Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Terlalu Berharap


__ADS_3

Entah kenapa Hari ini Rangga begitu tidak bersemangat ,beberapa kali Monik menghubunginya untuk mengajak makan siang di kantin ,Rangga menolak dengan beralasan sudah memesan makan lewat aplikasi online .


Bukannya Rangga tak peka terhadap perhatian Monik selama ini ,tetapi sungguh gadis itu ia anggap tak lebih dari seorang teman ,meski penampilan Monik begitu anggun dan lembut ,berparas ayu dambaan para pria yang mengagungkan kelembutan wanita namun ia tetap hanya teman biasa baginya .


Begitu banyak para pengagum Monik di luar sana tapi entah kenapa pilihan gadis itu jatuh pada Rangga ,bahkan saat Rangga masih memiliki kekasih pun Monik dengan sabar menunggu,andai saja gadis itu mengetahui jika saat ini Rangga telah berpisah dengan Lesti ,tentu Monik akan sangat bahagia mendengarnya .


Hati Rangga yang masih luka atau kah kekosongan yang kini secara diam-diam sudah terisi oleh seseorang .


Jantungnya berdenyut sakit ,dada tiba-tiba terasa begitu sesak saat melihat pria berwajah indo campuran, entah campuran dengan negara mana orang tuanya berasal ,hingga melahirkan anak yang begitu nyaris sempurna ,jika di sandingkan dengan Shanum ,mereka merupakan pasangan yang sangat serasi .


Pandangan Rangga menatap kepergian Shanum dan pria itu ,senyum manis selalu tersungging di bibirnya yang terlihat bahagia .

__ADS_1


Hilang sudah selera makan Rangga ,entah itu harum masakan yang sempat menggoda, indra penciumannya seakan kini lenyap sudah .


Danu yang melihat dengan penuh tanda tanya saat Rangga dengan santai hanya mengobrak-abrik makanan lezat itu dengan sendok namun tak menyantapnya.


"Hey sob ,ada apa sebenarnya denganmu ..katakanlah padaku "Tanya Danu memegang bahu Rangga lalu menarik kursi di samping pemuda yang sedang galau tingkat dewa itu.


"Hmmm entahlah Nu ,saat ini selera makanku sedang buruk "jawab Rangga cuek .


Sebenarnya Danu sudah menyadari tingkah aneh sahabatnya itu sejak kemarin,Rangga yang biasanya dingin dan berpenampilan tenang kini tampak berubah .


Jam pulang kantor telah tiga puluh menit yang lalu,namun Rangga masih sibuk dengan laptopnya ,bukan banyak pekerjaan, bukan pula jadwal deadline yang sempit,tapi Rangga hanya ingin otaknya teralihkan dari wajah Shanum ,wajah yang begitu membuat hatinya sesak dengan berita bahwa ternyata ia telah bertunangan .

__ADS_1


Dia bukan kekasihnya tapi kenapa saat mendengar berita pertunangannya sungguh bagaikan sebuah mimpi buruk bagi Rangga.


Bukan hanya teman satu divisi yang menyadari perubahan Rangga,Kevin pun di buat kelimpungan dengan sikap Rangga yang uring-uringan .


"Ngga,sebaiknya kau ambil cuti lalu healing biar fresh "saran Kevin yang menduga jika Rangga stress karena banyaknya kerjaan yang menyita otaknya .


Rangga tampak termenung mendengar saran sahabatnya itu ,memang suasana hatinya yang tak menentu jika berada di perusahaan ,mungkin bisa di sembuhkan dengan berlibur sebentar dan menenangkan dirinya .


Kevin hanya dapat menggeleng perlahan dan menatap punggung Rangga saat melangkah pergi ke kamarnya .


"Mungkin ucapan Kevin benar ,aku harus menenangkan hati dan pikiranku "gumam Rangga sambil menatap langit-langit kamarnya .

__ADS_1


Dengan langkah pasti ,Rangga melajukan motor maticnya menuju ke kampung halaman, form ijin cuti sudah di tanda tangani dan di titipkan pada Kevin untuk di serahkan ke kantor ,untuk masalah apakah ijin cutinya akan di aprove atau tidak Rangga tidak begitu ambil pusing ,yang ia inginkan saat ini adalah menenangkan hati dan pikirannya dan melupakan semua kenangan indah saat-saat bersama Shanum ,biarlah akan menjadi cerita indah sebelum tidurnya.


Kini ia menyadari bahwa perasaanya selama ini bukan pada tempatnya ,senyum manis dan pelukan hangat yang membuatnya terlena ternyata bukan dia pemiliknya ,Rangga terlalu percaya diri hingga menaruh asa yang begitu tinggi berharap rasa itu akan terbalas ,namun kini ia sadar, ia hanya pungguk yang merindukan bulan .


__ADS_2