Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Boneka Chuby Hidupku


__ADS_3

Shanum terbangun dari tidurnya saat sayup-sayup telinganya menangkap gumam an seseorang yang terasa begitu dekat dengan dirinya.


"Ssttt mommymu sudah bangun nak" bisik Rangga saat melihat Shanum membuka matanya terbangun karena ulahnya.


Shanum menggeliat dengan rasa geli di perutnya.


Rupanya suara gumaman yang tadi di tangkap indra pendengarannya berasal dari suara Rangga yang tengah asik mengusap perutnya dan berbincang dengan baby yang masih berada dalam perutnya.


"Apa yang sedang kau lakukan di sana?" suara berat Shanum membuat Rangga tersenyum.


"Aku sedang menyapa anak kita."


"Heum, kau sudah mandi?" tanya Shanum karena wajah Rangga terlihat segar dengan rambut yang masih sedikit basah.


Rangga bangun dari duduknya di samping Shanum, lalu mendukung tubuh Shanum untuk membantunya bangun dari ranjang.


"Mau aku mandikan apa mandi sendiri?" tanya Rangga dengan senyum smirk.


"Aku bisa sendiri."


Shanum bergegas melangkah ke kamar mandi, meremang buku halusnya saat seringai bak srigala lapar terbir dari bibir sang suami.


Andai saja kandungannya tak lemah, Shanum pun dengan senang hati akan melayani sang suami setiap saat jika ia menginginkan kehangatannya, namun kondisi kehqmilan yang masih rentan membuat mereka setidaknya sedikit menahan hasrat untuk menikmati surga dunia.


"Sayang aku mau minum susu hamilku apa kau mau membuatkan untuku?" tanya Shanum ragu.


Sontak mata Rangga berbinar terang, rona bahagia terpancar jelas.


"Sungguh, baiklah tunggu di sini aku akan membuatnya untukmu sayang."


Rangga bergegas ke dapur mansion untuk membuat susu hamil yang Shanum minta.


Shanum tersenyum gemas memandang suami yang begitu bersemangat.


Tak sampai sepuluh menit, Rangga pun kembali datang dengan segelas susu berukuran besar lalu menyerahkannya pada Shanum.


Nafasnya memburu namun senyum manis tetap tersungging dari bibirnya.


"Minumlah sayang"


Shanum meraih segelas susu dan memandangnya ragu.


"Kenapa sayang, jangan takut, aku membuat sesuai dengan takaran di kemasan nya" terang Rangga pasti.


"T tapi apa harus memakai gelas jumbo ini?"


Rangga menatap gelas yang di genggam Shanum.


"Maaf," sesal Rangga dengan senyum masam merutuki kebodohannya.


Shanum tersenyum kecil.

__ADS_1


"Nggak apa-apa, aku akan mencoba menghabiskannya."


Rangga tercekat.


"Jangan, kau tak perlu memaksakan diri jika perutmu masih tak nyaman" ujar Rangga lembut.


Dengan perlahan Shanum meminum cairan berwarna putih di gelas yang di genggam.


Jika beberapa hari kemarin perutnya akan langsung terasa mual jika mencium aroma susu itu, kini rasa itu sedikit berkurang.


Glek.


Baru beberapa tegukan susu masuk ke mulutnya tiba-tiba, "Ghoekk" rasa mual kini datang.


Shanum menarik kembali gelas dan menjauh dari hidungnya.


"Cukup sayang, jangan teruskan, biarkan hari ini cukup setengah gelas yang bisa kau habiskan." Rangga begitu panik saat Shanum tampak merasa mual lagi.


Shanum menghirup nafas panjang dari hidungnya sambil matanya terpejam rapat, mencoba menetralisir rasa yang bergejolak dalam perutnya.


Rangga menatap sang istri dengan tegang, berharap susu tak kembali di muntahkan oleh Shanum.


Perlahan mata indahnya terbuka lembali.


Rasa mual kini berangsur hilang, senyumnya pun merekah.


"Bagaimana, masih mual kah?"


Shanum menggeleng pelan.


Rangga merengkuh tubuh ramping yang kini semakin bervolume di bagian dadanya.


"Tidak perlu kau cemas, seiring bertambahnya usia kandunganmu pasti selera makan pun akan semakin bertambah" jelas Rangga bijak.


