Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Request Dari Orang Istimewa


__ADS_3

"Wahai jantung tenangkanlah dirimu ,tetaplah bekerja dengan baik "do'a Rangga berkali-kali .


Hari mulai beranjak siang saat Rangga sampai di rumahnya.


Ardi yang melihat kedatangan kakaknya berboncengan dengan Shanum yang tertidur di belakangnya segera menghentikan aktifitasnya bermain gitar .


"Kak mba Shanum tertidur "ucap Ardi namun terhenti saat Rangga menggerakan jari telunjuknya menutupi mulut agar Ardi terdiam dan menahan tangannya saat akan membantu menurunkan tubuh Shanum.


"Biar aku yang akan membawanya ke dalam "bisik Rangga lalu dengan gerakan sangat pelan ia membalikan tubuhnya setelah standar motor ia turunkan .


Ardi ikut memegangi tubuh Shanum agar tidak terjatuh .


"Apa tidak sebaiknya kau bangunkan saja dia kak,kalau membopongnya akan berat "Ardi masih berbisik pelan ,namun Rangga tetap membopong tubuh Shanum dengan bride style melangkah tegap masuk ke dalam rumahnya lalu membaringkan tubub Shanum di kamarnya.


Ardi yang melihat hal tersebut hanya bisa garuk-garuk kepala tak gatal ,rupanya kakaknya telah pulih dari luka hatinya ,ia begitu perhatian pada gadis itu ,bahkan perhatiannya melebihi saat ia masih berhubungan dengan Lesti mantannya ,saat itu Rangga terkesan cuek dan dingin meski Lesti adalah pacarnya tapi kini dengan Shanum perlakuannya begitu hangat dan lembut .

__ADS_1


"Ar mana ibu ?" Rangga bertanya setelah membaringkan tubuh Shanum.


"Sedang pergi ke warung, sebentar lagi juga mungkin pulang "


Rangga mengambil celana pendek dan kaos oblongnya di kamar lalu berganti di kamar Ardi .


"Kak ,apa kalian ...?"pertanyaan Ardi menggantung karena tatapan Rangga tajam ke arahnya ,membuat mulutnya tertutup seketika .


"Jangan kau berpikir macam-macam"Rangga berkata dingin ,karena tahu apa yang ada dalam pikiran adiknya itu,meski berjarak tiga tahun namun mereka seperti belahan jiwa yang selalu tahu apa yang ada dalam pikiran masing -masing tanpa mengucapkan .


"Iya bu ,kakak pulang tapi tidak sendiri " Ardi lebih dulu menjawab pertanyaan ibunya.


"Dengan siapa Ngga?"Hana celingukan karena tidak melihat orang lain di ruangan itu .


"Dia sedang tidur bu di kamar "sahut Rangga .

__ADS_1


"Ya sudah ibu masak dulu,kau juga tidurlah dulu di kamarmu pasti kalian lelah ,nanti jika telah siap akan ibu bangunkan "Wanita paruh baya itu pun melangkah menuju ke dapur tanpa melihat wajah kedua anak lelakinya yang kini tengah saling pandang .


"Tidur sekamar ??"ucap Rangga dan Ardi serempak .


"Bu dia minta ibu masak ini "Rangga mengeluarkan bungkusan dari ransel Shanum ,semua bahan-bahan untuk membuat madakan rendang jengkol telah tersedia lengkap dalam tas itu .


"Hah ,jengkol ?"


"Iya bu ia datang ke sini ingin menikmati masakan yang di buat ibu waktu itu"Jelas Rangga.


"Bukankah waktu itu ibu memberikan masakan ibu untuk neng Shanum kan Ngga ,apakah temanmu ....."bu Hana bergegas ke kamar anak sulungnya untuk melihat apakah benr jika tamu itu adalah Shanum ,gadis yang beberapa bulan ini telah menyita perhatian dan kasih sayang putra sulungnya itu.


Mulutnya menganga lebar saat melihat tubuh seorang gadis yang sedang terbaring dengan nafas teratur ,wajah cantik dengan bibir mungil sedikit terbuka membuat dengkuran halus terdengar.


"Neng Shanum ,ternyata benar itu kamu nak "Hana melangkah mendekat ke arah Shanum yang tengah tertidur lelap ,iapun duduk di tepi ranjang dan menatap wajah gadis di depannya ,tangannya membelai lembut rambut hitam Shanum yang begitu halus bak sutra.

__ADS_1


"Bu ,biarkan dia tidur jangan di ganggu dulu "Rangga berbisik pelan dari balik pintu yang sedikit terbuka ,Hana memalingkan wajahnya ke arah Rangga dengan tersenyum penuh arti .


__ADS_2