Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Posesif


__ADS_3

Rangga melerai pelukannya,ia menatap wajah cantik yang kini berada tepat di hadapannya, pipi tirus berhias hidung mancung, bulu mata lentik dan bibir mungil yang senantiasa mengundang pikiran kotor di otaknya.


Tak dapat di pungkiri pesona Shanum begitu menggooda, Rangga pun merasa sangat bersyukur saat ini berada sedekat ini bahkan dapat memeluknya dengan erat.


Masih tak percaya jalan kehidupan yang kini ia jalani, CEO yang begitu di puja nya kini menjadi calon istrinya.


"Ngga, kau kenapa"Shanum melambai-lambaikan tangannya di depan muka Rangga yang tampak termenung dengan tatapan tajam padanya.


Rangga tersentak dari lamunannya.


"Lagi mikir apa Ngga"tanya Shanum kemudian.


"Nggak mikir apa-apa,cuma aku masih tak percaya jika kau akan menjadi..."Rangga terlihat gugup dan tak meneruskan kalimatnya.


"Jadi apaaaa..."goda Shanum.


"Jadi teman tidurku.."jawab Rangga polos.


"Ish dasar mesum"ujar Shanum dengan mengerucutkan bibirnya.


"Stop...!"perintah Rangga cepat, mengagetkan Shanum yang kini diam kebingungan.


"Jangan lagi kau buat mode bibirmu seperti itu di depanku "ujar Rangga yang kini wajahnya berona merah, gelenyar halus di dadanya saat melihat bibir mungil yang sungguh menggoda, berada beberapa centi dari wajahnya.


"Hmmm sabaar sabaar Ngga, sebentar lagi bibir itu akan menjadi milikmu seutuhnya"**gumam Rangga lirih.

__ADS_1


"Ayo kita berangkat"ujar Shanum sambil meraih tangan Rangga dan menuntunnya.


"Ssst Sha,lepas dulu,takut ada yang lihat"Rangga berucap lirih dan melepas genggaman tangan Shanum yang masih menuntunnya.


Bukanya ingin menyembunyikan hubungannya, namun Rangga ingin saat ini biarlah hubungan mereka berjalan seperti biasa, jika dalam lingkungan perusahaan biarlah mereka berperan sebagai CEO dan karyawan biasa, dan Shanum pun menyetujuinya, begitupun dengan Hardy yang menyerahkan semua pada keduanya, dan tak ingin menyampuri kehidupan pribadi mereka.


Shanum akhinya melepas pegangan tangannya setelah di lihat masih ada beberapa karyawan yang belum keluar dari kantor.


Kembali Shanum mengerucutkan bibirnya dengan kesal, Rangga yang kembali melihat godaan berat itu pun terpaksa hanya dapat menelan salivanya,dan menghela nafas berat.


"Hufff tunggu saja sampai kita sudah resmi, akan ku habisi bibir itu"geram Rangga.


Karena permintaan Rangga akhirnya Shanum terlebih dahulu keluar dari kantor dan langsung menuju mobilnya yang sudah berada di depan lobi karena Harun sudah menyiapkannya sejak Shanum keluar dari ruang meeting.


Sebenarnya ia tak ingin menyembunyikan berita bahagia ini, namun Rangga rasa sekarang belum saatnya, ia ingin lebih menikmati kebersamaannya dengan sang istri dengan tenang.


Rangga berhenti di sebuah rumah makan yang tak jauh dari mansion Hardy karena Shanum tampak memarkirkan mobil di area parkir Rumah makan tersebut.


Dan langkahnya pelan mengikuti Shanum yang rupanya tak bisa menahan rasa lapar hingga Rumah makan inilah pilihannya untuk mengisi perut.


Rumah makan yang tak begitu besar namun ramai oleh pengunjung yang sedang menikmati makan mereka, lampu yang menghiasai area halaman rumah makan tersebut di tata dengan sedemikian rupa hingga terkesan suasana hangat dan elegan.


Shanum melangkah menuju ke sudut ruangan yang di tunjukan oleh sang pelayan, rupanya asisten Hardy telah lebih dahulu menghubungi sang pemilik resto untuk menyediakan tempat bagi CEO nya.


Shanum tersenyum pada Rangga yang kini berjalan ke arahnya.

__ADS_1


"Selamat datang di restoran kami Nona Shanum"seorang pria berwajah tampan semi latin bertubuh tegap, kini tengah menunduk hormat di hadapannya, rupanya dia adalah sang pemilik restoran itu.


Shanum memandang lekat ke arah pria tersebut, memorinya berputar, merasa pernah melihat wajah pria di hadapannya itu, namun tak tahu di mana, tanpa di sadari sepasang mata tengah menatapnya dengan tajam.


Dengan senyum ramah Shanum pun mengangguk.


"Terima kasih".


Beberapa pelayan pun dengan sigap berdatangan dengan nampan berisi aneka hidangan istimewa dari rumah makan tersebut,lalu menatanya di meja Shanum.


"Apakah asisten Nona, belum datang nona?"tanya pemilik restoran itu, rupanya Harun meminta sang pelayan restoran agar menyediakan untuk CEO dan asistennya.


"Ehh ya dia akan datang sebentar lagi"jawab Shanum.


"Ehhm Ayo duduk Ngga,"ujar Shanum pada Rangga yang ternyata telah berdiri tak jauh dari mereka, tatapan matanya tenang namun di balik itu, dadanya kini sedangbergemuruh kencang.


"Jangan memandang pria lain seperti itu"bisik Rangga pelan di telinga Shanum, sesaat sebelum ia duduk di kursi di hadapan CEO sekaligus calon istrinya itu.


Shanum hanya dapat mengelus dada, melihat Rangga yang kini tengah di dera rasa cemburu.


Dan Shanum pun terpaksa hanya mengangguk dan menatap sekilas kearah pria gagah pemilik restoran, saat melangkah pergi setelah mempersilahkannya menikmati hidangan.


"Kenapa kamu jadi posesif seperti ini Ngga"bisik Shanum.


"Kau hanya akan bisa merasakan jika ada di posisi sepertiku"jawab Rangga polos.

__ADS_1


__ADS_2