
Rangga tak habis pikir dengan apa yang Shanum pikirkan ,jika hari-hari biasa dan tubuhnya sedang sehat tentu berbagai makanan aman untuk kesehatannya ,namum saat ini tentu keadaan berbeda karena tubuhnya yang lemah dan lambung mengalami radang tentu saja Shanum harus menjaga pola makannya .
"Ehmm untuk beberapa hari ini kau harus menjaga jarak dulu dengan makanan pedas itu Sha "jawab Rangga sambil menyiapkan hidangan ke atas piring untuk Shanum .
"Tapi kurang mantul kalau nggak ada sambal Ngga ?"rajuk Shanum ,memang Shanum sangat menyukai makanan yang berbumbu pedas ,tak heran jika ia sangat menggilai masakan jengkol balado buatan bu Hana.
"Lambungmu saat ini sedang tak sejat Sha,kau harus menjaga makanmu ,kasihanilah tubuhmu Sha ".
"kau juga harus kasihan padaku ,aku sungguh tak kuat jika melihat kau terbaring tak berdaya "hati rangga berucap lirih .
Shanum hanya mencebik ,bibir mungil yang begitu menggoda membuat Rangga ketar-ketir melihat Shanum memainkan bibirnya dengan jenaka ,ingin rasanya Rangga mencicipi bibir ranum yang begitu mengundang otaknya untuk berfantasi nakal.
Dengan lesu Shanum mengunyah makan siang yang telah Rangga siapkan ,meski lidahnya terasa pahit namun ia tak tega jika melihat Rangga kecewa andai makanan yang ia siapkan tak di makan oleh Shanum .
__ADS_1
"Tambah sop nya ya Sha ?"Rangga mengambil piring di tangan Shanum bermaksud untuk menambahkan sopnya ,namun Shanum menggerakan tangannya untuk menahan .
"Jangan ,perutku sudah penuh "jawab Shanum masih dengan mulut mengunyah .
"Sedikit lagi Sha biar badanmu cepat sehat yaaa"Rangga membujuk lembut .
Akhirnya Shanum hanya bisa diam memandang piringnya yang kini kembali penuh karena telah terisi kembali sop yang di tuang Rangga .
Dengan gerakan malas ,Shanum terus mengunyah sop hangat yang menurut Rangga berkhasiat untuk stamina tubuh karena terdapat dedaunan herbal .
"Ngga apa kau ingin melihat perutku meledak ?"ujar Shanum yang mengusap perutnya yang rata namun merasa akan meledak karena begitu banyak makanan telah masuk dalam perutnya .
Rangga menghela nafas ,iapun merasa tak tega melihat Shanum kekenyangan ,mungkin karena lambungnya yang mungil sehingga makanan yang porsinya sedikitpun sudah memenuhi lambungnya .
__ADS_1
Akhirnya Rangga membereskan peralatan makanan setelah Shanum mengangkat tangan kode bendera putih alias menyerah .
Asisten Harun memasuki ruangan setelah Rangga keluar dengan membawa peralatan makan ,ia merasa heran pada perhatian salah satu karyawan nona mudanya yang terasa berbeda ,meski ia tahu jika Rangga adalah salah satu karyawan kesayangan tuan Hardy karena kecerdasannya namun sedikit aneh jika ia sangat memperhatikan lesehatan nona muda Shanum .
Berkas berisi data yang akan di bawa untuk meeting, Harun letakan di atas meja CEO .
"Klien dari perusahaan Delta Tbk.telah datang nona"Shanum mengangguk pelan dan berjalan di iringi Harun sang asisten .
Rangga segera menuju ke ruang pantry untuk mengembalikan peralatan makan bekas Shanum,Joko yang tengah mencuci beberapa gelas pun tampak terkejut ,tak biasanya Rangga memasuki ruang pantry dengan membawa peralatan makan kotor .
"Pak Rangga ,sudah letakan saja peralatan kotor itu pak ,biar saya yang akan membersihkannya "Joko dengan sopan menawarkan jasa ,karena memang tugasnya adalah bersih-bersih .
"Sudah Jok biar saja ,ini cuma sedikit ,kamu selesaikan saja semua tugasmu "Rangga menolak halus karena merasa iba dengan Joko yang selalu sibuk dengan tugasnya.
__ADS_1
Akhirnya OB itu pun hanya mengangguk sopan dan kembali meneruskan pekerjaannya dengan menyimpan berbagai pertanyaan tentang bagaimana bisa pemuda tampan yang merupakan salah satu karyawan bisa begitu dekat dengan sang CEO .