Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Siapa Pria Itu


__ADS_3

Rangga belum juga dapat memejamkan mata, sedangkan waktu hampir tengah malam .


Kejadian siang tadi begitu mengganggunya ,siapa kah gerangan pria yang begitu berani memeluk Shanum ,bahkan mencium kepalanya dengan lembut ,lalu kenapa Shanum tak menolaknya bahkan mereka terlihat begitu dekat dan hangat .


Kesal hati rangga membayangkan saat Shanum berada dalam pelukan pria itu,ingin rasanya ia menghajar dan memberi pelajaran agar ia tak lagi berani menyentuh Shanum ,namun hati kecil Rangga masih sadar, jika Shanum bukan miliknya .


Tok tok tok.


Ketukan keras di pintu kamar Rangga membangunkan tidurnya yang baru saja terlelap,jam tiga dini hari ia baru dapat memejamkan matanya.


"Ngga,Rangga bangun Ngga,cepatlah hampir jam tujuh "teriak Kevin yang ternyata ia pun sama ,pagi ini bangun kesiangan .


Rangga bergegas ke kamar mandi cuci muka dan sikat gigi ,hanya itu yang sempat ia lakukan.


Aaakkkhh ..


Teriak mereka bersamaan saat tubuh keduanya saling berbenturan keras di tengah pintu saat akan keluar .


"Ah sialan kau Vin "teriak Rangga kesal karena bahunya terasa kebas terbentur pintu .


"Duhhh berkuranglah ketampananku karna kau Ngga"sahut Kevin sambil mengusap pelipisnya yang cenat-cenut dan memerah terkena sisi pintu.


"Ngga ,aku ikut bonceng motormu "tanpa aba-aba ,Kevin langsung naik ke jok belakang motor matic Rangga yang hengak melaju .


"Kenapa dengan motormu Vin ?"

__ADS_1


"Ah masih terparkir di dalam belum sempat ku keluarkan ".


Pak satpam hanya melihat tanpa dapat berbuat apapun melihat kedatangan dua karyawan yang hampir telat beberapa detik .


"Sshaaaaahhhh"Kevin bernafas lega setelah sampai di lobi ,dan bergegas menuju lift yang sebentar lagi akan tertutup .


Rangga hanya dapat menghela nafas karena panel lift telah tertutup hingga harus menunggu beberapa saat lagi sampai lift berikutnya .


Tatapan Rangga menangkap sosok yang semalam sangat mengganggu aktifitas tidurnya ,Shanum melangkah ke arah lift yang khusus hanya untuk CEO.


"Ayo Ngga ,ikut bersamaku "ajak Shanum yang melihat Rangga sedang menunggu pintu lift yang masih tertutup .


"Ah tidak nona ,sebaiknya aku tunggu saja ,sebentar lagi pintu ini juga akan terbuka "tolak Rangga halus .


"Ah ayolah ,akan lama kalau kau mau menunggunya ".


Rangga dan Shanum terdiam ,begitu canggung berada berdua di ruangan sempit itu .


"Tidak biasanya kau berangkat sesiang ini Ngga ?"Shanum mencoba memecah kesunyian .


"Iya,maaf nona ,tidak akan aku ulangi lagi "jawab Rangga merasa sedikit bersalah .


"Ah tidak apa-apa Ngga ,lagian kan belum waktu bel masuk "jawab Shanum cepat karena tak bermaksud menegur Rangga yang hampir telat masuk kantor .


Akhirnya Rangga dapat menghirup nafas lega setelah panel lift terbuka .

__ADS_1


Rangga menundukan kepala pada Shanum saat hendak keluar dari lift dan Shanum pun tersenyum lalu mengangguk pelan .


"Jangan kau siksa aku dengan senyumanmu Sha " gumam Rangga sambil menghela nafas berat lalu melangkah menuju meja kerjanya .


"Ngga cepat sekali kau sampai "tanya Danu yang ternyata naik satu lift dengan Kevin .


"Oh ,aku tadi di ajak nona CEO naik lift khususnya "jawab Rangga singkat .


"Waahh tahu begitu tadi gue ikut sama lu Ngga"Danu berucap dengan nada kecewa.


Rangga hanya menghela nafas panjang mengingat pertemuan singkatnya dengan Shanum.


Entah kenapa hatinya masih terasa perih jika mengingat Shanum yang begitu hangat berpelukan dengan pria itu .


*


*


*


Shanum melangkah menuju meja kerjanya ,setumpuk map telah siap untuk ia tanda tangani .


Drrt drrrt .


"Sha ,siang nanti aku akan menjemputmu ,kita makan bersama "satu pesan singkat datang membuat Shanum tersenyum .

__ADS_1


"Oke ,aku tunggu ".


__ADS_2