Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Warung Tenda Kenangan


__ADS_3

"Kenapa kita pulang sekarang Dev,pesta kan belum udahan"protes Shanum kesal karena keasikannya terganggu.


"Udah larut,udara malam tak baik buat kesehatan".


Devon menjawab ketus,sebenarnya ia tak ingin melihat wajah kecewa Shanum yang terpaksa meninggalkan acara , tapi hatinya begitu tak rela jika harus berbagi pesona calon istrinya dengan pria lain ,berapa kali ia melihat wajah-wajah yang di penuhi rasa kekaguman saat menatap gadis yang berada di sampingnya .


Meski tubuh tak seindah para gadis-gadis yang berada di arena pesta ,namun Shanum memiliki aura yang dapat membuat setiap pria yang menatapnya terpesona.


Wajah cantik dengan dandanan natural namun mampu menarik perhatian setiap pria yang memandang .


Devon hanya ingin Shanum menjadi miliknya seorang ,hanya dia yang boleh menikmati pesona yang ada pada dirinya karena dialah yang kelak menjadi sang pemiliknya secara utuh ,itulah harapannya .


Shanum hanya mencebikan bibirnya kesal ,dengan langkah gontai ia pun melangkah mengikuti Devon menuju ke arah parkiran .


Devon hanya melirik sekilas pada gadisnya .


"Maafkan aku yang egois ini Sha ,aku hanya tak ingin berbagi pesonamu dengan mereka,kau adalah miliku seorang ".gumam hati rangga .


"Apa kita makan dulu Sha ,aku lapar"tanya Devon yang memang sejak di pesta tadi tak sesuap pun makanan yang masuk ke dalam perutnya ,berhadapan dengan seorang sahabat yang ternyata mencintai gadisnya ,membuat nafsu makan Devon seakan lenyap .


Kini cacing dalam perutnya seakan berdemo minta di isi .

__ADS_1


Shanum memandang Devon dengan tatapan tajam .


"Apa tidak salah telingaku mendengar yang kau katakan Dev,bukankah tadi kau bilang kalau sekarang sudah malam dan kita harus segera pulang,kenapa kini kau malah mengajaku makan ?"tanya Shanum sewot.


"Ahh ehmm anu Sha ,sekarang perutku lapar ,kau kan tahu, tadi aku tak makan apapun selama di pesta tadi "Devon tampak gagu menjawab pertanyaan bernada protes dari Shanum .


"Baiklah ,ayo kita makan dulu "akhirnya Shanum pun menyetujui karena tak dapat di pungkiri kalau perutnya pun masih terasa lapar ,beberapa snack dan makanan kecil tak cukup untuk mengganjal perutnya .


"Oke,kamu mau makan apa?"tanya Devon dengan senyum mengembang .


"Apa aja asal pedas dan enak "ujar Shanum singkat .


Beberapa menit akhirnya terlihat warung tenda yang Devon maksud.


Meski tampilan sederhana namun kebersihan dan keramahan sang pemilik warung rupanya membuat pengunjung merasa tertarik untuk singgah dan bersantap .


Dua porsi pecel ayam pun kini sudah tersaji di meja dengan dua gelas orange juice .


Devon tersenyum ramah pada sang pelayan yang rupanya telah mengenalinya .


"Silahkan mas Dev "ucap sang pelayan sambil melirik ke arah Shanum sekilas .

__ADS_1


"Oke trima kasih bang "


Rupanya selain pelayanan yang cepat ,rasa yang lezat pun menjadi daya tarik utama warung itu ,Shanum begitu lahap mengunyah makanan yang jarang ia nikmati secara langsung karena biasanya jika ia menginginkan makanan Shanum akan pesan lewat aplikasi online di ponselnya .


Shanum pun mengakui keunggulan rasa yang di miliki warung itu ,bahkan Devon pun tak membutuhkan waktu lama untuk menghabiskan satu porsi pesanannya. s


Devon melambaikan tangan pada sang pelayan sebagai tanda ia menambah pesanan lagi ,dan kini dalam sekejap sudah tersedia kembali ,dua porsi pecel ayam sekaligus telah Devon pesan ,membuat Shanum membulatkan matanya .


Makanan merakyat yang sangat Devon sukai, itulah sisi lain Devon yang baru ia ketahui ,ternyata ia begitu lahap menyantap hidangan dari warung sederhana di pinggir jalan .


"Kau mau nambah juga ?"tanya Devon sambil menoleh ke arah Shanum namun dibalas dengan gelengan kepalanya .


Shanum memandang ke sekeliling tenda ,sebagian pengunjung yang rata-rata pasangan muda-mudi yang tengah asik menikmati malam sambil makan dengan suasana santai di warung tenda pinggir jalan .


"Mau tambah minumnya lagi mas Dev?"tanya sang pelayan menghampiri mereka ,kembali pelayan tersebut melirik sekilas ke arah Shanum yang tengah sibuk memandang para pengunjung warung tenda tersebut.


"Ya ,tambah satu lagi ,jeruk anget aja bang "kali ini Devon pesan jeruk hangat .


"Kalian sepertinya sudah akrab,apa kau sering makan disini Dev?"tanya Shanum .


"Uhukk uhukkk "Devon terbatuk mendengar pertanyaan Shanum ,mungkinkah ia menjawab jika ternyata ia sering menghabiskan waktu berdua ,makan di warung tenda itu bersama seseorang yang merupakan cerita masa lalunya .

__ADS_1


__ADS_2