
Devon termenung di belakang kemudi mobilnya ,perjalanan menuju ke apartemen Shanum, sengaja ia ambil jalan melewati bengkel langgananya ,untuk mengecek kondisi mobil yang mungkin ada spare part yang harus di ganti ,namun satu pemandangan yang begitu mengganggu pikirannya, saat melihat sepintas bayangan seseorang yang sudah beberapa minggu ini bergabung dengan timnya, sedang duduk di samping seorang gadis, dengan tangan menggenggam erat gadis yang tengah duduk dengan posisi menyandarkan tubuhnya di kursi rotan ,meski ragu dengan apa yang di lihatnya ,namun hati kecilnya tak dapat berbohong bahwa gadis itu tak lain adalah sang tunangannya .
Sesak rasa dadanya seakan beban beribu-ribu ton sedang menghimpitnya .
"Benarkah apa yang ku lihat ,benarkah kau tega menghianatiku Sha ,"Devon bergumam lirih .
Devon tak ingin keraguan membutakan hatinya ,meski ia telah memberikan kebebasan pada Shanum,namun ia juga seorang lelaki yang mempunyai harga diri yang tentu akan sangat melukai hati dan harga dirinya jika ternyata sang wanitanya bermain hati dengan lelaki lain .
Geram hati Devon ,namun ia juga tak dapat memaksakan hati seseorang untuk mencintainya meski mereka telah terikat pertunangan ,perhatian dan kasih sayang yang selama ini Devon curahkan pada Shanum ternyata masih belum bisa mendapatkan hatinya .
Binar mata penuh kasih ,selalu terlihat jelas saat mata gadisnya memandang Rangga ,meski pertunangan telah berjalan dua tahun lamanya ,tapi itu tidak menjamin bahwa Shanum menerima dengan tulus dan segenap perasaannya .
__ADS_1
Bengkel tujuannya telah jauh terlewat namun saat ini ia hanya ingin memastikan bahwa kedua matanya masih bekerja dengan baik ,ia ingin membuktikan apa yang ia lihat tadi tidak salah .
Anggukan hormat dari satpam ia balas dengan anggukan dan senyum datar ,
kakinya melangkah cepat menuju lobi apartemen .
"Tuan,tuan Devon "suara teriakan memanggil namanya sontak membuatnya menoleh ke asal suara .
Rupanya Rangga terlebih dahulu sampai di apartemen ini beberapa menit sebelum Devon datang .
"Nona Shanum sedang sakit namun aku tak bisa mengantarkan sampai ke dalam kamar di apartemennya ,setelah kejadian seperti ini berulang kali terjadi ,mungkin sebaiknya tuan segera memeriksakannya ke dokter maaf jika perkataanku sedikit memaksa ,tapi kurasa nona Shanum sudah seharusnya mendapat perhatian penuh dari anda sebagai calon suaminya "ujar Rangga dengan nada dingin .
__ADS_1
Devon hanya mengangguk pelan tanpa dapat menjawab kata-kata yang Rangga ucapkan ,terlihat raut wajah yang penuh kesal saat ia meminta Devon untuk lebih memperhatikan kesehatan tunangannya .
Setelah memorinya ia putar kembali ,barulah Devon sadar ,sudah beberapa kali Shanum mengalami sakit yang datang secara tiba-tiba saat masa periodenya ,maupun karena tubuh lemahnya di dera dengan berbagai aktifitas yang menguras tenaga dan pikirannya tanpa jeda hingga membuat tubuh rapuh itu pun tumbang ,dan saat itulah perannya sebagai seorang tunangan harus lebih memperhatian kondisi wanitanya .
Beberapa kali kejadian tak mengenakan terjadi pada Shanum dan saat itu lah Rangga merasa jika Devon tak cukup kompeten untuk menjaga Shanum ,hal itulah yang membuat Rangga merasa begitu kesal ,andai saja ia mempunyai kuasa untuk selalu berada di sisinya setiap waktu ,tentu saja dengan sepenuh hati ,akan Rangga lakukan ,bahkan jika nyawa menjadi taruhannya ia pun rela mengorbankan jiwa dan raganya sekalipun .
Rangga melangkah keluar dari lobi apartemen Shanum ,meski suasana hatinya tak menentu namun ia juga tak mempunyai hak untuk tetap berada di apartemen untuk selalu menjaganya ,meski hatinya meronta untuk tetap selalu di samping CEO kesayangannya.
"Jagalah wanitamu tuan Dev,jangan sampai aku melihatmu lengah dan mendapatinya kembali merasakan sakit yang di deritanya ,maka saat itulah aku yang akan mengambil hak mu untuk menjaganya ".Rangga berujar pelan dalam hati .
💚💚💚💚
__ADS_1
like koment dan vote nya aku tunggu yaa ,biar tambah semangat othor up nya,jaga kesehatan kalian love you all,,,,😘😘😘😘😘😘