
Dengan langkah gontai Kevin pun akhirnya mempersiapkan diri untuk berangkat ke kantor tanpa sarapan ,yang ternyata gatot ia bawa karena memang seperti kata Rangga 'tak layak konsumsi .
Terpaksa di warung bang jon ,Kevin memesan dua bungkus bubur ayam , waktu yang sedikit tersisa membuatnya tak sempat memilih sarapan yang lain .
Dengan semangat empat lima Kevin melangkahkan kakinya menuju ke lantai ruangannya di mana sang kekasih hati sudah menunggunya .
Rangga duduk di ruangannya setelah menghabiskan sarapannya.
Kembali melihat layar ponselnya ,pesan yang di kirimkan pada dokter Reza belum juga terbalas .
Seandainya benar Devon telah mengajak Shanum berkonsultasi ke dokter ahli , harusnya hatinya merasa tenang karena ternyata Shanum mendapat perhatian utuh dari tunangannya namun entah kenapa hati kecilnya merasa sakit .
Haruskah ia merasa senang karena saat ini hubungan mereka semakin dekat bahkan mungkin sebentar lagi ikatan pertunangan berlanjut menjadi sepasang suami istri .
Rangga menelan saliva yang tiba-tiba terasa pahit bagai empedu ,memikirkan hubungan mereka yang semakin dekat membuat hatinya sakit,wajah CEO kesayangannya kembali terlintas di pelupuk matanya seakan menari dan tersenyum manis ,beberapa hari ini tak berjumpa dengan gadis itu ,sungguh sangat menyiksa batinnya ,perasaan yang begitu aneh selalu mendera hatinya ,bahkan saat bersama kekasihnya dahulu tak pernah sesakit itu menahan rindu .
Hanya poto yang masih tersimpan di galerinya yang selalu ia pandangi sebagai pengobat rindunya .
Tok tok tok
__ADS_1
Langkah kaki asisten Harun memasuki ruangan divisi IT,membuat perhatian para penghuni ruangan beralih padanya .
Pandangan asisten Harun akhirnya berhenti pada sosok yang masih fokus di depan laptopnya .
"Tuan Rangga di mohon ke ruangan Nona Muda "bagai tersihir Rangga mendengar kalimat yang meluncur dari asisten Harun .
Dika yang mendengar pun hanya membulatkan mulutnya sempurna ,tak biasanya nona CEO nya mengundang Rangga ke ruangannya karena biasanya dia lah yang sering di panggil ke ruangan CEO nya itu .
Rangga melangkah mengikuti asisten Harun ,debar jantungnya kini bergerak sungguh tak beraturan .
"Wahai jantung janganlah kau jadi penghianat pemilikmu ,jangan buat pemilikmu berhenti bernafas karena gerakanmu sungguh membuatku tak sehat "hati Rangga bergumam lirih .
"Silahkan masuk Tuan,Nona Muda telah menunggu di dalam ,saya ada keperluan yang lain hingga terpaksa anda saya tinggalkan "ucap asisten Harun lalu kembali memasuki lift .
Lengkaplah sudah cobaan Rangga ,karena kini debaran jantungnya berpacu semakin kencang .
"Masuklah Ngga "kalimat singkat yang terdengar begitu merdu yang beberapa hari ini sangat di rindukannya .
"Baik Nona"Rangga berucap pelan namun terdengar kaku .
__ADS_1
Untuk beberapa saat Rangga mencoba menguasai hatinya dan duduk tenang di sofa yang berada di depan meja kerja Shanum .
"Duh kenapa kau begitu mempesona bahkan saat sedang mengacuhkanku pun Sha".
Tatapan Rangga lekat ke arah Shanum yang masih belum menyudahi aktifitasnya di depan laptop ,meski di hadapannya seorang pria tengah memandangnya dengan penuh memuja .
Dengan sabar Rangga masih menunggu sang CEO kesayangannya itu ,otaknya berpikir keras entah keperluan apa yang membuatnya memanggil Rangga menghadapnya .
Satu helaan nafas panjang keluar dari bibir mungil itu lalu menutup laptopnya , pandangannya beralih ke sosok pria di hadapannya yang ternyata tengah menatapnya tajam .
Meski jantungnya berdebar kencang tapi Shanum berusaha untuk menguasai kegugupan yang tiba-tiba menyapanya hanya karena satu tatapan dari sosok pria yang diam-diam sudah menyita sebagian besar perhatiannya .
"Ehmm "Shanum berusaha untuk mengatasi kecanggungan hatinya saat tiba-tiba situasi yang kini berubah sunyi .
"Kau mungkin bertanya-tanya perihal apa yang membuatku memanggilmu ke ruanganku kali ini"tanya Shanum dengan tenang meski hatinya bertolak belakang .
Rangga hanya diam menatapnya meski terlihat tenang namun sesungguhnya ia pun begitu kesulitan menguasai hatinya yang sedang di landa kegugupannya tingkat dewa .
"Gila ,kenapa kau masih setenang itu Sha ,sedangkan hatiku kau buat tak karuan seperti ini "Rangga yang merasa kesal karena tak juga dapat menenangkan debar jantungnya .
__ADS_1