
Rangga menatap laju mobil range rover di mana di dalamnya terdapat Shanum dan Devon .
"Kenapa kau membiarkan mereka berdua kak?"Ardi mengagetkan lamunan Rangga .
"Hmmm mereka sudah bertunangan Ar"Rangga menghela nafas berat .
"Selama janur kuning belum berkibar ,masih sah untuk di perjuangkan kak"Ardi penuh semangat .
"Tapi ada dinding lain yang lebih kokoh"Rangga berucap lesu sambil melangkah ke dalam rumah.
"Tapi kulihat mba Shanum juga menyukaimu kak"ucapan Ardi membuat langkah Rangga tertahan,benarkah Shanum juga menyukainya.
Namun gejolak debaran hati Rangga yang tadi berbunga karena ucapan Ardi ,kini bunga-bunga itu hilang lenyap tak berbekas saat kesadarannya pulih .
Shanum adalah seorang CEO dan ia hanya karyawan biasa ,sungguh yang paling besar menghancurkan impian adalah sebuah keadaan .
"Kak ,berjuanglah semangatlah untuk mencapai cinta mu ,aku mendukungmu sepenuhnya "ucap Ardi dengan semangat empat lima .
pletakkk ...
"Akkkhhh,sakit ...."Ardi mengusap jidatnya yang kena sentilan telunjuk Rangga dengan keras ,membuat rasa panas dan kebas .
__ADS_1
"Makannya jangan suka berhayal terlalu tinggi "ucap Rangga datar .
"Apa aku salah jika menghayal memiliki kakak ipar seperti mba Shanum ?"Rangga tertegun dan menatap adik satu-satunya dengan tajam .
"Bermimpipun aku tak berani Ar "jawab Rangga dingin namun hatinya berdenyut sakit ,kenyataan pahit membuatnya harus mengubur dalam-dalam perasaannya.
"Kenapa kak,apa salahnya berusaha, mereka hanya bertunangan dan aku lihat mba Shanum pun menyukaimu jadi ...kau harus perjuangkan hatimu "
"Apa kau mau kakakmu menjadi seorang perusak hubungan orang lain hah,dan kau harus tahu siapa Shanum ,dia adalah pemimpin di perusahaanku Ar ,dia adalah seorang CEO ,mana mungkin karyawan biasa sepertiku bermimpi untuk memilikinya "kalimat Rangga sontak membuat Ardi terdiam ,rupanya selama ini perhatian yang kakaknya berikan pada gadis itu bukanlah perhatian seorang pria pada wanitanya ,melainkah perhatian dari seorang karyawan yang menghormati bos nya .
"Sungguh tragis kisah cintamu kak,cinta pertama hancur dan kini cinta keduamu bahkan lebih tragis ,layu sebelum berkembang "Ardi tersenyum sebelum akhirnya mengambil langkah seribu saat Rangga menatapnya seakan ingin mencincangnya hidup-hidup .
Hana hanya tersenyum melihat tingkah kedua putranya ,rupanya selama ini Shanum sengaja menyembunyikan identitasnya sebagai seorang CEO,gadis cantik memiliki harta yang melimpah bahkan jabatan tinggi namun ramah dan berhati hangat menutupi semua kelebihannya ,dan tak salah jika putra sulungnya begitu mengaguminya meski dalam diam .
Rangga merebahkan tubuhnya di atas ranjang ,tatapannya kosong ke atas langit kamar .
Drrrttt drrttt drrrt
Rangga hanya menoleh saat ponselnya bergetar,entah siapa yang telah menghubunginya ,namun ia tak ingin mengangkatnya .
Drrt drrttt
__ADS_1
Terpaksa Rangga mengangkat panggilan dengan lesu .
Tertera nomor yang di kenalnya .
"Hallo ..."
"Ngga ,datanglah ke villa bersama ibumu ,Shanum badannya panas dan menggigil "suara dari ujung telpon sontak membuatnya tertegun ,Shanum sakit ....
Rangga melajukan motor maticnya dengan cepat menuju villa ,dengan kaos lengan pendek dan celana jeans panjang ia berangkat,cuaca dingin menusuk tulang karena kabut yang mulai turun ,tak terasa di kulitnya ,yang ada saat ini adalah ingin sampai di villa secepatnya .
tok tok tok
"Masuklah "Rangga bergegas masuk setelah suara Devon terdengar mempersilahkannya .
"Dimana dia ,apa yang terjadi"teriak Rangga dengan wajah cemas mencari sosok Shanum di seluruh ruangan namun hanya ada Devon sambil membawa gelas berisi air hangat.
"Dia di kamar ".
Dengan langkah panjang Rangga segera ke kamar dan hatinya berdebar cepat kala melihat Shanum berbaring dengan keringat membanjiri pori-pori di pelipisnya .
"Kenapa kau tak membawa nya ke dokter,kenapa kau hanya membiarkannya berbaring di sini apa kau mau membunuhnya hah ..."Rangga mencengkeram krah baju Devon dengan keras .
__ADS_1