
"Ehmm ,maaf kalau aku telah merepotkanmu "ujar Devon dengan wajah penuh sesal .
Kenangan tentang dua tahun silam kembali berputar di kepalanya ,Devon dengan hati yang terluka karena mengetahui jika Vina lebih memilih meninggalkannya ,demi pendidikan yang di ambilnya di negeri xx, terpaksa menerima keputusan kedua orang tuanya untuk bertunangan dengan putri sahabatnya yaitu Shanum yang tak lain adalah sahabatnya juga saat masih di bangku sekolah menengah,namun kenyataan pahit ternyata baru ia ketahui setelah satu tahun keputusannya menerima pertunangan ,ternyata kepergian Vina adalah untuk menemani sahabatnya yang tengah terpuruk karena sakit yang di deritannya .
Kenyataan yang baru di ketahuinya itu tentu saja membuatnya sangat menyesal ,anggapan bahwa sang kekasih lebih memilih meninggalkannya ternyata hanyalah akal licik dari sahabat Vina sendiri yang menyukai Devon hingga menyebarkan berita yang membuatnya membenci Vina dan akhirnya membuat mereka akhirnya saling membenci karena kesalah pahaman .
Setelah sekian lama baru kali ini Devon dapat kesempatan bertemu dengan Vina ,itupun tak ia sadari setelah ia mencari seorang dokter Obgyn yang handal untuk mengobati Shanum .
Atas usul seorang temannya yang merekomendasikan bahwa ada seorang dokter bagian Obgyn wanita, yang tak lagi di ragukan ke kemampuannya .
Vina yang kini pun telah menyadari kesalah pahaman antara mereka pun merasa menyesal atas perpisahan yang terjadi ,karena berita yang membuat mereka berpisah ternyata berasal dari sahabatnya sendiri .
Sesalpun kini tak ada artinya ,lelaki yang sangat di cintainya kini telah menjadi milik orang lain dan tak lama lagi mereka akan resmi menjadi sepasang suami istri .
Devon menatap lekat gadis di hadapannya,bibir tipis yang kini bergetar dengan mata berkaca-kaca .
__ADS_1
"Maafkan aku ,,,"Devon menarik tubuh itu ke dalam rengkuhannya dan memeluknya erat .
"Sungguh maafkan aku yang telah melukaimu Vin "suara Devon kini terdengar serak dan terbata .
Vina tak dapat menggerakan bibirnya ,hanya isak tangis yang terdengar dari mulutnya .
Bahkan waktu dan sakit hati yang ia rasa tak dapat menghapus kasih dan cintanya pada pria yang tengah memeluknya itu ,rasa itu masih tetap tersimpan rapi di dasar hatinya .
Devon melerai pelukannya ,di hapusnya air mata yang deras keluar dari sudut mata sendu itu ,di kecupnya puncak kepala Vina dengan lembut ,dan kembali Devon mendekap erat tubuh mungil itu seakan tak ingin ia lepaskan lagi .
"Apakah kau mau memaafkanku Vin " tanya Devon yang tampak polos,bagaimana mungkin gadis yang membiarkannya mencium bibirnya akan berkata bahwa ia membencinya ,pikir Vina.
Vina mengangguk pelan ,rasa sakit di hatinya selama bertahun-tahun kini bagai sirna tak berbekas .
Hatinya begitu bahagia ,rasa cinta yang begitu dalam membutakan hatinya ,bahkan Vina seakan tak ingin kembali sadar bahwa sekarang Devon telah menjadi milik gadis lain ,meski mereka hanya terikat tali pertunangan .
__ADS_1
Untuk saat ini Vina ingin egois untuk sesaat dan hanya ingin memiliki Devon seutuhnya .
"Sebelum kau meminta maaf padaku pun kau telah ku maafkan Dev,karena kau tak bersalah ,keadaan lah yang membuat kita akhirnya terpisah "Vina membelai wajah tampan di hadapannya ,ia seakan tak rela jika harus melepasnya untuk wanita lain .
Devon meraih dagu Vina dengan lembut dan kembali mendaratkan ciuman di bibir gadis itu ,kali ini lebih menuntut saat tangannya berpindah ke tengkuk Vina agar memperdalam pagutannya,Devon menuntun Vina untuk menjauh dari jendela balkon apartemennya dengan bibir masih saling menyatu .
Di usapnya bibir Vina yang basah karena sisa salivanya ,wajah gadis itu merah merona membuat Devon semakin gemas .
"Setelah sekian lama ,apa kau tidak menjalin hubungan dengan pria lain ?"tanya Devon membuat Vina tertegun ,memang saat ini ada seseorang yang sudah beberapa kali mengutarakan isi hatinya bahkan hari ini pria itu akan menagih jawaban dari Vina .
"Ehmm tidak ada ",jawab Vina ragu ,bagaimana mungkin ia menerima cinta seorang pria jika hatinya masih menjadi milik Devon .
"Benarkah "Devon kembali bertanya seakan tak percaya ,bagaimana mungkin wajah yang begitu cantik nan lembut tak ada satu priapun mendekatinya .
"Kenapa kau tidak mencari pria lain setelah kepergianku " Devon bertanya ragu .
__ADS_1
"Bagaimana mungkin aku menerima seorang lelaki lain untuk menempati hatiku sedangkan kau tak menyisakan tempat sedikitpun untuk pria lain agar aku dapat menggantikan posisimu di hatiku"jawab Vina tenang .