Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Rasa Yang Tak Terungkap


__ADS_3

Tatapan mata pria tampan CEO dari PT.Eka Manunggal Tbk.menghujam ke arah manik mata Shanum .


Gadis cantik yang selama ini telah ia cari kini berada di hadapannya ,enam tahun telah berlalu kenangan saat hari-harinya begitu penuh semangat karena ingin bertemu dengan gadis pujaan seorang adik kelasnya .


Shanum Samantha ,itulah nama yang selalu ada di hatinya ,gadis imut dengan senyum mempesona telah mencuri hatinya ,namun akhirnya ia harus rela meninggalkan kisahnya yang bahkan belum tersampaikan ,karena kedua orang tuanya harus kembali ke tanah kelahirannya di indonesia .


"Aku Firdaus, Sha ..teman Devon "ujar pria tampan itu yang tak lain adalah Firdaus teman satu kelas dengan Devon .


Senyum akhirnya mengembang di bibir mungil Shanum saat akhirnya ia teringat memori tentang sosok tampan di hadapannya .


"Ohh kak Daus"ucap Shanum antusias sambil menjabat uluran tangan Daus .


"Akhirnya ingatanmu pulih juga ,senang rasa hatiku jika kau masih mengingatku ,meski sedikit memori tentangku yang kau ingat"sahut Daus dengan senyum masam ,begitupun dengan Shanum yang mengakui jika ingatannya tentang Firdaus tak banyak ,karena ia dapat mengingat kembali pria tersebut saat menyebut nama Devon ,ternyata Firdaus adalah sahabat satu kelas dengan Devon yang tentu saja sering bertemu dengan Shanum saat Devon berkunjung ke kelas Shanum ,namun ingatan tentang Firdaus tak banyak karena Shanum hanya menganggapnya sebatas teman kakak kelas biasa.


Jadwal penting hari ini telah selesai dan Shanum kini memiliki sedikit waktu luang maka ia pun menyanggupi ketika Firdaus memintanya untuk bertemu setelah waktu kerja usai .

__ADS_1


Sengaja Firdaus memerintahkan asistennya untuk menunggunya di loby perusahaan ,sekian lama tak bersua dengan gadisnya yang hilang membuatnya tak rela jika pertemuan ini berjalan singkat.


Senyumnya mengembang saat di lihatnya gadis yang selalu menghiasi mimpi-mimpi keluar dari ruangan CEO.


Wajah cantik yang ia kagumi sejak dahulu ternyata tak mengalami perubahan bahkan terlihat semakin mempesona ,andai kan dahulu ia berani untuk mengungkapkan isi hatinya mungkin ia tak pernah merasakan tersiksanya merindukan seseorang karena terpisah jarak dan waktu .


Kini Firdaus tak ingin lagi membuang waktu percuma ,ia tak ingin lagi tersiksa dengan menahan perasaan yang tak pernah ia ungkapkan .


"Ada apa Kak ,kukira kau sudah pulang bersama asisten kak Daus"tanya Shanum heran .


"Apakah masalah pekerjaan kak,kenapa tidak kau katakan di ruang meeting tadi "Shanum mencoba mencairkan suasana yang terasa mencekam .


"Bukan itu Sha,sama sekali tak ada masalah dengan pekerjaan"ujar Firdaus dengan pasti .


Sementara Shanum hanya menatap dengan tatapan heran dan penuh tanda tanya pada pria di hadapannya .

__ADS_1


Melihat kesungguhan dengan apa yang di katakannya akhirnya Shanum menyanggupi ajakan pria tampan tersebut untuk makan malam di sebuah caffe yang terletak di pinggiran kota .


Sebagai salah satu investor yang baru bergabung dengan perusahaannya tentu saja ia tak ingin mengecewakan sang klien ,meski dengan berat hati, Shanum akhirnya memenuhi undangan untuk datang ke tempat yang telah Firdaus janjikan .


Tak ingin memberi kesan buruk maka Shanum sengaja datang tepat waktu ,dan tak lain juga karena ingin hal penting yang akan Firdaus sampaikan lebih cepat terselesaikan andai dapat teratasi secepatnya .


Beberapa menit pun telah berlalu ,minuman sari buah yang Shanum pesan pun tinggal seper empat gelas ,namum belum juga tampak kedatangan Firdaus.


Drrtt drtttt


Getaran ponsel yang terletak di meja makan,membuyarkan lamunan Shanum .


Rupanya Devon memberitahukan kepulangannya esok hari .


Entah kenapa berita yang seharusnya menggembirakan bagi pasangan calon pengantin , terasa biasa di telinganya ,entah hati Shanum yang menganggap Devon sebagai teman biasa meski status mereka telah bertunangan atau ada sosok lain yang kini bertahta di hatinya .

__ADS_1


__ADS_2