
Pagi datang menjelang ,mentari mulai menampakkan pesonanya ,suasana cerah secerah wajah seorang pria tampan yang akan berjumpa dengan wanitanya .
Beberapa pesan lewat aplikasi hijau sudah terkirim, namun tak satu pun centang biru.
Untuk kesekian kali ia menghela nafas dan mencoba menenangkan hatinya yang sedang bergemuruh,harapan jika kedatangannya akan di sambut dengan senyum manis dan pelukan hangat seakan hanya impian ,hingga mode pesawat di hidupkan pun pesannya masih belum berubah status ,centang biru yang ia harap ,tak kunjung datang .
Jangankan sambutan peluk dan ciuman mesra sebagai pasangan tunangan ,sikap Shanum tetap masih datar tanpa sedikitpun tanda jika wanitanya benar-benar merindukannya .
Matanya terpejam saat pesawat mulai lepas landas, dua jam perjalanan ia rasa cukup untuk mengganti waktu tidurnya semalam yang berkurang, karena tersita untuk membereskan perlengkapan baju dan kado cantik yang di persiapkan sebagai hadiah yang akan di berikan pada sang pujaan .
*
*
Sementara Shanum bergegas melangkah ke lobi perusahaan ,hari ini ia harus memeriksa jadwal planning bulanan rutin karena akan di terbitkan esok hari ke seluruh divisi .
Dan beberapa pesan dari Devon pun lolos dari pengawasannya ,bahkan hingga siang pun datang ,saat sang pria nya kini menuju ke ruangannya yang tampak kosong .
Asisten Harun mengangguk hormat saat berpapasan dengan Devon ,wajahnya tampak kebingungan ,bagaimana mungkin sang nona CEO nya melupakan hari kedatangan sang tunangan dan kini bahkan ia masih sibuk dengan kepala divisi Produksi yang mengalami sedikit masalah .
"Maaf tuan Dev,Nona Shanum sekarang berada di ruang kepala divisi Produksi ,apa perlu saya panggilkan sekarang, bahwa tuan Dev sedang menunggu di ruangannya ?"tanya asisten Harun dengan ramah ,hatinya merasa bersalah karena kepulangan sang tunangan nona mudanya bukannya mendapat penyambutan hangat tetapi malah bagai terabaikan .
__ADS_1
"Tidak perlu pak Harun,biar saya akan menunggu di ruangannya "sahut Devon ramah .
"Baiklah tuan Dev,istirahatlah di ruang nona Shanum,saya akan mengambilkan air minum untuk tuan Dev "
Beberapa menitpun berlalu,Shanum terdiam membeku saat Harun membisikinya bahwa sang tunangan telah pulang dari negara x dan kini sedang menunggu di ruangannya .
Seakan ingatannya hilang ketika dua hari yang lalu Devon berkirim pesan bahwa hari ini lah kepulangannya .
Kesibukan membuatnya tak sempat memeriska ponselnya yang ternyata beberapa pesan dan panggikan dari Devon belum ia buka satupun.
Setelah selesai memeriksa beberapa file dan mencocokkan data di laptopnya dan tak ada lagi selisih data ,maka Shanum pun bergegas menuju ke ruangannya .
Tok tok tok
Rupanya Devon tengah tertidur lelap di sofa sudut ruangannya .
Nafasnya teratur ,wajah tampan yang kini tertidur lelap di hadapannya terlihat sedikit lusuh ,menandakan bahwa ia mungkin saja sedang merasakan kelelahan karena perjalanan yang telah ia tempuh .
"Hoaaaaammhh"terdengar lenguhan panjang dari mulut Devon geliatan tubuhnya sedikit mengurangi otot-ototnya yang terasa tegang ,sesaat pandangannya menyapu ruangan berharap menemukan wajah yang di rindukan .
Senyum Devon merekah saat di lihatnya gadis mungil calon pendampingnya tengah fokus dengan laptop di hadapannya .
__ADS_1
"Kau sudah bangun Dev?"sapa Shanum dan beranjak dari duduknya untuk menghampiri Devon .
"Minumlah sengaja ku buatkan orange juice biar tubuhmu segar kembali "Shanum menyodorkan segelas orange juice dingin yang ia buat di pantry karena segelas minuman yang telah Harun siapkan bukan minuman jenis yang ia sukai .
Tok tok tok
Suara ketukan pintu mengagetkan keduanya.
"Masuklah "
Asisten Harun memasuki ruangan dengan wajah penuh kegugupan ,dan hal itu pun terbaca oleh Shanum dan Devon .
"Ada apa pak ?"Devon bertanya penuh selidik .
"Ada tuan Daus ingin bertemu dengan nona Shanum "terdengar nada berat saat Harun menjawab pertanyaan Devon ,ia merasa tak enak hati jika harus mempersilahkan salah satu klien Wijaya Corp .yang tampak memberi perhatian lebih pada sang CEO nya ,sedangkan saat ini ia sedang bersama tunangannya .
Akhirnya Harun pun membuka pintu ruangan setelah anggukan sang Nona Muda nya mempersilahkan .
Senyum tampan khas nya mengembang saat di lihatnya sang gadis pujaan,namun perhatiannya kini teralihkan, saat memandang sosok pria yang berada di sambing sang gadis .
"Devon ...!!"
__ADS_1