
Rangga menatap laptop di hadapannya,terlihat para karyawan tengah fokus bekerja ,dari CCTV yang di pantaunya, Rangga dapat dengan leluasa memantau para karyawan tanpa harus keluar dari ruangannya ,asisten Harun terlihat berjalan santai ke arah ruangannya ,hari ini tak ada meeting ,hanya berkas yang telah di tanda tangani oleh sang CEO nya.
Persiapan meeting tahunan para investor tinggal beberapa hari lagi .
Bagian divisi Keuangan kini sedang mempersiapkan beberapa data yang di perlukan untuk meeting tersebut ,juga bagian Produksi yang sudah mulai bekerja keras agar memperoleh kemajuan lebih pesat dan keuntungan bertambah.
Beberapa simpul masalah telah kembali terurai hingga perusahaan Wijaya Corp kini mulai menjadi sebuah perusahaan dengan perolehan income besar yang membuat para investor mendapat lebih banyak keuntungan .
Pandangan Rangga kini beralih pada sosok yang tengah memasuki lobi perusahaan .
Dengan langkah tenang dan penuh wibawa Shanum memasuki Wijaya Corp .
Meski ia tak ingin mengeluarkan tenaga sia-sia karena memikirkan poto-poto yang baru di terimanya ,namun Shanum ingin tahu siapa identutas sang pengirim dan apa maksud di balik itu semua.
Haruskah ia meminta bantuan Rangga,sungguh perasaan bimbang kini mengusik hati nya.
"Sha ,bagaimana perkembangan kesehatanmu ,ku harap semakin membaik setelah meminum obat dan vitamin yang telah di berikan oleh dokter ,maaf aku belum bisa menemuimu lagi,secepatnya aku akan datang saat waktuku sudah senggang "bunyi pesan dari Devon .
Shanum menutup ponselnya tanpa berniat sembalas pesan tersebut .
*
*
__ADS_1
Devon memasukkan ponsel ke saku baju nya,setelah malam panas bersama Vina ,ia seakan tak ada keberanian menemui tunangannya walau untuk sekedar menjenguk dan menanyakan perkembangan kesembuhannya.
Perasaan bersalah yang menggerogoti Devon karena keserakahan dan nafsu kotornya, kini berujung derita bagi dirinya sendiri .
Tali pertunangan yang telah terjalin dua tahun lamanya ia hianati dengan kesalahan satu malam yang ia lakukan dengan Vina ,mantan kekasih yang sampai detik ini masih bersemayam di hatinya paling dalam.
Pesan yang telah terkirim beberapa menit yang lalu masih terlihat utuh ,tak ada jawaban meskipun singkat dari Shanum .
Aplikasi hijau tempatnya berkirim pesan, sudah centang dua berwarna biru,menandakan pesannya sudah terbaca.
"Kenapa kau belum juga membalas pesanku Sha" gumam Devon .
Hari sudah sore dan waktu pulang bahkan sudah terlewat tiga puluh menit yang lalu .
"Begitu sibuk kah kau hingga untuk membalas pesanku pun kau tak ada waktu ".
*
*
Shanum melajukan mobilnya membelah kota,sengaja ia akan langsung ke mansion ayah Hardy ,beberapa hari tak berkunjung ke mansion, membuatnya ingin segera bertemu dan memeluk pria cinta pertamanya .
"Non Sha-sha ....."teriak haru bibi pelayan yang kebetulan baru selesai menyiram bunga di halaman mansion dan melihat kedatangan nona muda yang begitu di rindukannya.
__ADS_1
Sengaja Shanum tak memberi kabar kepulangannya ke mansion yang tadinya ia hendak memberi kejutan pada ayahnya ,namun rupanya rencana hanya tinggal rencana karena ternyata ayah Hardy sedang berada di luar kota untuk bertemu kangen dengan klien lama nya.
Kepulangan Nona Muda membuat beberapa maid utama merasa terharu,bekerja di keluarga tuan Hardy sejak Shanum masih berumur kurang dari satu tahun hingga kini ,membuat mereka memiliki hubungan yang begitu dekat, para pelayan yang sebagian sudah berumur hampir setengah abad menganggap nona muda Shanum seperti putri mereka sendiri .
"Non sudah pulang non,bibi kangen sama non ..."ucap seorang pelayan yang paling lama bekerja di mansion Hardy sambil berlari menyongsong Shanum lalu memeluk gadis itu dengan hangat .
"Maaf bi ,Sha-sha beberapa hari ini sibuk terus di kantor ,jadi baru kali ini sempet pulang ke mansion "Shanum berkata lirih sambil memeluk erat wanita paruh baya itu dengan penuh haru .
"Terima kasih karena kalian masih selalu menyayangiku "hati Shanum berucap lirih.
Kasih kayang mereka seakan menjadi obat rindu saat ia begitu merasa kesepian tanpa perhatian dan kasih sayang seorang ibu.
Tak terasa tetesan air mata mengalir dari sudut mata indah Shanum ,mereka begitu tulus menyayanginya.
"Non Shanum mau langsung mandi atau makan dulu ,bibi akan siapkan makanan kesukaan non Sha-sha "tanya sang bibi dengan membelai rambut Shanum dengan lembut.
"Ehmm aku mau ....mandi dulu bi ,badanku lengket "jawab Shanum .
"Baik non,oiya beberapa hari yang lalu mas ganteng datang ke sini tapi non Sha-sha tidak berada di mansion ,mungkin tuan Hardy yang menyuruhnya datang kesini ,soalnya mereka berbincang di ruang kerja Tuan Besar cukup lama "
Shanum terdiam ,rupanya Rangga sudah menemui ayah Hardy,tidak mungkin itu Devon karena para bibi memanggil tunangannya itu dengan sebutan Tuan,berbeda dengan sebutan pada Rangga,mereka memanggilnya 'mas ganteng .
Senyum manis Shanum mengembang jika teringat ke genitan para pelayannya yang meski telah berusia tak muda lagi ,namun jika melihat pemuda ganteng pasti mereka akan langsung bersemangat .
__ADS_1
"Kau rupanya sudah menjadi idola di mansion ini Ngga "gumam Shanum dengan senyum manis nya .