Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Dia Yang Telah Terpilih


__ADS_3

Entah kenapa jika berada dekat dengan Rangga hati Shanum begitu tenang ,perhatian dan sikap yang begitu hangat membuatnya merasakan seperti layaknya seorang putri .


"Apa kau punya acara malam ini Ngga?"akhirnya dengan sedikit keraguan ,Shanum mengajak Rangga keluar malam ini.


"Ehh aku free malam ini kok ,kau mau mengajaku ke mana ?"tanya Rangga dengan tatapan lekat ke arah Shanum karena meski sesibuk apapun ia mana mungkin menolak ajakan sang pujaan .


"Ehmm nggak jauh-jauh sii aku hanya ingin jalan-jalan aja ngga ,suntuk banget pikiran "


Rangga maklum jika Shanum merasa bosan dengan segudang pekerjaan di perusahaan,otak pun akan stress dan kepala serasa mau pecah jika terusmenerus di paksakan untuk bekerja.


"Oke,tar malem aku jemput "ujar Rangga dengan senyum manisnya ,bagaimana ia bisa menolak ajakan gadis yang selalu menari-nari di pelupuk matanya.

__ADS_1


Rangga pun keluar menuju ke ruangannya di mana duo kembar mungkin telah pulang karena memang jam kerja sudah habis .


Laju motor dengan kecepatan sedang ia arahkan ke apartemen Shanum yang terletak jak terlalu jauh dari rumah kontrakannya ,sudah beberapa hari Shanum tinggal di apartemen miliknya dan akan ke rumah Hardy jika kerinduan pada sang ayah tiba-tiba melanda.


Seperti yang sudah di sepakati,Rangga akan menunggu Shanum di lobi apartemen karena tak etis jika ia memasuki apartemen seorang gadis yang tinggal sendiri apalagi status Shanum yang sudah mempunyai tunangan .


Dengan Celana jeans panjang ,sweater navy dan topi hitam ,kostum yang biasa Shanum kenakan jika akan bepergian keluar namun tak ingin identitasnya ter ekspose,bukannya bersembunyi karena statusnya sudah bertunangan namun ia hanya ingin lebih leluasa tanpa ada orang lain yang mengenalinya sebagai seorang CEO.


Mereka pun bergegas ke arah parkiran motor,dan seperti biasa Shanum tampak santai dan tenang duduk di belakang Rangga dengan kedua tangan melingkar erat di pinggang sang pengemudi.


Meski menahan debaran jantungnya yang tak menentu, namun Rangga berusaha bersikap setenang mungkin, begitupun saat pelukan erat tangan Shanum di pinggangnya hingga ia dapat merasakan nuansa gerakan lembut benda lunak yang menyentuh punggungnya saat motornya bergetar keras karena melewati gundukan polisi tidur .

__ADS_1


Ingin rasanya Rangga mengambil jalan memutar menuju ke taman kota agar jalan yang di tempuhnya semakin jauh namun tak tega rasanya jika waktu terbuang percuma hanya karena ingin mengikuti nafsu pikiran kotornya yang selalu saja terlintas jika bersama Shanum .


Entah mengapa hasrat yang tak pernah timbul saat bersama gadis lain seakan tak terkendali jika berdekatan dengan Shanum ,bahkan selama menjalin hubungan dengan kekasih terdahulunya pun Rangga tak pernah mengalami getaran yang begitu bergolak di tubuhnya .


Meski hanya memandang bibir mungil Shanum pun dapat membangkitkan gairah yang memanas di tubuhnya apalagi kini tubuh yang memeluknya hingga jarak yang terkikis membuatnya harus menahan gelenyar-gelenyar nakal di otaknya .


Helaan nafas lega saat tempat yang di tuju kini telah berada di depannya ,hingga ia tak lagi merasa begitu tersiska dengan godaan yang begitu indah .


Rangga pun memarkirkan motor maticnya sementara Shanum dengan berlari kecil dan begitu riang menuju ke arah sebuah ayunan yang terlihat kosong ,tawa riang dengan deretan gigi rapih terlihat begitu mempesona ,kebahagiaan sederhana yang tak pernah ia nikmati membuat Rangga tersenyum miris .


"aku akan selalu berusaha membahagiakanmu Sha,sampai saat dia yang telah terpilih akan menggantikanku ,meski sampai kapan pun aku tak akan rela kau menjadi milik orang lain"

__ADS_1


__ADS_2