Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Jangan Benci Aku


__ADS_3

Shanum menghentikan langkah saat seorang wanita berdiri beberapa langkah dari hadapannya.


Wajah cantik yang masih terlihat jelas meski usia yang tak lagi muda dengan dress sebatas lutut bermotif bunga berlengan panjang, terlihat anggun membalut tubuhnya yang tinggi semampai, heels cantik melengkapi kaki jenjangnya yang putih bersih.


"Selamat sore, perkenalkan saya Maharani"wanita cantik paruh baya itu mengulurkan tangannya dengan senyum ramah, Shanum pun menyambut dan membalas dengan anggukan kepala hormat.


"Shanum, panggil saja saya Shanum"ujarnya menyambut uluran Maharani.


"Boleh minta waktunya sebentar nona Shanum"tanya Maharani ramah.


"Ehmm, kalau boleh tahu ada apa yah Nyonya"jawab Shanum ragu.


Sebenarnya ia ingin sekali langsung pulang ke mansion dan bertemu dengan Rangga, yang kini berada di mansion untuk membicarakan pelaksanaan pernikahan bersama ayah Hardy.


"Ehmm, saya hanya ingin mengucapkan permintaan maaf atas nama Joy, anak saya"ujar wanita anggun itu.


Shanum mengerutkan kedua alisnya, pantas jika di lihat sepintas wanita itu terlihat mirip dengan seseorang, dan ternyata dia adalah Joy, pemuda yang beberapa hari lalu Shanum tolak pernyataan cintanya.


Bulu mata lentik dan barisan rambut alis yang tebal alami, membuat mereka memiliki ciri khas tersendiri, tatapan juga tajam, andai Shanum tak mengetahui jika Joy masih seorang mahasiswa tentu saja ia mungkin akan tergoda dengan wajah babyface nya.


"Boleh kita duduk sebentar di kursi itu"tunjuk Maharani ke arah deretan kursi taman yang berada di sekitar parkiran.


Shanum lalu mengangguk dan mengikuti langkah Maharani.


Keduanya pun duduk saling bersebelahan, karena kursi yang tak terlalu panjang, hingga hanya cukup untuk dua orang.


"Ehm"Maharani berusaha menetralkan hatinya.


"Saya benar-benar minta maaf, karena perbuatan Joy, vidio hari itu menjadi viral, dan membuat nama baikmu tercemar"Maharani yang begitu menyayangi putranya tak ingin di anggap sebagai seorang ibu yang telah salah mendidik anak hingga bisa berbuat yang memalukan orang lain, untung saja Maharani langsung menyuruh sang asisten untuk mengurusnya hingga vidio itu pun dapat terhapus dan tak lagi beredar di jagad maya menjadi tontonan netizen yang maha benar dengan segala cibirannya.


Mengetahui jika Shanum adalah seorang CEO di salah satu perusahaan besar, Maharani pun tak ingin nama baik gadis itu tercemar karena ulah sang putra.


"Saya sudah memaafkan hal itu Nyonya, dan bagi saya itu bukan masalah besar, jadi Nyonya tidak perlu khawatir tentang hal itu"


"Tapi maaf jika Joy telah mengganggu aktifitas dan kehidupan pribadimu, hingga tersebar vidio itu"

__ADS_1


"Tidak Nyonya, saya sama sekali tidak merasa terganggu apalagi sakit hati, saya tahu Joy masih berjiwa labil sebagaimana kehidupan remaja yang penuh warna, wajar jika Joy seperti itu"ucap Shanum bijak.


Maharani menghela nafas, rupanya Shanum hanya menganggap Joy adalah remaja yang baru mengalami puber hingga tak dapat mengontrol emosinya dengan baik, memang tak salah ia berfikir Joy masih remaja, karena memang usianya enam tahun lebih muda dari usia Shanum.


Melihat Shanum yang ternyata memiliki jabatan sebagai seorang CEO tentu ia lebih tua dari Joy, dan wajar jika gadis itu masih mengangga Joy sebagai pria yang masih remaja.


Dari nada bicara dan pembawaan yang lembut, pantas saja Joy begitu tergila-gila pada Shanum, selain cantik, ramah dan pintar, dari sorot matanya pun terlihat tatapan lembut penuh kedewasaan, pikir Maharani, yang kini merasa kagum pada gadis muda di hadapannya.


Sayang sekali, andai kau menjadi menantuku, sungguh bahagianya aku, batin Maharani.


Namun ia pun sadar, gadis cantik itu tak mungkin menjadi menantu seperti yang ia harapkan, karena Shanum telah memiliki seorang calon suami.


"Oiya Nyonya, ada yang mau saya titipkan pada anda, tolong kasihkan ini kembali pada Joy, karena saya tak bisa menerimanya, benda itu terlalu berharga jika Joy memberikannya pada saya,saya tidak bisa menerimanya Nyonya"Shanum menyerahkan kado cantik pemberian Joy yang masih selalu di bawanya.


