habis kencan "tanya balik Rangga dengan wajah terkejut ,karena tak ingin kejadian minggu lalu terulang kembali saat teman akrabnya itu melihatnya tengah memeluk Shanum ,namun keberuntungan masih berpihak padannya karena ternyata Kevin tak mengetahui siapa gadis yang berada dalam pelukannya .
"Alaaahhh ..nenek-nenek pake leging juga tahu "ucap Kevin sarkas .
__ADS_1
"Eh nenek lu tuh yang suka pake leging kaya warna lampu perempatan jalan " jawab Rangga gondok melihat Kevin yang merasa sok tahu .
"Heh upil cicak ,wajah lu tuh cerahh kaya lampu taman baru di ganti dari mana lagi kalau bukan dari kencan "Kevin nggak mau kalah .
Sementara Rangga terdiam sambil berfikir apa yang baru saja Kevin katakan ,mana ada cicak upilan .
Tak ingin kembali terpancing dengan ucapan Kevin yang sebenarnya ingin mengorek keterangan identitas gadis yang kini tengah dekat dengannya ,Rangga segera bergegas ke arah kamar .
Bukan rahasia umum lagi ,sekian lama hidup bersama dalam satu atap ,membuat ikatan hati keduanya seakan saling terhubung ,dan akan sangat berbahaya jika sampai Kevin mengetahui jika Shanum lah gadis yang selama ini dekat dengannya ,andai saja identitas CEO nya tersebar maka akan geger lah dunia persilatan dan mungkin tuan Hardy akan turun gunung untuk men cincang tubuhnya .
"Ngga ,apa kau akan tidur tanpa mandi dahulu "tanya Kevin dari balik pintu kamar Rangga .
"Ngga perlu ,badanku tidak kotor ,jadi tak perlu mandi lagi"jawab Rangga cepat .
Kevin yang sebenarnya hanya ingin memancing informasi siapa sosok gadis misterius yang sedang dekat dengan sahabatnya itupun akhinya beranjak pergi saat melihat lampu kamar Rangga telah padam pertanda sang penghuni kamar telah tertidur.
Rangga pun akhirnya dapat tersenyum tenang saat mendengar langkah kaki menjauh dari kamarnya .
__ADS_1