Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Memelukmu Lebih Erat


__ADS_3

Shanum menatap netra Devon dengan tatapan datar, setelah keputusannya untuk berpisah darinya, baru kali ini Devon berkesempatan bertemu dengan mantan tunangannya itu.


"Sha...ku harap kau mengerti tentang keputusanku"Devon berucap dengan wajah gelisah, memang di sadari bahwa ia telah membuat Hardy begitu kecewa apalagi dengan putri satu-satunya yang kini telah menjadi mantan tunangannya itu.


"Sudahlah Dev, mungkin kita memang tidak di takdirkan bersama dalam ikatan pernikahan"Shanum menjawab dengan bijak, setelah semesta bagai mempermainkan kisah hidupnya, dengan putusnya pertunangan yang telah terjalin selama dua tahun lebih.


Saat ini Shanum tak ingin memaksakan keadaan, ia hanya ingin mengikuti alur yang telah di tentukan sang Pencipta untuknya tanpa harus menolak apa yang terjadi, biarlah jika memang akan indah pada waktunya, maka Shanum akan menunggu waktu itu tiba.


"Kita tetap bersahabat, ku do'akan semoga kau bahagia "Shanum berucap pelan,sebagai sahabat ia pun berharap kebahagiaan untuk sahabatnya itu dengan gadis pilihannya.


"Terima kasih Sha, aku berjanji kita akan tetap berhubungan baik"Devon memeluk Shanum dengan haru, sungguh hatinya kini merasa lega.


Sebelumnya hatinya di landa kecemasan yang begitu besar, jika Shanum mendendam padanya setelah apa yang di perbuat maka ia pun akan merenima hal itu,namum ternyata tak terbukti, Shanum menerima dengan ikhlas dan lapang dada.


"Ehmm hmmm"Rangga tiba-tiba merasa sesak tenggorokannya, saat melihat wanitanya berpelukan dengan pria lain, meski saat ini mereka tak lagi memiliki hubungan.


Saat pertama melihat kedatangan lelaki gagah mantan tunangan Shanum itu,Rangga dengan senang hati memberikan waktu padanya untuk meminta maaf dan menyelesaikan semua masalah yang telah ia lakukan.


Devonpun melerai pelukannya dan melihat ke arah Rangga.


"Akhirnya kaulah sang pemilik sesungguhnya Ngga"ujarnya lalu menepuk bahu Rangga dengan bangga, sejak pertama kali melihat perhatian yang Rangga berikan pada Shanum, Devon merasa pria itu lah saingan terberatnya, dan kini semesta telah menunjukan keajaibannya, dari sekian pria dengan sejuta pesona yang memimpikan Shanum, Rangga lah sang juaranya.


"Jagalah dia baik-baik, bahagiakan dia, dan jangan pernah kau buat hatinya kembali terluka"pesan Devon yang terdengar sedikit menggelitik di telinga Rangga,bagaimana mungkin orang yang pernah melukai hati seorang wanita kini dengan percaya diri berpesan untuk tidak melukai hati seorang wanita.


Rangga hanya mengangguk-anggukan kepalanya agar Devon segera menyudahi petuahnya dan segera meninggalkan ruangan hingga ia bisa menikmati waktu berdua dengan Shanum.


Shanum menatap Rangga yang kini terlihat lebih pendiam setelah kepergian Devon.


"Ngga, apa kita jadi keluar?"tanya Shanum ragu karena merasa tak enak pada Rangga yang tampak murung.


"Ngga...kamu marah?"Shanum kembali bertanya saat Rangga tak juga menjawab pertanyannya.


Merasa pertanyaannya sama sekali tak di tanggapi Rangga, akhirnya Shanum pun melangkah keluar ruangan.

__ADS_1


"Eh eh Sha...apa-apaan ini, kenapa malah pergi"Rangga bergegas mengejar Shanum yang telah melangkah keluar ruangan.


Shanum hanya melangkah dengan senyum tersungging puas.


"Hmm siapa suruh nyuekin aku, "Shanum tetap tenang melangkah tanpa menghiraukan Rangga yang kini berada di belakangnya mengikuti dengan gusar.


"Sha..sstt Sha kenapa malah aku di tinggalin" Rangga setengah berbisik di belakang Shanum.


Klek


Shanum menutup rapat pintu ruangan, kini Rangga berdiri mematung di balik pintu.


"Ish kenapa malah sekarang jadi dia yang marah, bukan kah seharusnya aku ?"gumam Rangga bingung.


Tok tok tok


Suara masih hening.


Tok tok tok


Shanum tengah memasukan barang-barangnya ke dalam tas miliknya tanpa memghiraukan Rangga yang kini sudah ketar-ketir karena ia diamkan.


"Duhh gini yah rasanya di diemin sama bidadari, nggak enak juga rasanya".


"Sha...jadi nggak kita jalan"Rangga akhirnya memberanikan diri.


Shanum menatapnya tajam, beberapa kali ia tadi menanyakan hal yang sama namun sama sekali Rangga tak menjawabnya.


Kini netra mata mereka saling tatap.


"Maafkan aku Sha.."ucap Rangga untuk yang kesekian kali, memang jika seorang gadis sedang marah tentu hanya kalimat itu yang dapat di ucapkannya.


"Kenapa minta maaf?"tanya Shanum dengan wajah polos, hatinya merasa tergelitik melihat tingkah Rangga yang teramat lucu, ternyata di balik sikap dingin dan acuhmu ,kau begitu menggemaskan Ngga,pikir Shanum.

__ADS_1


"Minta maaf karena telah mengacuhkanmu tadi"ucap Rangga cepat.


Shanum tersenyum dan mengangguk senang.


"Tapi...."ucapan Rangga menggantung.


Shanum mengedikkan alisnya karena bingung.


"Kau juga harus meminta maaf padaku Sha"kalimat Rangga meluncur dengan cepat dari mulutnya.


"Kenapa"tanya Shanum dengan wajah polos.


"Karena kau telah memeluk lelaki lain di depan mataku "Rangga menatap tajam ke arah Shanum, meski mereka telah bersahabat lama namun ia pun seorang lelaki yang akan merasa sakit jika melihat wanitanya berpelukan dengan pria lain.


Shanum pun membulatkan mulutnya karena baru sadar kesalahan yang begitu besar namun ia sama sekali tak merasakannya.


"Ya Tuhan,maafkan aku juga Ngga,sungguh aku tak sengaja membuat kau terluka" ucap Shanum dengan nada penuh sesal.


"Aku akan memaafkanmu jika kau memeluku seperti kau memeluknya"kali ini Rangga berucap pelan.


Hmmm dasar modus lu Ngga,pikir Shanum dengan senyum kecil.


Greeepp


Shanum memeluk Rangga tiba-tiba.


"Maafkan aku"ucapnya perlahan.


Rangga yang merasa terkejut pun akhirnya mempererat pelukannya.


"Uhukkk uhukkk,Ngga jangan terlalu erat, aku susah nafas"Shanum kini merasa sedang dalam himpitan tembok besar di dadanya.


"Biàrkan seperti ini dahulu, aku ingin memelukmu lebih erat darinya"ujar Ranga berbisik di telinga Shanum hingga bibirnya menyentuh pipi halus Shanum.

__ADS_1


__ADS_2