Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Chef Kevin


__ADS_3

Rangga menatap layar ponselnya ,niat hati menghubungi Reza terpaksa ia urungkan setelah melihat Reza tidak online .


Rupanya Devon telah mengajak Shanum untuk memeriksakan kesehatannya setelah tuan Hardy memberitahukannya bahwa saat ini Shanum di anjurkan untuk lebih banyak istirahat dan sedang mengkonsumsi beberapa obat untuk memulihkan kondisinya .


Kini hatinya sedikit merasa lega ,hanya satu hal lagi yang harus ia pikirkan yaitu membatalkan janji bertemu dengan dokter Obgyn yang tak lain adalah teman bang Reza.


Merasa penat akhirnya Rangga pun terlelap ,mungkin esok baru ia akan menghubungi bang Reza.


Jamuuu jamuuuu....


Terdengar alarm dari ponsel Kevin dengan volume maximal membuat Rangga tersentak bagai tersadar dari mimpi buruknya .


"Sialan itu alarm belum di ganti juga ,ganti pake sound yang lebih gaul dikit kek ....lagu jungkook sama bule yang alisnya sompal itu juga lumayan "gerutu hati Rangga kesal .


Langkahnya gontai menuju ke dapur untuk mengambil segelas air minum .


Terdengar peralatan dapur yang berbunyi nyaring karena teflon beradu dengan sendok penggorengan .


Meski Rangga jarang memasak tapi dari nada peralatan yang saling beradu terdengar sangat tak beraturan,dengan kata lain sang koki tentu mempunyai jam terbang yang tak banyak bahkan mungkin baru kali ini orang tersebut menggunakan peralatan masak tersebut .


Dan orang itu tak lain dan tak bukan adalah Kevin .


Apron hitam tampak sudah sedikit lusuh karena penuh dengan adonan dari tangan Kevin yang selalu memeperkan tangan kotornya yang penuh dengan adonan pancake buatannya .

__ADS_1


Senyumnya mengembang sempurna ,misinya membuatkan sarapan buatannya sendiri untuk sang kekasih hati kini akan terlaksana .


Tatapan Kevin mengarah ke Rangga yang sedang melintas sambil mengancingkan kemeja nya .


"Ehmm ehmm "tatapan smirk Kevin membuat Rangga tertegun .


"Mau apa ni bocah ,perasaanku jadi nggak enak "hati Rangga berucap .


Dengan perlahan Kevin mendekati Rangga dengan nampan berisi piring dengan pancake plus lelehan madu .


Terlihat menggiurkan bagi mata yang melihatnya ,namun berbeda dengan Rangga yang tak sedikitpun merasa tergoda dengan tampilan pancake yang memang terlihat menggoda di lidah itu .


"Cobalah kue buatanku Ngga "pinta Kevin dengan muka ceria karena merasa hasil masakannya perfecto .


"Don't judge book by it's cover bro ,bagaimana kau bisa menyimpulkan masakanku tak enak dan mematikan sedangkan kau belum merasakannya "ujar Kevin tak mau kalah .


"Tapi setidaknya lu coba aja sendiri dulu ,baru gue ikut ,jika ternyata lu masih sehat wal'afiat setelah menelan masakanmu sendiri maka baru gue mau nyicip ntu kue "Rangga tetap kekeuh menolak .


"Ehhhmmm ,oke " Kevin memotong pancake dengan ujung sendoknya pelan lalu menyuapkan ke mulutnya sendiri .


Satu menit ...masih aman ,satu menit setengah ...belum ada reaksi ,menuju akhir dua menit .


"Ghooekkkhh ".

__ADS_1


Dengan cepat Kevin berlari ke arah kranjang tempat sampah yang berada di dapur dan memuntahkan makanan yang berada di mulutnya .


"Hmmmm untuuung ,slameeet slameeettt "


Rangga berucap sambil mengelus dadanya ,untung saja ia tak termakan rayuan buaya dari mulut Kevin yang begitu berbisa hingga selamatlah perutnya dari makanan beracun itu .


"Gimana chef ,lezatkah pancake nya ?"


Rangga bertanya dengan nada penuh sindiran dengan senyum puas karena ternyata fillingnya benar .


"Phuiihhh "


Kevin kembali membersihkan mulutnya dengan beberapa kali berkumur air .


"Urungkan niatmu memberikan pancake buatanmu jika masih ingin melihat Rara sehat "


Rangga berucap tegas sambil melangkah menuju ke parkiran motor di samping rumah lalu memanaskannya .


"Nasiib nasib "dengan langkah gontai Kevin kembali melangkah ke dapur dan membuang pancake yang ternyata tak layak santap .


Jika biasanya pancake terasa lembut namun pancake buatannya ternyata begitu keras dan rasa yang seharusnya gurih dan manis tapi ini rasa asin yang cenderung lebih menonjol ,ternyata garam yang seharusnya ia tabur seperempat sendok teh ,Kevin menaburkannya beberapa kali hingga jika di jumlahkan mungkin menjadi dua sendok makan ,tentu saja rasa pancake yang seharusnya lembut gurih dan manis berubah menjadi asin ,asin,dan asin ,tak ada lagi rasa yang lain .


Rangga hanya menggelengkan kepalanya lalu melajukan motornya.

__ADS_1


__ADS_2