
Cuaca malam yang cerah ,seakan mendukung kedua insan yang saling menyimpan rasa meski dalam diam untuk menghabiskan waktu berdua .
Entah permainan apalagi yang belum Shanum mainkan,ayunan ,jungkat-jungkit dan entah apalagi ,Shanum seakan ingin menebus waktu masa kecilnya yang terlewat tanpa dapat menikmati permainan sesuka hati, layaknya bocah yang bahagia dengan kasih sayang kedua orang tuanya .
Seakan energi yang tak pernah berkurang , dengan girang Shanum melangkahkan kakinya kearah segerombolan anak kecil yang sedang mengerumuni seorang penjual makanan .
Matanya seketika berbinar ceria saat melihat seorang anak kecil dengan membawa bungkusan berisi kapas besar warna warni di genggamannya ,ia kenal bungkusan itu dan memorinya kembali mengingat saat di salah satu akun influencer yang sedang memakan kapas besar warna warni yang terasa manis ,seketika air liur memenuhi rongga mulutnya ,dengan cepat Shanum ikut bergabung dengan mereka, anak kecil yang sedang mengantri untuk mendapatkan kapas manis itu .
Rangga tertegun melihat binar mata indah itu ,kebahagiaan yang hilang seakan tergantikan oleh kehadiran sebuah kapas manis berwarna warni .
"Benarkah kebahagiaanmu sesederhana ini Sha?"
Senyum seketika tersungging di bibir Rangga saat Shanum berjalan kembali ke arahnya dengan dua bungkusan berwarna merah muda di kedua tangannya.
Dengan antusias Shanum membuka bungkusan berisi kapas manis itu,dengan satu helaan nafas panjang ,aroma manis dan wangi beraroma buah strawberry tercium di hidung mancungnya ,senyumnya mengembang .
__ADS_1
Dengan bibir komat kamit dan mata merem melek ,seakan kenikmatan dunia kini sedang ia rasakan .
Entah kenapa gerakan bibir mungil itu seakan menghipnotis Rangga yang tak lepas sedetikpun memandang gadis mempesona di hadapannya ,hatinya begitu kesal ,entah kenapa mahluk mungil di hadapannya begitu menggemaskan .
"Kau begitu menikmati nya Sha,masih banyak kenikmatan dunia lain yang belum saatnya kau rengkuh ".
Gerakan bibir mungil yang terus mengunyah kapas manis itu seakan menghipnotis Rangga ,kesadaraanya seakan hilang ,begitupun saat tangan Shanum meraih bungkusan kapas manis yang berada di tangannya ,rupanya satu bungkus makanan manis itu telah kandas ke dalam perutnya .
Melihat Rangga tak sedikitpun berniat memakan kapas manis itu ,Shanum pun tak mau membuang kesempatan dan segera meraih kapas manis itu dari tangan Rangga .
Rangga menggeleng pelan ,membuat Shanum berbinar lagi karena kini ia dapat memakan lagi kapas manis milik Rangga,namun senyumnya seketika sirna saat Rangga menjauhkan kapas manis dari jangkauan tangannya.
Dengan santai Rangga berjalan santai ke arah seorang anak kecil yang sedang duduk sendiri di ayunan lalu menyerahkan kapas manis itu padanya dengan senyum lembut ,sontak wajah murungnya kini menjadi berbunga-bunga ,rupanya ia tak mendapat permen kapas itu karena sudah habis,senyum manis mengembang saat ucapan terima kasih keluar dari mulut kecil lucu itu karena mendapat permen kapas impiannya .
Sementara di tempat yang tak jauh dari Rangga ,tampak sepasang mata indah tengah menatapnya dengan penuh kebencian .
__ADS_1
Permen kapas kini telah berpindah tangan ,membuatnya kini terlihat murung .
Namun dengan langkah tenang dan senyum santai ,Rangga kembali duduk di samping Shanum .
"Meski kau begitu menyukainya tapi semua yang berlebihan akan berakibat tak baik "Rangga berucap bijak dengan tangan membetulkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik Shanum .
Tatapan lembut pria gagah itu membuat Shanum tak dapat menyembunyikan kegugupannya .
"Tuhan,kenapa aku selalu tak bisa menatapnya".
"Kau tidak marah kan Sha?jika gulali itu ku berikan padanya ,kasihan dia tidak mendapat gugali impiannya karena telah habis ".
Tanya Rangga dan hanya di balas gelengan kepala pelan oleh Shanum .
"Aku tak bisa marah padamu Ngga"sahut hati Shanum .
__ADS_1