Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Si Telor Geprek


__ADS_3

Shanum fokus dengan lembaran data di depannya, dengan teliti ia periksa deretan angka yang sudah membuat kepalanya pusing sejak padi.


Setelah tak ada keganjilan yang di dapat akhirnya selesailah tugasnya kali ini.


Panas terik siang ini sungguh sangat menguras tenaga dan otaknya, langkah cepat ia ayunkan menuju ruang kerjanya.


Segelas minuman sari buah sudah di siapkan oleh OB.


Shanum tertegun saat melihat satu toples berpita cantik berada di atas meja.


Pandangannya tertuju ke arah sang asisten, berharap mengetahui dari mana toples cantik itu berasal, namun gelengan kepalanya menandakan bahwa ia pun tak mengetahuinya.


Senyum manis merekah dari bibir mungilnya, saat satu kalimat tertera di secarik kertas kecil yang di tulis sang pengirim.


Asisten Harun hanya melihatnya dengan rasa heran.


Kevin melangkah ke ruangan CEO untuk menyerahkan berkas yang harus di tanda tangani untuk persiapan rapat direksi.


Setelah beberapa menit akhirnya berkas pun selesai Shanum tanda tangani, dan Kevinpun mengangguk hormat lalu melangkah pergi namun lewat sudut matanya ia dapat melihat benda yang menyita perhatiannya.


"Toples itu, bukankah itu toples yang di bawa ibunya Rangga dari kampung"gumam Kevin dalam hati.


Berbagai macam tanya kini memenuhi otak Kevin yang berkapasitas tak seberapa itu, jika di bandingkan dengan om Einstein mungkin hanya se ujung kuku nya.


Apa sebenarnya hubungan antara Rangga dengan CEO kesayangannya itu, meski berusaha begitu keras namun otak Kevin tetap tak mampu mengurainya.


Shanum meneruskan keasikannya menikmati makanan khas yang berasal dari bogor buatan ibunya Rangga itu, panas terik memang suasana yang pas untuk menikmati asinan buah, gumamnya dengan senyum senang.


Tak sabar rasanya menunggu sore tiba, meski belum lama mengenalnya, namun kasih sayang dan kehangatan yang bu Hana berikan padanya membuat Shanum seakan memiliki ikatan batin dan begitu merindukan wanita paruh baya itu.

__ADS_1


Bergegas Shanum menuju area parkir mobilnya, Shanum memang terbiasa mengendarai mobil sendiri tanpa memakai jasa sopir, yang sebenarnya selalu ayah Hardy perintahkan.


Berbekal informasi alamat yang tertera di data karyawan, akhirnya Shanum sampai di tujuan.


Rumah minimalis sederhana namun terlihat rapih dan nyaman, di situlah Shanum kini berada.


Dengan ragu ia mengetuk pintu berbahan kokoh itu dengan pelan.


Tok tok tok .


Masih tampak sepi.


Tok tok tok,kembali Shanum mengetuknya.


Kreeeettt,pintu terbuka perlahan dan tubuh Kevin tiba-tiba membeku saat melihat wajah cantik yang begitu di seganinya kini berdiri tepat di hadapannya tengah memandangnya dengan senyum manis.


"A ah uhhmm"bibir Kevin terasa kaku, bahkan untuk sekedar menyapa pun Kevin merasa tak mampu.


"Siapa Vin?"tanya seseorang yang berada di dalam rumah tersebut.


"Ehhhh....."ingin Kevin menampar bibirnya sendiri, agar segera sadar dan kembali berguna seperti biasa.


"Ehhmm,Sha..silahkan masuk"ucap Rangga gugup namun tak dapat menyembunyikan binar bahagia di matanya.


Kevin yang mendengar sahabatnya itu memanggil sang CEO tanpa embel-embel nona kini hanya mampu membulatkan mulutnya sempurna.


"Apa-apaan ini, enak aja si telor geprek manggil nona CEO se enak udelnya sendiri"gumam Kevin lalu melangkah mengikuti Rangga dan CEO nya itu dengan perasaan bingung.


Rangga melangkah ke dapur setelah mempersilahkan Shanum duduk di ruang tamu.

__ADS_1


Dengan anggukan hormat, Kevinpun melangkah menuju ke dapur mengikuti Rangga karena ia hanya mempunyai sedikit waktu untuk meminta penjelasan dari sahabatnya itu.


"Hei blekok, itu nona Shanum mau ngapain ke sini?"tanya Kevin dengan suara berbisik pelan di dekat Rangga.


"Hmm, menurut lo ?"tanya balik Rangga dengan cuek,membuat Kevin merasa kesal sampai ubun-ubun.


"Hmmm lama-lama gue santet lu Ngga"Geram Kevin.


"Ha ha ha ...eitss sabar bro,main santat santet aja lu,kayak dukun aja"ujar Rangga merasa gemas.


"Nona Shanum kesini mau sungkem sama calon mertua"bisk Rangga pelan namun dengan senyum penuh percaya diri, membuat bulu di tengkuk Kevin merinding dan ingin rasanya menyumpal mulut sahabatnya yang kurang ajar itu dengan kursi sudut di ruang tamunya.


Flass back on


"Maafkan aku yang mungkin telah mengecewakanmu Ngga, tapi satu pesanku, jaga shanum dengan segenap jiwa ragamu, bahagiakan dia, dan jangan biarkan air mata itu mengalir mata indahnya, aku telah membuatnya kecewa, aku titip dia ,hanya kau yang pantas berada di sampingnya dan aku percaya kau adalah satu-satunya pria yang bertahta di hatinya, aku pamit ,jangan lupa undang aku di hari bahagia kalian ".


Bunyi pesan dari Devon yang baru di bacanya tadi pagi, mungkinkah mereka kini telah berpisah, lalu kenapa tuan Devon menitipkan Shanum padanya?.


"Benarkah aku ada di hatinya, dan benarkah hanya aku yang mampu membahagiakannya?".


Rangga tak dapat menafsirkan perasaan yang kini berada dalam hatinya,apakah ia turut berduka karena mereka telah berpisah,ataukah malah sebaliknya,ia merasa bahagia karena kini ia memiliki harapan untuk mendapatkan cintanya,meski harapan itu bagaikan menggapai bintang di langit yang tinggi.


Flass back off


Kevin masih setia mengikuti langkah Rangga yang kini kembali ke ruang tamu di mana CEO kesayangannya tengah duduk manis, tak percaya rasanya melihat wanita dengan spek bidadari berada di dalam kontrakannya, hati kecilnya sungguh tak bisa mempercayai jika Rangga ternyata memiliki hubungan istimewa dengannya.


"Minumlah Sha, ibu sedang mandi, tunggulah sebentar"ucap Rangga dengan santai memanggil CEO nya tanpa embel-embel sama sekali,dan Shanum hanya mengangguk dan tersenyum.


Kevin yang mendengar hanya dapat tersenyum masam,melihat kedekatan antara CEO dan teman satu kontrakannya itu.

__ADS_1


"Heh, kutil onta,kau berhutang penjelasan padaku"ancam Kevin dengan pandangan tajam.


Rangga hanya menghela nafas panjang dan menggelengkan kepalanya melihat kepergian sahabatnya itu, setelah telor geprek, blekok, bahkan kini kutil onta sudah di sandangnya, entah julukan apalagi nanti jika CEO nya sudah tak ada lagi di rumah ini.


__ADS_2