Di sapunya dengan ibu jari, sisa lelehan susu yang ada di sudut bibir Shanum.


Di kecupnya perlahan bibir mungil yang masih terasa manis susu hamil yang ia minum.


Tiba-tiba Shanum mengurai ciuman Rangga.


"Ghoeeekkh" Shanum mengusap sisa saliva sang suami dengan cepat.


Dan menutup hidungnya.


Rangga mengerutkan alisnya bingung.


"Sayang aku mual, tolong menjauh dari wajahku" Shanum mendorong dada Rangga agar sedikit menjaih dari wajahnya.


"K kenapa?"


Shanum menggeleng beberapa kali.

__ADS_1


"Perutku mual jika membaui mu." terang shanum dengan polos.


"Hah..." pekik Rangga tak percaya.


Bagaimana mungkin anaknya sudah menolaknya bahkan saat masih dalam kandungan.


Rangga menghela nafas, tak mungkin ia perlihatkan kekesalan hatinya pada Shanum.


"Baiklah aku berangkat dulu sayang, hubungi aku kalau kau butuh sesuatu" titah Rangga.


Shanum mengangguk pelan, ada sedikit rasa sesal di hatinya saat menolak sang suami.


Dengan ijinnya Shanum selama masa awal kehamilannya membuat Rangga terpaksa harus mengerjakan tugas dua kali lipat lebih banyak, meski ada ayah Hardy yang selalu siap jika ia membutuhkannya.


Seiring berjalannya waktu Rangga pun kini sudah mulai terbiasa dengan tugas-tugasnya sebagai wakil CEO sekaligus menyelesaikan berkas yang harus di tanda tangani oleh Shanum.


Dua minggu sudah Shanum tidak masuk kerja, setiap hari tak melakukan aktifitas apapun di mansion membuat tubuhnya semakin terasa berat.


Seluruh penghuni mansion tak ada yang membiarkannya untuk bekerja meski hanya membuat susu untuknya sendiri.


Mereka semua begitu memanjakan nona mudanya, kehamilan yang begitu di nanti oleh semua penghuni mansion.


Rangga memasuki kantor dengan tenang, Usia kandungan Shanum semakin bertambah hingga semakin membuat tubuhnya dapat menyesuaikan diri, dan selera makan pun bertambah pesat.


Dan kini Rangga pun tak merasa tegang lagi jika hendak melakukan hubungan suami istri dengan Shanum.


Nafsu makan Shanum pun kian membaik, segelas susu hamil selalu di habiskan, selera makan sudah kembali seperti semula seat sebelum kehamilannya.


Bahkan sejak jadwal pemeriksaan terakhirpun berat badan Shanum sudah naik.


Rangga semakin bersemangat jika malam menjelang, tubuh Shanum semakin hari semakin berisi.


Membuat tangannya semakin tak mau melewati malam tanpa memainkan squishy jumbo milik Shanum.


Beberapa hari yang lalu Rangga di buat shock dengan kedatangan satu bok besar pesanan Shanum yang berisi pakaian dalam wanita, berukuran Extra Large.


"Sayang untuk apa kau pesan begitu banyak onderdil daleman mu dengan ukuran jumbo seperti ini?" tanya Rangga sambil memijat pelipisnya.


Memang kini tubuh Shanum semakin pesan tapi bukan tumbuh ke atas tapi ke samping.


"Sayang tubuhku masih akan terus naik seiring usia kandunganku bertambah" jawab Shanum polos.


Kedua pipinya yang biasanya tirus kini semakin chuby menggemaskan.


Dan jika di pegang dengan telapak tangannya pun benda kenyal kesukaannya kini jauh lebih bervolume.


Rangga sungguh di buat semakin tergila-gila dengan body aduhai Shanum.


Jika mereka sedang berdua maka Tak ada waktu terbuang sia-sia baginya, ketrampilan tangannya kini semakin mahir.


Dengan penuh semangat, Rangga akan pulang setelah jam selesai, ia semakin bersemangat untuk segera pulang dan bermain dengan boneka chuby hidup kesayangannya.

__ADS_1


Hardy pun selalu menanyakan apa yang Shanum inginkan setiap hari.


Shanum sungguh mendapat kasih sayang berlimpah dan perhatian dari semua penghuni mansion.


__ADS_2