
Rangga masih tampak terdiam ,meski hatinya begitu geram namun ia juga tak bisa berbuat apa-apa .
Asisten Harun yang tengah asik menikmati makan siang dengan lahap pun kini telah menyelesaikan makan siangnya ,lalu menatap Rangga dengan wajah bingung .
"Tuan Rangga kenapa belum di habiskan makanannya "tanyanya ramah .
"Ehmm perut masih kenyang soalnya tadi sudah di isi ,asisten Harun habiskan saja ,sayang kalau makanan sudah di beli tapi tak ada yang makan ,bagi mereka yang memiliki banyak harta mah membuang makanan segini nggak ada artinya ,tapi bagi kita kaum bawah ,makanan mewah seperti ini sungguh sangat berarti "jawab Rangga sambil melirik ke arah Devon yang asik melihat kayar ponselnya .
Sementara Devon tetap acuh ,mungkin karena tak mendengar sindiran yang Rangga ucapkan atau memang perhatiannya terlalu fokus pada layar ponselnya .
"Betul tuan Rangga ,sebaiknya saya bawa ,akan saya kasih buat para OB"ujar asisten Harun seraya membereskan makanan dan membawanya ke pantry ,tempat biasanya mereka berkumpul saat istirahat untuk membuka bekal makanan yang mereka bawa .
Rangga kini hanya terdiam tak berani mengusik aktifitas Devon ,meski waktu kerja akan di mulai beberapa menit lagi namun Devon belum juga terlihat akan menyudahi keasikannya .
"Maaf tuan Dev,saya akan menuju ke ruangan saya karena waktu istirahat telah usai "akhirnya Rangga memberanikan diri .
"Oh ya ehmm ,Ngga aku sebelumnya mau ngucapin terima kasih sama kamu yang sudah mau bekerja bergabung dengan tim ku, dan syukurlah saat ini situasi perusahaan Wijaya Corp .telah kembali stabil ,dan kebetulan Saka dan Nico telah kembali pulang ke xx "Devon berucap sambil tersenyum menyalami Rangga .
"Sama-sama tuan Dev ,saya juga merasa terhormat telah mendapat kesempatan untuk bekerja bersama dengan kalian yang begitu jenius dan profesional ,tolong sampaikam juga salamku untuk Saka dan Nico"jawab Rangga .
"Oke sekali-lagi maaf kalau ada kata-kata kami yang tidak berkenan di hatimu Ngga"kembali Devon berujar .
"Oiya untuk pembayaran pekerjaanmu sudah aku transfer ,juga bonus dari tuan Hardy "
__ADS_1
"Terima kasih tuan Dev "
Devon pun mengangguk saat Rangga beranjak untuk pamit undur diri .
Dengan langkah tegap ,Rangga memasuki lift .
"Hhhhmmmmm"dadanya terasa sedikit lega ,dengan selesainya kerja sama dengan mereka ,kini ia tak lagi harus memandang poto Shanum dan Devon yang berada di apretemennya.
Pemandangan yang selalu membuat hatinya pedih saat memandangnya ,kini senyum puas tersungging di bibirnya .
Pandangan Rangga menyapu ke ruangannya yang masih tampak sepi ,secarik kertas tergeletak di atas meja kerjanya .
"Gue ke divisi Keuangan ,Danu datang mungkin agak terlambat tadi perutnya mules katanya "isi pesan dari Danu .
Tok tok tok
Rangga menatap ke arah pintu ruangan .
"Ya, masuk"perintah Rangga ,namun pandangannya kini fokus ke laptop di mejanya .
"Apa aku mengganggu Ngga?"suara halus yang sangat ia kenal .
"S sha ...ada apa kau datang ke ruanganku"ucapan Rangga terbata,seakan tak percaya kini CEO kesayangannya telah berada di hadapannya .
__ADS_1
"Ehhm ,aku hanya ingin ngobrol sama kamu Ngga he he "senyum Shanum sungguh imut,bahkan kesan seorang CEO yang tegas dan dingin sangat jauh dari realita jika Shanum yang berada di posisi sebagai CEO nya .
Rangga menelan salivanya ,entah kenapa hatinya seakan berbunga-bunga mendengar kalimat yang Shanum katakan .
Rupanya meeting hari ini di batalkan oleh klien secara mendadak karena ada kecelakaan menimpa sang asisten ,tentu saja hal ini membuat waktu kosong Shanum hari ini lebih panjang .
"Ehmm duduklah non a Sha num "kalimat Rangga masih terbata dan kegugupan terlihat jelas dari raut mukanya .
"Santai saja Ngga,toh di ruangan ini tak ada orang lain ,panggil saja aku seperti biasa "pinta Shanum .
"Baiklah Sha "jawab Rangga singkat .
"Ternyata ruanganmu nyaman juga Ngga"pandangan Shanum memindai seluruh ruangan yang tampak luas dan hanya terdapat empat meja kerja namun satu meja tampak kosong .
"Ngga ,aku mau menyampaikan pesan dari papah Hardy ,katanya ada suatu hal yang ingin di sampaikan padamu ,kalau kau ada waktu datanglah ke rumah sudah lama papah tidak bertemu denganmu kangen katanya "Shanum berkata pelan .
"Tuan Hardy kangen dan ingin bertemu denganku ,apa putrinya tidak merasa kangen juga padaku?" tanya Rangga dengan tenang namun sebenarnya jantungnya sedang berdegub kencang .
"Berani sekali kau seorang rakyat jelata berbicara seperti itu pada junjunganmu "hati Rangga bergumam lirih .
"Maaf kalau kata-kataku tak pantas "sesal Rangga kemudian .
"Bagian mana dari kata-katamu yang tak pantas ?"Rangga sontak memandang manik mata Shanum yang kini tengah memandangnya dengan senyum manis .
__ADS_1
"Ya tuhan ..kau PHP in aku tapi kenapa hatiku malah berbunga-bunga Sha "