Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Berada Dalam Pelukanmu


__ADS_3

"Non sebentar lagi sampai ,nona pelankan mobilnya takut tuan Hardy melihat nanti marah "permintaan pak sopir membuat Shanum tersadar dan segera memelankan laju mobilnya ,ia tak ingin mereka menerima kemarahan dari papah Hardy hanya karena ulahnya .


Jarak beberapa meter dari gerbang pintu masuk ,Shanum menghentikan laju mobilnya .


"Pak gantian bapak yang bawa "Shanum keluar mobil lalu melangkah ke kursi belakang dan pak sopirpun mengambil alih.


Sesampainya di rumah, Shanum membuka pintu mobil lalu berlari masuk ke dalam rumah nya saat melihat motor Rangga telah terparkir di garasi .


"Kau sudah lama datang Ngga?"sapa nya saat melihat pemuda itu tengah duduk bersama papah nya di ruang tamu .


"Sha dia datang dari jam sembilan "Hardy menjawab pertanyaan Shanum dengan wajah sedikit kesal karena melihat putrinya tidak menepati janjinya .


"Tidak apa-apa tuan ,saya yang datang terlalu pagi "Rangga berusaha membela Shanum yang tidak bersalah karena memang sesuai janji mereka berangkat pukul sepuluh .


"Tuh pah apa kata Rangga,bukan salah Shanum "dengan wajah polos Shanum berusaha membela diri .


"Hmmm"Hardy tak bisa berkata lain .

__ADS_1


"Baiklah Ngga ,tolong jaga Shanum baik-baik"perintah Hardy karena hari ini ia pun mempunyai acara bertemu dengan beberapa teman masa kuliahnya untuk bermain golf .


"Baik tuan ,saya akan menjaga putri tuan dengan jiwa raga saya "Rangga menjawab dengan pasti.


"Sha ingat jaga lisan dan laku mu dimanapun kau berada "pesan Hardy dengan penuh penekanan.


"Siap laksanakan bos"Shanum mengayunkan tangannya memberi hormat pada yang papah ,Rangga hanya tersenyum melihat tingkah konyol sang CEO imutnya .


"Tunggu sebentar Ngga ,aku bersiap-siap dulu "Shanum segera berlalu setelah Rangga mengangguk pelan .


Beberapa saat akhirnya Shanum muncul dari kamar dengan jaket kulit celana jeans belel sedikit sobek pada bagian lutut ,bukannya celana rusak memang style yang seperti itu yang Shanum pakai jika ia akan mengendarai motorsportnya .


"Tapi ..."


"Kamu bisa kan pakai motor ku " tanya Shanum saat melihat keraguan pada Rangga .


"Bisa ,tapi .."belum selesai kalimat Rangga .

__ADS_1


"Tenang Ngga,motormu aman kok di sini "jawan Shanum dengan wajah santai .


Bukannya Rangga menghawatirkan motornya tapi bagaimana ceritanya jika ia berboncengan dengan gadis yang tak lain adalah bos besarnya sendiri ,Rangga mungkin tak bisa fokus pada jalan apalagi jantungnya yang pasti akan berdebar kencang selama dalam perjalanan.


"Ayo Ngga tunggu apalagi "tanya Shanum .


Dengan ragu ,akhirnya Rangga pun melajukan motorsport milik Shanum dengan kecepatan perlahan sambil memerintahkan hati dan jantungnya agar bekerja dengan normal karena ia masih ingin hidup lebih lama .


"Ngga kenapa jalan mu begitu pelan "teriak Shanum di telinga Rangga .


"Tidak perlu cepat-cepat Sha ,yang penting selamat sampai tujuan "jawab Rangga tersenyum dalam hati karena sedang menikmati saat indah bersama bidadari cantik yang sedang memeluknya erat dari belakang .


"Tapi aku ingin cepat sampai ke rumahmu Ngga " Shanum merajuk manja .


"Duh Tuhan jangan biarkan waktu berlalu dengan cepat ,biarkan hambamu menikmati waktu bersamanya lebih lama lagi ".gumam hati Rangga .


Sementara Shanum yang berada di belakangnya mulai merasa kantuk yang luar biasa dan akhirnya kepalanya pun terkulai di punggung Rangga dengan tangan memeluk pinggang pemuda itu dengan erat .

__ADS_1


Deg ...


Jantung Rangga seakan berhenti.


__ADS_2