Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Kita Soulmate


__ADS_3

Rangga terdiam dengan tatapan fokus ke layar ponselnya ,entah kenapa malam yang cerah ini terasa begitu kelam baginya .


"Ehmm hmmm suram amat itu muka "ucap Kevin sarkas namun dengan wajah tanpa dosa ,sementara tangannya sibuk mengelap motornya yang kriditan sembilan bulan lagi baru lunas .


"Enak aja bilang muka gue suram ,lebih suram masa depan lu tuh "jawab Rangga sewot .


"Aje gile keong geprek ....sekate-kate lu ngatain gue masa depan suram ,muka lu nohhh kemaren keliatan hati berbunga-bunga ,kenapa sekarang jadi berbunga ****** "ujar Kevin tak mau kalah .


Rangga hanya menghela nafas berat ,dadanya sesak seakan terhimpit batu besar ,bayangan pria tampan dengan buket bunga cantik di tangannya dan menyerahkan pada Shanum .


Lelaki yang tak lain adalah seorang CEO dari salah satu investor di Wijaya Corp .


Siapapun pasti akan terpesona pada seorang pria berwajah tampan dengan gelar CEO ,apalah arti dirinya jika di bandingkan dengan pria dengan sejuta pesona itu ,mungkin bagaikan remahan kue jipang di pojok kaleng kong guan ,tentu akhirnya akan ikut terbuang saat kaleng itu di cuci.

__ADS_1


Kevin yang menyadari kini sahabatnya itu terdiam merasa bersalah dengan apa yang baru saja di ucapkannya .


"Sorry bro ,bukan maksud hati ingin menyinggung perasaan lu "sesal Kevin sambil duduk di sebelah Rangga.


Rangga hanya melihat sekilas "Tenang kata-kata lu gak ngefek di gue Vin ".


Karena Rangga telah khatam dengan kalimat pedas penuh cercaan dan hinaan yang keluar dari mulut sahabatnya itu hanya di bibir saja namun di sisi lain ia adalah sahabat yang selalu setia dalam suka dan duka .


Bibir tebal namun lemes itu kalau sudah bersabda ,mulut emak-emak warung sebelahpun akan kalah jika di adu dengan Kevin .


"Apa lu putus ama cewek lu ?"tanya Kevin penuh selidik.


"Memulainya saja pun aku belum"jawab Rangga singkat namun terdengar miris .

__ADS_1


Sontak jawaban singkat Rangga membuat sahabatnya membulat mulutnya .


"What ..,apa lu bilang ,jangan bilang kalau kau menolak Monik sedangkan cintamu tak terbalas pada gadis itu "tanya Kevin kemudian ,membuat Rangga kembali menghela nafas dalam .


"Untuk memulai tak semudah membalikan telapak tangan Vin ,bagaimana aku akan memulai jika dinding pemisah begitu kokoh dan berlapis "kalimat Rangga terdengar kian memelas membuat Kevin semakin besar tanda tanya dalam dirinya ,secantik dan semempesona apakah gadis yang Rangga suka, hingga membuat lelaki datar itu begitu bucin .


"Tenang ,serahkan pada Kevin Permana,sang penakluk wanita"Kevin berucap pongah dengan dada membusung .


"Katakan siapa gadis itu ,biar aku yang akan menyelesaikan ,kau tinggal tunggu tanggal dan tempat kau akan berkencan selanjutnya "Rangga hanya menggeleng pelan dengan apa yang sahabatnya ucapkan ,meski ia merasakan jika Shanum pun memiliki perasaan yang sama sepertinya tapi Rangga tak ingin hatinya terluka jika ternyata dugaanya ternyata salah yang tentu hanya akan menambah luka hatinya kian dalam .


Bermimpi mendapatkan cintanya pun Rangga merasa tak pantas apalagi berharap cintanya berbalas ,terlalu sakit dengan keadaan yang kini ia hadapi ,entah kenapa hatinya begitu keras untuk bertahan dengan rasa cinta yang hanya akan menjadi impian menyakitkan ,


Matanya menatap layar ponsel yang masih terpampang poto Shanum .

__ADS_1


"Hati kenapa kau begitu lancang berani mencintainya ".


__ADS_2