Shanum merasa tak pantas mendapat hadiah semahal itu, apalagi ia telah membuatnya terluka setelah menolak cinta pemuda tampan putra dari wanita sosialita itu.


"Ah tidak-tidak, Joy sudah memberikannya padamu, dan kau berhak memilikinya"ujar Maharani menolak tegas.


"Tapi Nyonya,benda ini terlalu berharga, saya tidak bisa memilikinya dan saya tidak pantas"Shanum tetap kekeuh ingin mengembalikan hadiah dari Joy.


"Nona Shanum, maaf saya harus segera pamit, karena ada costumer saya yang sedang menunggu kedatangan saya, dan terima kasih atas waktunya"Maharani pun beranjak dari tempat duduknya,ia tak ingin Shanum tetap memaksanya menerima kado pemberian Joy yang ingin di kembalikan padanya.


"Tapi Nyonya,bagaimana saya harus mengembalikan benda ini pada putra anda?"tanya Shanum dengan sedikit berteriak karena Maharni sudah melangkah agak jauh.


"Datanglah ke restoran tempat kalian bertemu kemarin, Joy ada di sana"jawab Maharani lalu melambaikan tangan tanda perpisahan.


Maharani ingin Shanum sendiri yang memberikan pada Joy, agar putranya dapat menerima keadaan meski menyakitkan namun ia harus segera menyadari sikap kekanak-kanakan nya.


Shanum kembali memasukan kado cantik kedalam tas nya, lalu melaju kendaraannya dengan kecepatan sedang, menuju ke mansion sang ayah.


Setelah beberapa menit di perjalanan, tiba-tiba Shanum mengurangi kecepatan mobilnya, teringat kata Nonya Maharani jika Joy berada di restoran tempatnya bertemu dan makan malam yang berakhir kejadian mengamuknya Joy.


Dengan ragu Shanum akhirnya memarkirkan mobilnya.


Anggukan kepala dan senyum ramah dari para karyawan yang menyapa kedatangannya.

__ADS_1


Shanum pun tersenyum meski sedikit gugup dan merasa bersalah karena telah membuat sang pemilik berbuat di luar nalarnya.


Shanum adalah orang yang menyebabkan Joy bersikap di luar kendali bagai balita yang tantrum karena keinginannya tak di turuti.


Namun dari tingkah para karyawan, mereka masih tetap ramah pada Shanum, bahkan perlakuan istimewa ia dapatkan dari para karyawan resto mewah itu.


Shanum merasa tak enak hati, dengan perlakuan mereka, iapun memindai seluruh restoran, matanya terpaku saat matanya bertemu dengan satu sosok imut yang sedang tersenyum manis dan melangkah ke arahnya.


Tak dapat ia pungkiri, bahwa hatinya berdebar kencang melihat tatapan tajam dari pemuda berwajah baby face yang beberapa tahun lebih muda di bawahnya.


Shanum sontak mengerjapkan matanya berkali-kali, kembali ia sadar bahwa kini ia harus menjaga hatinya.


"Maaf kalau menunggu terlalu lama"sapa Joy dengan senyum mematikannya.


Shanum hanya tersenyum masam, rupanya Nonya Maharani sudah lebih dahulu menghubungi sang putra tentang kedatangannya.


"Ehmm, tidak apa-apa"jawab Shanum singkat dan berusaha untuk menghindar tatapan Joy, Shanum hanya ingin hatinya tetap utuh milik Rangga dan tak ingin menyisakan tempat sedikitpun untuk pria lain.


Joy lalu duduk di kursi berhadapan dengan Shanum, tak henti matanya terus menatap Shanum.


"Sebelumnya aku mau minta maaf padamu Sha"Joy akhirnya mulai memecah keheningan.


Shanum membulatkan mata beningnya.


Joy memandangnya lekat.


"Tuhan adakah ciptaanmu yang lain yang seperti dia"batin Joy.


Kini Shanum menyadari arah mana pembicaraan Joy.


"Sudahlah, lupakan Joy, aku menemuimu hanya ingin mengembalikan ini padamu"ucap Shanum dan menyodorkan kado cantik lalu menaruhnya di atas meja.


"Aku sudah memberikannya padamu, dan suka atau tidak suka, itu sudah menjadi hakmu, aku tak akan menerimanya kembali, kau buanglah jika kau tak mau menyimpannya"kalimat Joy tegas,membuat Shanum menelan salivanya yang terasa pahit.


"Baiklah, aku akan menerimanya"

__ADS_1


"Satu lagi, aku minta kau jangan membenciku" Shanum membulatkan matanya.


"Mana mungkin aku membenci mahluk se imut ini".


__ADS_2