Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Tak Bisa Lebih Dari Teman


__ADS_3

Rangga masih belum dapat menguasai degub jantungnya saat memandang beberapa poto kiriman dari Shanum .


Mereka tampak begitu dekat di foto itu ,bahkan ada satu pose yang memperlihatkan kedekatan mereka ,wajah Shanum menempel pipi Rangga dengan mesra membuat Rangga salah tingkah meski hatinya penuh rasa Canggung ,namun kehangatan Shanum dapat mencairkan suasana.


Entah terbuat dari apa sebenarnya hati Shanum ,sempurna wajah nya juga hati yang begitu hangat pada siapapun tanpa memandang jabatan harta dan tahta ,bahkan banyak karyawannya kini meng idolakan Shanum sebagai CEO spek bidadari yang mungkin di usir dari langit karena banyak yang syirik pada kecantikannya .


Andai saja ia bukan seorang CEO tentu begitu banyak pria berlomba untuk mendapatkan hati nya ,namun mereka pun menyadari bahwa di samping wajah cantiknya ia juga memiliki tembok kokoh yang melindunginya ,kekayaan yang tak terhitung membuat mereka segan untuk mendekatinya sebagai pasangan.


Begitupun Rangga ,hatinya selalu berdebar jika berada dekat dengan Shanum ,walau mungkin Shanum hanya menganggapnya sebagai teman atau mungkin karyawan biasa .


Rangga mengganti potonya dengan Shanum menjadi wallpaper di ponsel ,biarkan hanya ia yang dapat melihatnya toh tak ada orang lain yang menyentuh ponselnya ,jadi poto itu akan aman tanpa orang lain lihat .


"Biarlah aku hanya dapat memandangmu setiap saat meski lewat sebuah foto ".gumam Rangga tersenyum dan tanpa sadar jari nya mengusap wajah di layar ponselnya .


"Baru pulang kau Ngga?"tanya Kevin mengagetkan Rangga dengan menyembulkan kepalanya dari balik pintu kamar Rangga yang setengah terbuka .


"Hmmm"

__ADS_1


"Hei brow ,apa ada sesuatu di antara kalian yang kau sembunyikan dariku ?"Kevin melangkah masuk ke dalam kamar Rangga.


"Apa maksudmu?"


"Hmm jangan coba kau menyembunyikannya dariku ,apa yang aku lihat tadi siang ,kalian seperti sudah lama saling kenal "tanya Kevin terus menginterogasi sahabatnya itu karena merasa heran setelah melihat Shanum menuntun Rangga tanpa canggung bahkan mereka terlihat akrab .


"Hanya penglihatanmu saja "Rangga menjawab singkat .


"Andai yang kau katakan benar ,betapa bahagianya aku Vin ,sayang kami tak bisa lebih dari teman" .


"Tapi kan nona Shanum bisa menyuruh asistennya untuk memapahmu Rang ?"kembali Kevin menguatkan alasannya.


"Ssshhhm ...terserah apa kata hatimu Vin ,aku ngantuk "Rangga melangkah ke ranjang tidur dan merebahkan tubuhnya perlahan .


"Jangan lupa tutup pintunya kalau kau keluar"perintah Rangga cuek .


"Ish kau ini "Kevin bersungut sambil menggerakan tangannya ke atas seakan hendak menimpuk Rangga dengan ponselnya .

__ADS_1


Sabtu pagi yang cerah ,secerah suasana hati Rangga yang sedang membayangkan pertemuan malam dengan Shanum dan tuan Hardy .


"Rang ,apa acara malam minggu nanti ,jangan bilang mau ngukur ranjang ?"tanya Danu sarkas ,karena selama mereka bekerja tak pernah sekalipun Rangga menghabiskan weekend dengan orang yang istimewa .


"Hmm" Rangga enggan menjawab pertanyaan Danu ,toh jika ia bilang akan bertemu dengan sang CEO Shanum ,pasti ia tidak akan percaya .


"Shhhh hhmm ,andai saja nona Shanum mau menghabiskan waktu weekend bersamaku tentu aku adalah pria paling bahagia di dunia ini "harapan Danu yang hanya di balas senyuman penuh arti oleh Rangga .


"Maaf Nu ,nona Shanum akan menghabiskan weekend denganku "gumam hati Rangga dengan senyum penuh kemenangan .


"Ah nggak usak sok menghayal ketinggian Nu ,sakit kalau lu jatuh "si Dika sang kembaran dengan gerakan menoyor kembaran songongnya yang sedang membayangkan sang CEO cantik mereka .


"Dasar adik durhaka ,gini-gini aku lebih tua dari lu Dik"balas Danu sewot.


"Hallahhh ,lu keluar kan karena gue tendang duluan ,kalau nggak halangin jalan gue pasti lah gue dulu yang keluar "Dika tak mau kalah .


"Sialan lu"Danu pun akhirnya mengalah dan kembali ke meja kerjanya .

__ADS_1


__ADS_2