
Jangan lupa like vote dan koment ya cyiint, biar author semangat up nya ....
Happy reading 😘😘😘
💞💞💞💞
Tak terasa akhirnya hari itu tiba, Hardy sudah memerintahkan Harun agar mengumumkan rapat pada seluruh dewan direksi dan perwakilan masing-masing divisi untuk mengirimkan satu orang wakilnya untuk menghadiri rapat tersebut setelah jam istirahat selesai.
Sementara di ruangannya Rangga sudah berapa kali bolak - balik ke kamar kecil.
Danu yang melihat Rangga tampak tegang pun bertanya-tanya.
"Lu kenapa Ngga?"tanyanya.
Rangga hanya menggelengkan kepalanya.
"Oiya ntar siang ada undangan meeting dan masing-masing divisi harus mewakilkan salah satu orang untuk menghadirinya"ucap Danu.
"Lu aja yang hadir"jawab Rangga singkat, lalu melangkah meninggalkan ruangan.
"Lu mau ke mana Ngga?".
"Gue ada perlu"jawab Rangga singkat tak ingin kegugupannya di lihat oleh dua rekannya.
Danu dan Dika hanya memandang kepergian Rangga dengan heran, tak biasanya Rangga bersikap aneh seperti itu.
Jam istirahat telah usai, ruang meeting pun sudah banyak yang hadir.
Divisi Keuangan di wakilkan oleh Kevin, dan Danu mewakili bagian divisinya.
Kevin yang sudah mendaoat informasi dari Rangga, terlihat tenang, tak seperti peserta meeting lain yang terlihat tegang penuh tanda tanya dan harap-harap cemas.
__ADS_1
Menurut informasi yang beredar, akan di lakukan pengangkatan wakil CEO.
Tentu saja berita ini sangat mengejutkan bagi mereka yang mempunyai saham di Wijaya Corp, karena tak di pungkiri bahwa hati kecil mereka pun berharap dapat menempati posisi tersebut.
Hardy yang berada di kursi utama, bersebelahan dengan Shanum yang di hadapannya sudah terdapat berkas yang akan di bacanya.
Shanum memandang ke sekeliling ruangan dan tak ada satu kursi pun yang kosong, menandakan semua sudah hadir dalam meeting penting kali ini.
Wajah yang biasa menatap dengan kelembutan, kini berubah seratus delapan puluh derajat.
Tatapannya penuh wibawa dan dengan ucapan lantang Shanum menjelaskan secara rinci, nama-nama para pemegang saham di Wijaya Corp.
Dan tiba saatnya ia membacakan salah satu nama pemegang saham yang akan menduduki posisi sebagai seorang wakil CEO.
Para peserta meeting tampak terkejut dan saling pandang saat Shanum membacakan nama Rangga lah yang menduduki kursi seorang wakil CEO.
Terlihat peserta meeting semakin bertanya-tanya siapakah sosok Rangga tersebut.
Dengan wajah bijaksana dan senyum hangat tersungging di bibirnya, Hardy maju ke depan, semua peserta meeting seakan terhipnotis dengan aura kewibawaan yang terpancar di wajah Hardy.
Dengan suara tenang dan tegas Hardy mulai membacakan silsilah kepemilikan saham yang Satria miliki yang tak lain adalah ayah kandung Rangga, dan setelah beberapa puluh tahun kemudian saham itupun semakin berkembang dan kini bahkan saham yang menjadi hak ahli waris sudah bernilai fantastis.
Dan satu fakta lagi yang Hardy bacakan, bahwa saat ini Rangga sudah menjadi menantunya, dengan kata lain, Rangga adalah suami dari Shanum CEO dari wijaya Corp.
Kembali semua peserta meeting di buat terkejut luar biasa, bahkan tak sedikit yang tak sadar membuka mulutnya secara bersamaan.
Mereka sungguh tidak mengira bahwa nona muda Shanum ternyata sudah menikah bahkan dengan salah satu karyawan di perusahaannya sendiri.
"Rangga, masuklah"perintah Hardy, lalu Rangga memasuki ruangan dengan sikap yang terlihat sedikit canggung.
Tenang Ngga, kau harus dapat menguasai dirimu, ingat sekarang kau adalah wakil seorang pemimpin di perusahaanmu.
__ADS_1
Rangga mengatur nafasnya perlahan, beberapa detik kemudian jantungnya kembali normal.
Sebagian peserta meeting tampak masih menganggapnya sebelah mata, bahkan Rangga sempat melihat ada yang membuang muka saat ia memasuki ruang meeting.
Rangga mencoba untuk berbesar hati, ini adalah suatu permulaan, dan itu belum seberapa di banding dengan yang Shanum alami.
Dengan langkah tenang, Rangga berdiri di samping Hardy, ayah mertuanya.
Dengan hangat Hardy merengkuh bahu kekar menantunya.
"Dan satu lagi, minggu depan datanglah ke mansion, kami undang kalian untuk menghadiri acara resepsi pernikahan putriku"ucapan Hardy membuat para peserta meeting saling berbisik, mereka tak mengetahui kapan akad nikah di laksanakan.
Hardy yang menyadari rasa penasaran mereka pun tersenyum.
"Acara akad nikah sudah di langsungkan beberapa minggu yang lalu, sengaja kami lakukan secara tertutup karena satu dan lain hal, kami hanya mengundang keluarga inti"sambung Hardy.
Hardy pun pamit setelah berbasa basi dan acara sudah usai.
Para peserta meeting berjalan ke arah Rangga dan Shanum untuk mengucapkan selamat atas pernikahan mereka dan sekaligus pengangkatan jabatan Rangga.
Kevin merangkul sahabatnya itu dengan hangat dan senyum tulus.
Tak pernah ia bayangkan, teman seperjuangannya kini menjadi atasannya.
Begitupun Danu, meski rasa terkejut belum hilang dari dalam dadanya, namun dengan tulus ia pun memeluk Rangga dengan erat.
Ada perasaan tersendiri melihat teman satu Divisi nya sudah menjadi wakil CEO.
Senyuman bangga terbit dari bibir Danu.
"Pantas Monik yang berwajah cantik dan bertubuh bak gitar spanyol itu kau acuhkan, ternyata ada seorang bidadari yang menjadi targetmu"bisik Danu di telinga Rangga.
__ADS_1
Rangga hanya tersenyum masam, Shanum yang berada di sebelahnya mungkin dapat mendengar apa yang Danu bisikan padanya.
Awas saja kau, kalau sampai istriku mendiamkanku, akan ku buat perkedel kau Nu, ucap batin Rangga geram.