Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Mahluk Yang Mendekati Sempurna


__ADS_3

Dengan telaten Hana mengolah jengkol yang bagi sebagian orang sangat menjengkelkan karena bau nya yang begitu menyengat hingga jika orang tersebut tak menyukai aroma khas jengkol ,maka kepalanya akan terasa pusing mencium baunya .


Namun Hana sebisa mungkin mengolah jengkol agar baunya dapat berkurang hingga jika menyantapnya tidak menebarkan bau yang menyengat .


Beberapa sendok kopi bubuk ia masukan ke dalam rebusan jengkolnya untuk mengurangi aromanya ,sementara berbagai bumbu tengah di tumbuk oleh Rangga .


Hana sangat bersyukur karena meski tidak mempunyai anak perembuan namun kedua anak lelakinya selalu dapat membantunya setiap saat ,berbagai masakan sederhana pun mereka menguasai dengan baik ,bahkan kelezatan hasil masakan kedua anaknya tidak di ragukan lagi ,tak heran jika saat inipun bermacam-macam bumbu telah halus di tumbuknya .


"Bu aku akan ke kebun dulu melihat jika ada buah yang masak "Rangga melangkah ke arah kebunnya yang berada di halaman belakang.


"Bu ,apa ibu lihat kakak sekarang tidak seperti kakak yang dulu ?"Ardi berbisik ke ibunya pelan ,setelah Rangga melangkah pergi.


"Maksudmu berubah bagaimana Di?"Hana balik bertanya pada anak bungsunya bukannya ia tak mengetahui hal itu ,Hana ingin memastikan bahwa perasaanya benar jika saat ini Rangga putra sulungnya telah berubah menjadi pribadi yang lebih hangat ,tak lagi dingin bagai kulkas tiga pintu,kini ia sangat perhatian.


"Bu sejak kak Rangga di khianati pacarnya sikap kak Rangga sangat dingin bahkan selalu acuh pada semua orang ,kitapun selalu di cuekin oleh kakak"Ardi membeberkan alasannya .


"Hmm semoga saja kakakmu segera pulih dengan cepat dari luka hatinya "Hana menatap kepergian Rangga .

__ADS_1


"Aku yakin bu ,kali ini pilihan kak Rangga tidak salah "Ardi berucap pasti .


"Kita do'akan yang terbaik untuk kakakmu Di"ucap Hana bijaksana.


"Ehmm hmmm,do'a terbaik untuk siapa bu ?"kedua orang itupun terkejut saat Shanum telah bangun dan kini berada di ruangan itu tanpa mereka sadari .


"Eh neng Shanum ,sudah bangun kau nak "Hana menoleh dan tersenyum melihat gadis cantik itu,bahkan muka bantal pun tak dapat menutupi kecantikannya .


"Iya bu ,maaf kalau aku tidur tanpa ijin dulu sama ibu "Shanum segera menyalami Hana dan Ardi .


"Tak apa-apa ,kalian sudah menempuh perjalanan jauh jadi wajar kalau kau merasa lelah "jawab Hana.


Hana pun baru tersadar jika ia sedang memasak jengkol seperti keinginan Rangga ,dan ternyata telah masak membuat aroma wangi rendang menyebar ke seluruh ruangan .


Shanum yang hapal dengan wangi itupun tersenyum senang ,dan bergegas menyusul Hana ke dapur .


Mata cantik itupun berbinar melihat rendang satu wajan penuh telah siap untuk di santap .

__ADS_1


"Neng Shanum tunggu di ruang makan ,nanti ibu akan menyiapkan semua lalu kita makan bersama"ucap Hana yang melihat Shanum tampak tak sabar ingin segera menikmati hasil masakannya.


Shanum pun berlari ke dalam kamar untuk berganti baju dengan baju yang telah di siapkannya di ransel.


Rangga muncul dengan buah nanas berukuran besar berwarna kuning tanda telah masak ,lalu mengupasnya hati-hati dan menaburkan garam halus pada permukaan buah tersebut agar getah terbuang bersih dan tidak terasa gatal jika memakannya ,setelah membilas dengan air bersih lalu nanaspun ia hidangkan di atas meja makan .


"Bu mana Rangga ,ayo kita makan bersama"Shanum muncul dari dalam kamar setelah mengganti bajunya ,tanpa menyadari jika sepasang mata memandangnya dengan tajam dari arah dapur.


Baju terusan berwarna hijau navy selutut tanpa lengan membuatnya tampak anggun .


"Ya tuhan kau sangat canting nak "Hana tersenyum penuh kekaguman melihat Shanum yang muncul dari kamar Rangga dan telah mengganti celana jeans belelnya .


"Ah cantik apaan bu ,akukan belum mandi "


Glekkk....


Rangga menelan salivanya tiba-tiba.

__ADS_1


"Belum mandipun kau begitu sempurna Sha "gumam Rangga sambil mengumpat jantungnya yang kini mulai berdetak semakin cepat .


__ADS_2